Dani Alves: Tanpa Guardiola, Permainan Barcelona Bakal Berantakan
Randy Wirayudha - Okezone
Kamis, 23 Februari 2012 07:37 wib
BARCELONA – Layaknya cinta sejati dan pasangan soulmate, jika satu pihak meninggalkan pasangannya, kehidupan yang ditinggalkan bisa berantakan. Begitulah kira-kira jika Josep Guardiola memutuskan untuk meninggalkan Barcelona, musim panas mendatang.
Sejatinya, ungkapan di atas, tercermin dari komentar Daniel Alves terkait tawaran perpanjangan kontrak yang belum juga diteken Guardiola. Defensor asal Brasil itu mengutarakan, Barca akan kelimpungan jika Guardiola angkat koper dari Camp Nou.
Alves berkesimpulan seperti itu karena menilai selama ini Blaugrana menjadi tim yang spesial, berkat jasa Guardiola. Tanpanya, Barca bukan tim yang banyak dipuja dan berlimpah gelar seperti kenyataannya belakangan ini.
“Saya pikir, mungkin Guardiola akan menandatangani perpanjangan kontraknya karena tanpa dia, kami bukanlah siapa-siapa. Tanpanya, kami seperti kehilangan jangkar dan akan kelimpungan dan akhirnya berantakan. Guardiola memberikan kami stabilitas,” tukas Alves kepada NDTVSports, Kamis (23/2/2012).
Kendati demikian, Alves tetap akan menghormati apapun nantinya keputusan sang Entrenador dan akan membela Guardiola biarpun jika dia pergi, akan dicap sebagai pengkhianat oleh sebagian orang yang tak puas akan keputusannya.
”Jika dia memutuskan untuk pergi, pastinya tidak akan menjadi sebuah pengkhianatan bagi Barca. Jika dia pergi, semua yang sudah dia lakukan untuk Barca akan selalu dikenang,” pungkas bek sayap kelahiran Juazeiro, 28 tahun silam tersebut.
Pemain Barcelona, Alexis Sanchez mengakui bahwa komitmen Messi dan kecintaan Messi terhadap sepak bola adalah motivasi yang baik. Sanchez memuji pengaruh Messi bersama Barcelona telah memberinya sikap baru di lapangan sepak bola.
Pemain 23 tahun asal Chile ini pindah ke Barcelona dari Udinese di awal musim 2011-12. Meski mengalami cedera di awal penampilannya bersama Blaugrana, namun ia mampu tampil mengesankan dalam beberapa pekan terakhir.
Hadir dalam acara launching sepatu baru pemain pada kamis (23/2). Sanchez menyatakan bahwa ia sudah banyak dari Messi pada awal masuknya ke Nou Camp.
"Saya telah belajar dari Messi dan dari semua teman-temanku. Messi telah mengajarkan saya bahwa saya harus ingin bermain setiap menit dan tidak pernah meninggalkan permainan, hanya untuk memperbaiki dan meningkatkan,." ujar Sanchez.
Sanchez sudah tampil bersama Barcelona 14 kali dengan mencetak delapan gol selama musim ini. Terakhir Sanchez mampu mengemas dua gol saat Barcelona bertemu Leverkusen di leg pertama babak 16 besar Liga Champions pada (15/2).
Video2 Highlights Selengkapnya/Skor Dpt diLhat/Klik di Link bawah ini Gan...!!! http://gibol.suzanafm.com/
Guardiola: Barca Takkan Jadi Juara LA Liga
Meylan Fredy Ismawan - detikSport
Senin, 27/02/2012 09:17 WIB
Madrid - Nada pesimistis mulai keluar dari mulut Pep Guardiola terkait peluang Barcelona mempertahankan titel La Liga. Dengan jarak yang begitu jauh dari Real Madrid, dia menilai Barca sudah sangat sulit jadi juara.
Hingga jornada 24, Barca masih tetap di posisi kedua klasemen dengan 54 poin. The Catalans juga masih berselisih 10 angka dari Madrid yang menguasai peringkat teratas.
Di laga terakhir, Barca dan Madrid sama-sama memetik poin sempurna. Barca mengalahkan tuan rumah Atletico Madrid 2-1, sedangkan Madrid menang 1-0 di markas Rayo Vallecano.
Melihat penampilan konsisten Madrid di liga domestik--menang terus dalam sembilan laga terakhir---, Guardiola mulai pesimistis timnya bisa mengejar Los Blancos meski masih ada 14 partai tersisa musim ini.
"Saya punya feeling bahwa kami tak akan memenangi La Liga. Selisih poin sangat besar," ungkap Guardiola di situs resmi klub.
"Saya tak berpikir kami akan memenangi liga, tapi kami akan berjuang untuk menjadi seperti kami yang sebelumnya. Kami akan terus berjuang di setiap pertandingan," imbuhnya.
Location: Di pelukan Yuri -SNSD (kasian deh lu prod)
Posts: 7,121
Quote:
VIVAbola - Inter Milan tampaknya mendapatkan kemajuan dalam usahanya mendatangkan pelatih Barcelona, Pep Guardiola. Setidaknya, kubu Guardiola sudah membuka tangan.
Guardiola memang menjadi pelatih impian pemilik sekaligus Presiden Inter, Massimo Moratti guna membenahi krisis prestasi. Inter mengalami tujuh kali kekalahan dalam delapan laga terakhir di semua ajang.
Pada pertemuan di Spanyol, pekan lalu, raja minyak asal Italia ini siap membayar Guardiola €20 juta setahun untuk meyakinkan Spaniard itu agar mau hijrah ke Milan.
Menurut Corriere dello Sport, Inter memang telah menggelar pertemuan dengan Jose Maria Orobtig. Agen Guardiola itu mengakui kliennya juga mendapatkan tawaran dari klub lain.
Orobtig menjelaskan kepada kubu Inter prasyarat jika ingin mendatangkan Guardiola. Pelatih 41 tahun ini minta agar asistennya, Tito Vilanova juga diboyong ke Giuseppe Meazza. Artinya, Pep dan asisten yang pernah dicolok matanya oleh pelatih Madrid, Jose Mourinho ini harus didatangkan dalam satu paket.
Kondisi Guardiola memang memungkinkan untuk diboyong Inter. Pasalnya, ia selalu hanya mau memperpanjang kontrak setahun dengan kubu Barca.
Kondisi Barca yang mulai mengalami penurunan prestasi dan tantangan baru di Inter disebut-sebut sebagai pemicu motivasi Guardiola menerima tawaran Inter. Kita lihat saja nanti di akhir musim, konstelasi pelatih di antara kedua tim ini, apakah terjadi pergantian atau tidak.
• VIVAbola
Johan Cruyff: Messi Spektakuler, tapi Xavi Terbaik
Mohammad Resha Pratama - detikSport
Jumat, 02/03/2012 05:27 WIB
Guadalajara - Lionel Messi disebut Johan Cruyff adalah pesepakbola paling spektakuler saat ini. Tapi untuk urusan yang terbaik, Xavi Hernandez lah yang dipilih oleh legenda Barcelona itu.
Dalam tiga tahun terakhir memang selalu jadi perdebatan siapa yang paling pantas disematkan gelar pemain terbaik dunia. Okelah Messi dengan segala aksinya di lapangan sudah membuktikan dengan mempertahankan Ballon d'Or sejak tahun 2009 hingga 2011.
Tapi di satu sisi Xavi juga disebut pantas menyandang gelar itu melihat kontribusinya untuk Barca dan juga timnas Spanyol. Ya, gelar di level internasional lah yang acap membuat Messi diragukan sebagai pemain terbaik dunia.
Beda dengan Xavi yang relatif stabil performanya di klub maupun negara, Messi cenderung naik turun bersama Abiceleste. Tapi permainan Xavi boleh jadi tak seaktraktif Messi dan itulah yang jadi nilai lebih pesepakbola berusia 24 tahun itu.
Jika hal tersebut ditanyakan kepada Cruyff yang kini menangani klub Meksiko, Chivas Guadalajara, pria asal Belanda itu punya jawaban diplomatis soal siapa yang terbaik di antara Messi dan Xavi.
"Pemain terbaik di dunia tidak akan ada karena banyak posisi yang berbeda-beda," tutur Cruyff kepada ESPN.
"Ada banyak pemain spektakuler seperti Messi. Tapi jika Anda melihat pemain seperti Xavi, yang mampu mengontrol bola dan mengatur laju pertandingan, dia juga adalah pemain hebat. Tapi sangat berbeda dengan Messi," sambungnya.
"Sangat sulit untuk mengatakan siapa yang terbaik. (Dalam pandanganku), Messi adalah pemain paling spektakuler, tapi Xavi yang terbaik," lugas Cruyff.