Ini Dia Profil Bos Yawadwipa, si Peminat Bank Mutiara
Quote:
Jakarta - Sebuah perusahaan yang baru saja berdiri tahun ini, Yawadwipa Companies, berniat menawar bank itu seharga US$ 750 juta. Pengumuman dari Yawadwipa itu langsung memunculkan pertanyaan siapa pemimpin perusahaan yang berani menawa Bank Mutiara dengan harga mahal itu.
Perusahaan tersebut dipimpin oleh Christopher Holm sebagai Chief Executive Officer (CEO). Pria yang biasa disapa Chad ini sudah menangani lebih dari 50 kesepakatan finansial dengan nilai lebih dari US$ 150 miliar atau setara Rp 1.350 triliun.
Dikutip dari profil Chad yang diterima detikFinance, Selasa (7/2/2012), berikut ini beberapa poin menjadi latar belakang calon pemilik baru Bank Mutiara tersebut:
* Hampir 20 tahun bergerak di bisnis finansial serta memilih individu dan strategi yang tepat dalam berinvestasi.
* Pernah menempati beberapa posisi penting, seperti Direktur di Bank of America Merril Lynch dan Citigroup, juga pernah di Lazard Ltd.
* Menghasilkan transaksi di lebih dari 20 negara dengan nilai sebanyak US$ 75 miliar di luar AS dan US$ 35 miliar di Asia.
* Membantu IPO (initila public offering (IPO) dengan total kapitalisasi pasar lebih dari US$ 100 miliar.
* Mengeksekusi salah satu dari lima transaksi besar di lima industri berbeda.
* Lulusan jurusan akunting, finansial dan ekonomi, berstatus MBA dari Universitas Chicago.
Beberapa transaksi yang pernah dilakukan:
* Merger Bank One dengan JP Morgan Chase (US$ 60 miliar), menjadikannya bank komersial terbesar AS.
* Akuisisi Barclays Global Investors (US$ 15 Miliar) dan Merrill Lynch Investment Managers (US$ 11 miliar) oleh BlackRock, sehingga membentuk manajer investasi terbesar di dunia.
* Merger Bursa Saham New York dengan Pan-European Euronext (US$ 13 miliar)
* Merger BM&F dengan Bovespa (US$ 13 miliar) di Brasil.
* Penjualan 25% saham Abu Dhabi di RHB, bank asal Malaysia (US$ 2 miliar).
* Merger Osaka Securities Exchange dengan Tokyo Stock Exchange (US$ 4 miliar).
* Penjualan Alico oleh AIG di Jepang (US$ 15 miliar).
* Penjualan Nikko Cordial (US$ 9 miliar) dan Nikko Asset Management (US$ 1 miliar) oleh Citigroup di Jepang.
* Pembelian saham minoritas di AXA Financial oleh AXA Group asal Prancis (US$ 10 miliar).
* Penjualan PIMCO ke Allianz AG asal Jerman (US$ 5 miliar).
INI KOMENTAR DI BUAT2 AGAR BANK MUTIARA TERUS TERUSAN NGGA LAKU... ADA YANG MINAT MALAH DI TUDUH2... KALAU UDAH NGGA LAKU MAKIN ADA AJA ALASAN UNTUK MENYALAHKAN PEMERINTAH... PARA PENGAMAT BEJAT DAN POLITIKUS BUSUK... KALAU UDAH LAKU DAN BALIK 6,7 TRILIUN UDAH NGGA ADA ALASAN LAGI MENYEBUTKAN ADA KERUGIAN NEGARA ALIAS... IMPAS...
Kalau bener deal penjualan bank mutiara, kira-kira seratus persen bisa sampai ke tangan yang berwenang ga tuw? takutnya banyak sunatan sana-sini oleh kaum opportunis nie....