Keterlaluan! Ruhut Sitompul: Non Jawa Jangan Bermimpi Jadi Presiden
Quote:
RMOL. Urusan Jawa dan non Jawa agaknya masih penting untuk dibicarakan di atas pentas politik Indonesia.
Setidaknya demikian menurut Jurubicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul. Seperti dimuat Harian Rakyat Merdeka edisi hari ini (Kamis, 13/1), Ruhut menyarankan agar politisi non Jawa jangan bermimpi jadi presiden. Politisi-politisi non Jawa itu dimintanya untuk bersabar dulu, dan jangan nggege mongso (memaksakan kehendak) karena "Belanda masih jauh."
“Ini bukan SARA tapi realitas politik. Kita sudah dua kali lakukan pemilihan presiden langsung, tapi yang masuk tiga besar, calon-calon dari Jawa,” ujar Ruhut.
Menurut Ruhut, apa yang disampaikannya bukan asal bicara, tapi realitas yang dirasakan. Kata dia, jangankan dipilih langsung rakyat, di internal partai saja, calon dari luar Jawa selalu kalah. Sebagai contoh, Ruhut menunjuk bekas Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung. Akbar, sudah pernah berjuang habishabisan pasang badan untuk Golkar tapi dalam konvensi capres Golkar, dia kalah oleh Wiranto yang tokoh Jawa.
“Ini bukti yang tidak bisa dihindari. Saya bisa ngomong begini karena jadi saksi hidup pada konvensi capres Golkar. Ketika itu saya masih di Golkar dan menjadi salah satu panitia konvensi, kata Ruhut dengan enteng.
Pernyataan Ruhut ini disampaikan untuk menanggapi pernyataan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Muhammad Nadjib. Menurut Nadjib, tidak tertutup kemungkinan Partai Demokrat akan mengambil bos PAN Hatta Rajasa yang lahir di Palembang tahun 1953 silam sebagai capres maupun cawapres.
Menurut Najib, kemungkinan itu bisa dilihat dari beberapa indikasi, di antaranya, pada pilpres 2009, Hatta ditunjuk sebagai ketua tim sukses SBY-Boediono. Selain itu, lanjutnya, Hatta pernah jadi menteri dan sekarang malah menjabat Menko Perekonomian.
“Jadi, saya pikir Hatta sudah pantas dijadikan capres,” katanya.
Politisi PAN itu mengakui, hingga saat ini belum ada pembicaraan sama sekali dengan Demokrat atau partai lain untuk mengajukan Hatta sebagai capres atau cawapres.
Sementara menurut Ruhut, Demokrat belum memutuskan masalah capres, masih menunggu keputusan majelis tinggi. Tapi Ruhut yakin, tak mungkin Demokrat mencalonkan Hatta Rajasa sebagai presiden, karena masih banyak kader Demokrat yang pantas. Dia menyebut tiga nama yakni Ani Yudhoyono, Pramono Edy Wibowo dan Anas Urbaningrum.
"Kayaknya, Demokrat akan memprioritaskan kader dari dalam," kata Ruhut.
Pernyataan Ruhut ini tentu juga menyentil parpol lain yang sudah memunculkan sejumlah nama capres dari non Jawa. [guh]
Nga abis pikir nih ama pengede2 demokrat. Kok dibiarin ini orang ya? Ucapannya nga pernah ada manfaatnya. Asal jeplak, cari sensasi...
Hari gini masih ngomongin ke daerahan...
thanks bang Ruhut atas pencerahan dan kejujurannya....
katakanlah yang benar walaupun pahit....
sampaikan realitas yang ada ....
agar bangsa ini tidak hidup di alam mimpi.....
kami cinta kejujuran dan kepolosanmu ....
we love you full...bang ruhut..........
Nga abis pikir nih ama pengede2 demokrat. Kok dibiarin ini orang ya? Ucapannya nga pernah ada manfaatnya. Asal jeplak, cari sensasi...
Hari gini masih ngomongin ke daerahan...
Bagaimana jika nanti ada revolusi kita cari pembunuh bayaran dan patungan buat ngebunuh Ruhut?? tapi sebelum dibunuh, mulutnya dimutulasi dan dibiarin hidup sehari....
Seingat sy dulu saat pemilu tahun 2009 juga ada nada berbau rasis saat pak AM kader Demokrat bilang orang Makassar belum saatnya jadi presiden.
Padahal khan pak AM orang Makassar jg tp kenapa ndak mau ya ada orang dari daerahnya yg jd presiden.
Bagaimana jika nanti ada revolusi kita cari pembunuh bayaran dan patungan buat ngebunuh Ruhut?? tapi sebelum dibunuh, mulutnya dimutulasi dan dibiarin hidup sehari....
nah ... perencana kejahatan (pembunuhan) ... hrs diwaspadai ... mulai kehilangan akal ...