| ||||||
| PolitikDiskusi seputar tokoh, partai politik, kebijakan dan seputarnya di sini... |
![]() |
| Thread Tools | Display Modes |
| #1 | |
| Addict Member ![]() | Kita sudah sama-sama mengetahui bahwa citra POLRI (yang sempat cemerlang pada waktu menumpas terorisme) dewasa ini sangat terpuruk akibat blunders dalam kasus AA dan BSR-CH. POLRI 'dituduh' telah merekayasa ke dua kasus itu. Keterpurukan citra dan wibawa POLRI ini ditengarai dengan: 1. Adanya rekaman antara Anggoro dan Anggodo dengan beberapa petinggi/penyidik POLRI 2. adanya penerusan perkara BSR-CH yang menururt pendapat umum dan Tim-8 sangat lemah dasar atau bukti awalnya sehingga ada kesan rekayasa atau dipaksakan karena menerima pesanan tertentu 3. adanya koreksi BAP Ari muladi dan Williardi W yang tidak dihiraukan oleh POLRI 4. Adanya kata2 KAPOLRI di Komisi III DPR yang bersifat GOSSIP yang kemudian mengantarkan ybs pergi ke rumah Alm Nurkholis untuk meminta maaf kepada Ibu Nurkholis ttg ucapannya itu 5. tidak segera ditangkapnya Anggodo dengan alasan tidak cukup bukti 6. hasil pemeriksaan Propam dan Irwasum terhadap SD yang hasilnya Tidak ada bukti penyalahgunaan wewenang dan korupsi yang dilakukan SD (tapi akhirnya dicopot juga) 7. tuduhan kriminalisasi KPK dan MEDIA dengan pemanggilan pers atas laporan polisi dari Anggodo 8. adanya salah tembak terhadap penduduk sewaktu pengejaran preman dan KESENGAJAAN menembak para penjudi di daerah 9. kasus Minah dngan 3 cocoa mentahnya 10. kasus ditahannya penghuni apartemen karena merecharge HP dan masih banyak sederet sejarah buram yang dilakukan oleh POLRI, termasuk kerja POLRI di lapangan, termasuk penilangan para pengguna jalan yang melanggar lalu lintas, permintaan uang operasional kepada pelapor barang hilang, menjadi backing illegal logging, dsb. Saya yakin seluruh masyarakat sebenarnya CINTA kepada POLRI. Suatu negara tanpa polisi pasti akan kacau karena mereka adalah penegak hukum dan pelindung masyarakat. Dan kelihatannya para petinggi POLRI bingung (atau memang tidak ada komitmen?) bagaimana memulai memperbaiki organisasi POLRI yang mempunyai fungsi strategis tersebut. Oleh karena itu, berdasar kecintaan kita-kita kepada POLRI, ayo kita berikan TIPS bagaimana mengembalikan citra dan wibawa POLRI. Saya mempunyai beberapa tips yang mungkin berguna bagi para petinggi POLRI untuk mengambil kebijakan dalam mereformasi birokrasi di kalangan POLRI. Teman lain silakan menyempurnakan, menambah, atau mengkritik usulan-usulan saya di bawah ini: 1. KAPOLRI membuat statement melalui media untuk dengan satria MENGAKUI SEGALA KESALAHAN atas tindakan aparat POLRI yang nyata-nyata salah, SEKALIGUS menyatakan bertanggungjawab atas kesalahan-kesalahan itu dan bila perlu SIAP mengundurkan diri. JANGAN MEMBELA DIRI, karena setiap pembelaan diri akan menambah 'kebencian' masyarakat 2. Pimpinan POLRI harus berkomitmen luar dalam untuk membenahi tubuh POLRI. Jangan hanya mengklaim REFORMASI BIROKRASI namun hanya menuntut REMUNERASInya saja. 3. Buat sanksi yang tegas (aturannya PASTI sudah ada) kepada aparat POLRI yang melakukan (a) sesuatu diluar prosedur, (b) melakukan korupsi, (c) meminta uang sebagai imbalan menemukan barang yang dicuri, (d) menerima setoran dari pengusaha karena telah melindungi usaha ybs. (e) melakukan penjebakan pada sekitar rambu LL, (f) memungut upeti, (g) dsb tindakan tercela lainnya. PECAT LANGSUNG polisi nakal seperti ini, dan UMUMkan ke masyarakat 4. BERSIKAP ADIL, tidak menutupi kasus krimanal para pejabat atau yang punya uang dan menindas dan memeras kasus yang melibatkan wong cilik. POLRI adalah untuk semua, bukan hanya untuk yang punya duit. 5. Menambah rasio POLRI-Masyarakat secara bertahap. Proporsionalkan penempatan / Penugasan POLRI. Berikan porsi yang lebih besar untuk penugasan POLRI yang dekat dengan masyarakat. (Saat ini, saya rasa penempatan POLRI lebih besar ke tugas-tugas PATWAL, Penjagaan Pejabat, dsb. Sebagai bukti: kalau ada pejabat (baca: Presiden/Wapres) mau lewat di suatu ruas jalan berapa banyak aparat POLRI dikerahkan untuk pengamanan ini) 6. Hapus TILANG yang berupa panggilan sidang yang naga-naganya mengarah pada negosiasi. Hal ini sama saja dengan "lepas dari mulut buaya, masuk ke mulut harimau" karena sidang di pengadilan negeri juga banyak calo/makelar kasus. Perbanyak Formulir Biru (tilang dengan cara bayar melalui bank terdekat). Lakukan langkah simpatik dengan cara MENCEGAH terjadinya pelanggaran, bukan MENINDAK (atau MENJEBAK) pelanggar lalu lintas. Perbanyak maaf terhadap pelanggar lalu lintas, bukan malah mencari-cari kesalahan. 7. KPK HARUS MENYELIDIKI KEKAYAAN APARAT POLRI BAIK PEJABATNYA MAUPUN APARAT BAWAH. USUT ASAL USULNYA. DALAM HAL INI PIMPINAN POLRI HARUS KOOPERATIF UNTUK SIAP DIPERIKSA (TERMASUK PIMPINANNYA SENDIRI). TIDAK LAGI ADA ISTILAH CICAK MAKAN BUAYA HANYA KARENA KPK MENYELIDIKI KEKAYAAN PEJABAT POLRI KARENA MEMANG BIDANG TUGASNYA. 8. BERTUGAS DENGAN MENEBAR SENYUM KEPADA SIAPAPUN, TIDAK MENEBAR MUKA GALAK terutama kepada masyarakat bawah atau pencari keadilan. 9. TIDAK IKUT MEMPERJUALBELIKAN PERKARA, karena ini bagian dari Mafia peradilan yang akan diganyang oleh SBY 10. Secara fungsional PUTUSKAN HUBUNGAN INSTITUSI POLRI dengan INKOPOL (INDUK KOPERASI POLRI) dalam pelaksanaan layanan publik kepada masyarakat (pemberian SIM, pengurusan STNK, dsb). HILANGKAN PRIVILEGES INKOPOL dan LELANGKAN dengan fair layanan publik yang perlu peran swasta. Itu dulu tips yang saya tawarkan, masih banyak lagi sebenarnya yang bisa ditempuh pimpinan POLRI dalam rangka memperbaiki citra dan wibawa POLRI. AYO DFers, berikan sumbang saran kepada pengayom masyarakat yang satu ini, agar masyarakat benar-benar terlindungi, aman, tenteram, dan merasa sejuk meski tanpa AC ... Tabik ... |
ASTAGAAAA ... TERNYATA SELAMA INI NEGERIKU TELAH SALAH URUS ....Last edited by pomphy; 28th November 2009 at 09:22.. |
| DetikForum Ads |
| #2 | |
| Mania Member ![]() Join Date: Jan 2009 Location: di sebelah eyang kakung... Posts: 6,157 ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() | kalau kayak begini bagus nih buat memperbaiki citra polri yang terpuruk... terlihat kan polri memasyarakat... ![]() ![]() ![]() sumber harian analisa, sumatera utara, 23 november 2009, hal. 3 |
| Always pushing Always Underestimating |
| #3 | |
| Addict Member Join Date: Aug 2009 Posts: 423 ![]() | Rubah mekanisme pendidikan POLRI sehingga tidak menghasilkan Polisi yang money oriented. |
| #4 | ||
| Addict Member Join Date: Apr 2009 Posts: 105 ![]() | Quote:
walah... jadi... semua itu hanya mimpi? YA IYA LAH, MASA YA IYA DONG... yakinlah: BHD ngga sanggup utk itu, wong bossnya aja ga jelas arahannya apa plus BHD ini bukan tipe punya inisiatif, sm anak buah aja sering kena dikibulin koq... ![]() ![]() ![]() | |
| #5 | |
| Mania Member Join Date: May 2009 Posts: 1,255 ![]() | salah satu cara yg efektif kedepan dalam memperbaiki citra POLRI , sistem penerimaan calon AKPOL, Brimob di reformasi. HAPUS : Pungli pungli, makelar, calo, dan biaya masuk calon anggota POLRI. dengan demikian, setelah lulus pendidikan taruna dan mengabdi ke masyarakat tidak memikirkan balik modal uang yg dikeluarkan ketika pendidikan. |
| #6 | ||
| Addict Member Join Date: Oct 2009 Posts: 584 ![]() | Quote:
1. Sekolah Polisi Negara (SPN) yang mensyaratkan pendidikan terendah SMU atau sederajat dan lulusannya menjadi ujung tombak tugas polisi di masyarakat. 2. Akademi Kepolisian (AKPOL) yang mensyaratkan pendidikan terendah SMU, atau lulusan SPN yang berprestasi tetapi output atau lulusannya adalah polisi elite. 3. Sumber Sarjana yang mensyaratkan para sarjana multi disiplin. Jangan sekedar sistem penerimaan taruna baru di AKPOL, juga termasuk di tingkatan SPN (Sekolah Polisi Negara), karena jumlah terbesar polisi di negara ini adalah lulusan dari SPN. ![]() ![]() Dasar : Informasi Pembukaan Dik Brigadir Polisi TA. 2009. * Bahwa pada tanggal 14 Juli 2009 akan dibuka Dik Brigadir Polisi TA. 2009 dengan jumlah peserta Dik 5000 orang terdiri dari 4550 pria (1414 Brigadir Polisi Tugas Umum, 1411 Brigadir Polisi POLMAS, 260 Brigadir Polisi Reskrim, 625 Brigadir PTU Perbatasan, 440 Brigadir Polisi Brimob, 400 Brigadir Polisi Perairan) dan 450 Wanita (410 Brigadir PTU Perbatasan, 40 Brigadir Polisi Reskrim). * Tempat Dik di SPN Lido, SPN Cisarua, SPN Mandalawangi, SPN Purwokerto, SPN Mojokerto, Sepolwan, Pusdik Gasum, Pusdik Brimob dan Pusdik Polair. * Lama Pendidikan 5 (lima) bulan, terdiri dari 1 Bulan Dasbhara dan 4 Bulan Pendidikan Fungsi Teknis Kepolisian. | |
| Nuestra Arma es Nuestra Palabra Last edited by papagila; 28th November 2009 at 14:21.. |
| #7 | |
| Banned Join Date: Oct 2009 Posts: 379 ![]() | jd polisi byr brp cih skr ? kasih discount dong biar citranya gak terpuruk ![]() |
| #8 | |
| Mania Member Join Date: Jun 2008 Location: Indonesia tanah airku Posts: 8,712 ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() | Jangka pendek untuk membangkitkan kembali citra polisi adalah ganti Kapolri. Karena bersalah atau tidak kapolri, institusi yang dipimpinnya telah gagal dalam mengemban kepercayaan masyarakat. Tak diragukan lagi BHD memang santun dan berwibawa secara personal. Tetapi untuk manajemen anak buah beliau telah gagal. Harus ada penyegaran segera, (vulgarnya perombakan!) ![]() Kedua, saya setuju sama yang di atas-atas. Rekrutmen, pungli, markus, birokrasi yang berbelit-belit dst harus diperbaharui. Tidak ada alasan kalau nggak markus nggak balik modal, nggak makan, nggak punya terano dst. Contohlah Pak Hugeng, hidup sederhana, tidak show off, maka apapun pangkat dan jabatannya tidak perlu menjadi markus. ![]() Saya pun mendukung untuk pengembalian citra Polri. ![]() |
| #9 | |
| Groupie Member ![]() | cuci bajunya ntar pake pemutih biar klop |
| Boobs Never Lie |
| #10 | ||
| Mania Member Join Date: Oct 2009 Location: under Adisucipto Air Traffic Posts: 1,288 ![]() | Emang sangat perlu menaikkan citra polisi. Satu satunya cara adalah dengan "JUJUR". Quote:
| |