Ketua Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf mengatakan pihaknya menemukan modus transaksi keuangan yang mencurigakan yang mirip dengan yang dilakukan oleh Gayus Tambunan. Oknum tersebut seorang PNS muda mempunyai rekening di 18 bank dengan jumlah yang di luar kepatutan.
Hal ini ia kemukakan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI hari ini (20/2) di Gedung DPR, Jakarta.
“Kami sudah mengirimkan datanya ke Kejaksaan Agung beberapa hari yang lalu. Silakan tanyakan ke sana,” kata Muhammad Yusuf, ketika Jaringnews mengkonfirmasi hal itu seusai rapat. Muhammad Yusuf tidak mau merinci lebih jauh, baik tentang bekerja di instansi mana ‘fotokopi’ Gayus Tambunan tersebut, mau pun tentang domisilinya.
Yang jelas, menurut Muhammad Yusuf, PNS muda ini berumur di bawah 40 tahun. Ia mempunyai rekening di sejumlah bank, dan baru beberapa hari lalu, PPATK menemukan lagi transfer sejumlah US$250 ribu ke rekeningnya.
“Jadi masih ada yang seperti Gayus Tambunan,” kata Muhammad Yusuf.
Pada kesempatan terpisah, Wakil Ketua PPATK, Agus Santoso, mengatakan sangat penting saat ini untuk kembali membangkitkan nilai-nilai moral keluarga. “Misalnya, wajib bagi istri untuk mengetahui besarnya penghasilan suami,” kata Agus. Demikian juga ia mencontohkan tentang adanya seorang anak yang mentransfer miliaran rupiah kepada rekening ibunya. “Seharusnya ibunya menanyakan darimana anaknya memperoleh uang sebesar itu,” kata Agus.
Menurut Agus, hal seperti ini harus ditekankan karena dalam UU Pencucian Uang, baik yang memberikan mau pun yang menerima uang, akan dijerat hukum. Dalam hal ini, seringkali anggota keluarga turut jadi korban. http://jaringnews.com/politik-perist...bunan-jilid-ii
Untung sampai dengan saat ini tidak ada yang berani bertanya kepada ana, dari mana sumber penghasilan ana...?
Yang berani bertanya tentang biodata ana dan sumberpenghasilan ana, maka ana instruksikan untuk memberikan pertanyaan balik kepada si penanya dengan menanyakan balik biodata dan penghasilan si penanya..
tujuannya biar ana terbebas dari yg menanyakan biodata dan penghasilan ana tsb, karena si penanyalah yang harus menunjukan biodata dan penghasilannya.dan bukan ana.
Ketua Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf mengatakan pihaknya menemukan modus transaksi keuangan yang mencurigakan yang mirip dengan yang dilakukan oleh Gayus Tambunan. Oknum tersebut seorang PNS muda mempunyai rekening di 18 bank dengan jumlah yang di luar kepatutan.
Hal ini ia kemukakan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI hari ini (20/2) di Gedung DPR, Jakarta.
“Kami sudah mengirimkan datanya ke Kejaksaan Agung beberapa hari yang lalu. Silakan tanyakan ke sana,” kata Muhammad Yusuf, ketika Jaringnews mengkonfirmasi hal itu seusai rapat. Muhammad Yusuf tidak mau merinci lebih jauh, baik tentang bekerja di instansi mana ‘fotokopi’ Gayus Tambunan tersebut, mau pun tentang domisilinya.
Yang jelas, menurut Muhammad Yusuf, PNS muda ini berumur di bawah 40 tahun. Ia mempunyai rekening di sejumlah bank, dan baru beberapa hari lalu, PPATK menemukan lagi transfer sejumlah US$250 ribu ke rekeningnya.
“Jadi masih ada yang seperti Gayus Tambunan,” kata Muhammad Yusuf.
Pada kesempatan terpisah, Wakil Ketua PPATK, Agus Santoso, mengatakan sangat penting saat ini untuk kembali membangkitkan nilai-nilai moral keluarga. “Misalnya, wajib bagi istri untuk mengetahui besarnya penghasilan suami,” kata Agus. Demikian juga ia mencontohkan tentang adanya seorang anak yang mentransfer miliaran rupiah kepada rekening ibunya. “Seharusnya ibunya menanyakan darimana anaknya memperoleh uang sebesar itu,” kata Agus.
Menurut Agus, hal seperti ini harus ditekankan karena dalam UU Pencucian Uang, baik yang memberikan mau pun yang menerima uang, akan dijerat hukum. Dalam hal ini, seringkali anggota keluarga turut jadi korban. http://jaringnews.com/politik-perist...bunan-jilid-ii
Ketua Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf mengatakan pihaknya menemukan modus transaksi keuangan yang mencurigakan yang mirip dengan yang dilakukan oleh Gayus Tambunan. Oknum tersebut seorang PNS muda mempunyai rekening di 18 bank dengan jumlah yang di luar kepatutan.
Hal ini ia kemukakan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI hari ini (20/2) di Gedung DPR, Jakarta.
“Kami sudah mengirimkan datanya ke Kejaksaan Agung beberapa hari yang lalu. Silakan tanyakan ke sana,” kata Muhammad Yusuf, ketika Jaringnews mengkonfirmasi hal itu seusai rapat. Muhammad Yusuf tidak mau merinci lebih jauh, baik tentang bekerja di instansi mana ‘fotokopi’ Gayus Tambunan tersebut, mau pun tentang domisilinya.
Yang jelas, menurut Muhammad Yusuf, PNS muda ini berumur di bawah 40 tahun. Ia mempunyai rekening di sejumlah bank, dan baru beberapa hari lalu, PPATK menemukan lagi transfer sejumlah US$250 ribu ke rekeningnya.
“Jadi masih ada yang seperti Gayus Tambunan,” kata Muhammad Yusuf.
Pada kesempatan terpisah, Wakil Ketua PPATK, Agus Santoso, mengatakan sangat penting saat ini untuk kembali membangkitkan nilai-nilai moral keluarga. “Misalnya, wajib bagi istri untuk mengetahui besarnya penghasilan suami,” kata Agus. Demikian juga ia mencontohkan tentang adanya seorang anak yang mentransfer miliaran rupiah kepada rekening ibunya. “Seharusnya ibunya menanyakan darimana anaknya memperoleh uang sebesar itu,” kata Agus.
Menurut Agus, hal seperti ini harus ditekankan karena dalam UU Pencucian Uang, baik yang memberikan mau pun yang menerima uang, akan dijerat hukum. Dalam hal ini, seringkali anggota keluarga turut jadi korban. http://jaringnews.com/politik-perist...bunan-jilid-ii
sdh dpt diduga ini adalah PNS Kementerian Keuangan ... krn hy disana yg ada uang banyak dan banyak lobang utk korupsi ... !
sdh dpt diduga ini adalah PNS Kementerian Keuangan ... krn hy disana yg ada uang banyak dan banyak lobang utk korupsi ... !
Ah kata siapa Kementrian keuangan doang yang punya lahan miliaran, itu Kemenpora juga nyampe tuh miliaran. Terungkap di sidang Nazar tadi pas saksi Andi, sekelas Sesmenpora aja duitnya $ 1,2 jt dari satu proyek doang(itu juga kalau ditelen sendiri)
Ah kata siapa Kementrian keuangan doang yang punya lahan miliaran, itu Kemenpora juga nyampe tuh miliaran. Terungkap di sidang Nazar tadi pas saksi Andi, sekelas Sesmenpora aja duitnya $ 1,2 jt dari satu proyek doang(itu juga kalau ditelen sendiri)
Sesmenpora itu kan sdh divonis ... PPATK tdk bilang kalo ada rek.nya berjumlah milyaran diatas jumlah Gayus ...