DetikForum

DetikForum (http://forum.detik.com/index.php)
-   Politik (http://forum.detik.com/forumdisplay.php?f=49)
-   -   Intip Rincian Utang Luar Negeri RI, Paling Banyak untuk Apa? (http://forum.detik.com/showthread.php?t=1951684)

tom.hardi 17th February 2019 17:01

Intip Rincian Utang Luar Negeri RI, Paling Banyak untuk Apa?
 
Rincian Anggaran dan Realisasi Infrastruktur.




Seperti diketahui, pemerintah menyiapkan anggaran untuk infrastruktur, pendidikan dan kesehatan setiap tahun. Anggaran tersebut untuk tiga sektor itu bervariasi tapi catatkan kenaikan.

Dari data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), anggaran infrastruktur mencapai Rp 256,1 triliun pada 2015. Lalu meningkat menjadi Rp 269,1 triliun pada 2016, kemudian naik lagi menjadi Rp 388,3 triliun pada 2017. Selanjutnya naik menjadi Rp 410,7 triliun, dan terus meningkat menjadi Rp 415 triliun pada 2019.

Bagaimana dengan anggaran pendidikan?

Anggaran pendidikan mencapai Rp 409,1 triliun pada 2015. Lalu kembali naik menjadi Rp 419,2 triliun pada 2016. Namun pada 2017, anggaran pendidikan turun jadi Rp 416,1 triliun. Kemudian meningkat menjadi Rp 444,1 triliun pada 2018. Anggaran pendidikan tercatat menjadi Rp 492,5 triliun pada 2019.

Lalu bagaimana anggaran kesehatan?

Anggaran kesehatan tercatat mencapai Rp 65,9 triliun pada 2015. Lalu kembali naik menjadi Rp 92,3 triliun pada 2016. Anggaran tersebut naik lagi menjadi Rp 104,9 triliun pada 2017 dan mencapai Rp 111 triliun pada 2018. Lalu anggaran kesehatan tercatat menjadi Rp 123,1 triliun pada 2019.

Dalam pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sidang tahunan MPR pada 16 Agustus 2018, menyebutkan sejumlah pengembangan infrastruktur. Hal itu antara lain dari 2015-2017, pemerintah terus menguat konektivitas tol laut dengan pembangunan dan pengembangan pelabuhan. Dari 2015 hingga 2017 ada 477 lokasi.

Selain itu, mengutip dari laporan 4 tahun Jokowi-JK untuk infrastruktur konektivitas, hingga 2018 telah terbangun jalan sepanjang 3.432 KM, jalan tol sepanjang 947 KM, jembatan sepanjang 39,8 KM, dan jembatan gantung 134 unit.

Lalu kereta api, hingga 2018 telah terbangun jalur KA termasuk jalur ganda dan reaktivitas 754, km, peningkatan dan rehabilitasi jalur KA 413,6 km, light rail transit (LRT) yaitu di Sumatera Seletan, Jakarta, dan Jabodebek, serta mass rapid transit.

Selanjutnya hingga 2018 telah terbangun 10 bandara baru, revitalisasi dan pengembangan 408 bandara di daerah rawan bencana, terisolasi dan wilayah perbatasan. Kemudian, jembatan udara ada penirinan disparitas harga lima bahan kebutuhan pokok sebesar 57,21 persen untuk masyarakat daerah terpencil dan tertinggi atau daerah yang belum terlayani moda transportasi lain.

Untuk pelabuhan, telah terbangun 19 pelabuhan, 8 pelabuhan sedang dibangun dan selesai 2019. Ada tambahan lima unit kapal penyeberangan penumpangan, tambahan tiga unit kapal motor penyeberangan, dan tambahan 10 pelabuhan penyeberangan,

Di infrastruktur energi, pembangunan jaringan gas kota dan pipa transmisi distribusi gas antara lain pada 2014 ada 200.000 sambungan rumah tangga (SR), kemudian naik jadi 220.363 pada 2015, kemudian 319.514 pada 2016. Selanjutnya naik menjadi 373.190 pada 2017, dan 463.619 pada 2018.

Di infrastruktur telekomunikasi, palapa ring paket baret yang mulai berinovasi pada awal April 2018 di 475 kabupaten dan kota. Penguatan BTS mencapai 175 ribu menara, dan mobile coverage ada 75 ribu kelurahan.


https://m.liputan6.com/bisnis/read/3...nyak-untuk-apa

tom.hardi 17th February 2019 17:06

Mengintip Besaran Utang Luar Negeri BUMN


Jakarta, CNBC Indonesia - Utang Luar Negeri Indonesia terus tumbuh di akhir kuartal III-2018. Posisi ULN Indonesia pada akhir kuartal III-2018 tercatat US$ 359,8 miliar atau Rp 5.397 triliun (Asumsi Kurs US$ 1 = Rp 15.000).

Utang tersebut terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar US$ 179,2 miliar, serta utang swasta termasuk BUMN sebesar US$ 180,6 miliar.

Jika di-breakdown lebih dalam, seperti tertuang dalam data Statistik Utang Luar Negeri (SULNI) Bank Indonesia, Jumat (16/11/2018), khusus utang luar negeri BUMN pada akhir kuartal III-2018 tercatat tumbuh 8% dibandingkan pada kuartal III-2017.


Total utang luar negeri BUMN pada Kuartal III-2018 mencapai US$ 36,1 miliar atau Rp 541,5 triliun lebih tinggi dari Kuartal III-2017 yang hanya sebesar US$ 33,41 miliar atau Rp 501,15 triliun.

Berikut rincian utang luar negeri BUMN pada Akhir September 2018 :

Utang BUMN Bank :
September 2018 : US$ 5.876 Juta
September 2017 : US$ 5.372 Juta


BUMN Lembaga Keuangan Bukan Bank :
September 2018 : US$ 3.604 Juta
September 2017 : US$ 4.019 Juta

BUMN Bukan Lembaga Keuangan :
September 2018 : US$ 26.653 Juta
September 2017 : US$ 24.026 Juta

Total BUMN :
September 2018 : US$ 36.133 Juta
September 2017 : US$ 33.417 Juta



https://www.cnbcindonesia.com/market...ar-negeri-bumn

buFFalo 17th February 2019 17:08

Gerindra: Ternyata Utang Lebih Banyak Untuk Gaji Pegawai, Bukan Infrastruktur

Jika merujuk pada kritik ekonom senior Faisal Basri, maka utang luar negeri paling banyak digunakan untuk belanja pegawai sebesar Rp 336 triliun dan belanja barang sebesar Rp 340 triliun.

Nggak malu yah ngasih bini duit harom ?
Harom gimana , mosok kerja nggak mau terima gaji.

tom.hardi 17th February 2019 17:20

Quote:

Originally Posted by buFFalo (Post 39041019)
Gerindra: Ternyata Utang Lebih Banyak Untuk Gaji Pegawai, Bukan Infrastruktur

Jika merujuk pada kritik ekonom senior Faisal Basri, maka utang luar negeri paling banyak digunakan untuk belanja pegawai sebesar Rp 336 triliun dan belanja barang sebesar Rp 340 triliun.

Nggak malu yah ngasih bini duit harom ?
Harom gimana , mosok kerja nggak mau terima gaji.

Pakdhe bilang :




"Saya disuruh bekerja, ya kerja. Mau dinilai jelek, terserah yang menilai."

buFFalo 17th February 2019 17:21

Quote:

Originally Posted by tom.hardi (Post 39041069)
Pakdhe bilang :




"Saya disuruh bekerja, ya kerja. Mau dinilai jelek, terserah yang menilai."

Iya , tapi nggak teriak2 duit najis tetap di leb. :nyengir:

tom.hardi 17th February 2019 17:23

Quote:

Originally Posted by buFFalo (Post 39041075)
Iya , tapi nggak teriak2 duit najis tetap di leb. :nyengir:


Yg bilang duit najis itu siapa ya ?


Jangan membuat pakdhe Jokowi menjadi jengah.

tom.hardi 17th February 2019 17:33

Bagaimana tren utang atau liabilitas masing-masing BUMN konstruksi?

Empat BUMN konstruksi yang dipantau S&P Global itu yakni PT Pembangunan Perumahan Tbk. (PTPP), PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA), PT Adhi Karya Tbk. (ADHI), dan PT Waskita Karya Tbk. (WSKT).

Pada 2017, Adhi Karya mencetak pendapatan sebesar Rp15,15 triliun. Angka itu naik 55 persen dari 2013 sebesar Rp9,79 triliun. Pendapatan Adhi Karya sempat kendor pada 2014, tapi konsisten mencetak kenaikan pada tahun-tahun berikutnya.

Dalam 5 tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan tahunan Adhi Karya mencapai 13 persen. Pada pos laba bersih komprehensif, Adhi Karya meraup Rp517 miliar sepanjang 2017, naik 26 persen dari 2013 sebesar Rp410 miliar. Meski pertumbuhan laba bersih Adhi Karya bergerak fluktuatif, rata-rata kenaikan tahunan laba bersih Adhi Karya mencapai 13 persen. Dengan kata lain, pergerakan pendapatan dan laba bersih perseroan memiliki pola yang sama.

Sayangnya, tren pertumbuhan utang Adhi Karya memiliki pola yang berbeda ketimbang pendapatan dan laba bersih. Utang Adhi Karya secara konsisten naik setiap tahunnya. Pada 2017, utang perseroan tercatat Rp53,91 triliun, naik 670 persen dari 2013 sebesar Rp6,74 triliun.

Dalam 5 tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan utang tahunan Adhi Karya sebesar 30 persen. Besarnya utang membuat rasio utang terhadap EBITDA membesar. Pada 2017, rasio utang terhadap EBITDA Adhi Karya mencapai 5,22 kali, padahal pada 2013 hanya 2,13 kali.

“Keuangan kami masih sangat aman, dan akan lebih baik lagi ke depannya. Utang berbunga terhadap ekuitas kami juga masih rendah di 1,1 kali. Jauh di bawah covenant 2,75 kali,” kata Ki Syahgolang Permata, Sekretaris Perusahaan Adhi Karya kepada Tirto.

Pada BUMN Wijaya Karya, utang perseroan tercatat Rp31,05 triliun pada 2017, atau naik 232 persen dari posisi utang pada 2013 senilai Rp9,36 triliun. Dalam 5 tahun terakhir itu, rata-rata utang tahunan Wijaya Karya sebesar 36 persen.

Kenaikan utang pada Wijaya Karya juga tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan dan laba bersih. Pada 2017, Wijaya Karya merealisasikan pendapatan sebesar Rp26,17 triliun, atau naik 120 persen dari 2013 sebesar Rp11,88 triliun.

Dalam 5 tahun terakhir tersebut, rata-rata pertumbuhan pendapatan tahunan Wijaya Karya sebesar 24 persen, lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan utang. Pola yang sama juga terjadi di laba bersih komprehensif.

Wijaya Karya meraup laba bersih sebesar Rp1,35 triliun sepanjang 2017. Angka ini naik 116 persen dari laba bersih 2013 senilai Rp624,37 miliar. Adapun, rata-rata pertumbuhan laba bersih tahunan Wijaya Karya sebesar 25 persen.

Pertumbuhan utang yang lebih cepat membuat tekanan terhadap neraca keuangan semakin besar. Ini juga terlihat dari debt to EBITDA ratio perseroan yang tercatat 3,26 kali pada 2017, pada 2013 masih 0,89 kali.

BUMN konstruksi lain seperti Waskita Karya, pada 2017, perseroan membukukan utang senilai Rp75,14 triliun. Angka itu naik 1.064 persen dari utang 2013 sebesar Rp6,45 triliun. Rata-rata pertumbuhan tahunan utang Waskita sebesar 87 persen.


https://tirto.id/utang-menggunung-bu...u-bencana-cJxN

buFFalo 17th February 2019 17:46

Quote:

Originally Posted by tom.hardi (Post 39041085)
Yg bilang duit najis itu siapa ya ?


Jangan membuat pakdhe Jokowi menjadi jengah.


Jamji FIKSI

Prabowo-Hatta Janji RI Stop Utang Luar Negeri di 2019

Janji FIKTIF

Janji Sandiaga: RI Mulai Cicil dan Lunasi Utang di 2019

goeloengkoming 17th February 2019 17:53

Quote:

Originally Posted by buFFalo (Post 39041151)

Janji palsu


Presiden terpilih periode 2014-2019 Joko Widodo (Jokowi) kembali berjanji tidak akan menambah utang untuk memenuhi kebutuhan belanja negara. Caranya dengan melakukan pembekuan anggaran.

"Ya penggunaan APBN itu secara efisien dan tepat sasaran. Tidak perlu ngutang," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (20/8).

buFFalo 17th February 2019 18:00

Quote:

Originally Posted by goeloengkoming (Post 39041172)
Janji palsu


Presiden terpilih periode 2014-2019 Joko Widodo (Jokowi) kembali berjanji tidak akan menambah utang untuk memenuhi kebutuhan belanja negara. Caranya dengan melakukan pembekuan anggaran.

"Ya penggunaan APBN itu secara efisien dan tepat sasaran. Tidak perlu ngutang," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (20/8).

Bukan gaji yah ?


All times are GMT +8. The time now is 04:32.


Powered by vBulletin
Copyright © 2000 - 2006, Jelsoft Enterprises Ltd.