DetikForum

DetikForum (http://forum.detik.com/index.php)
-   Sejarah (http://forum.detik.com/forumdisplay.php?f=191)
-   -   Sejarah Gereja Katolik di Indonesia (http://forum.detik.com/showthread.php?t=80470)

numpang_lewat 11th January 2009 13:13

Sejarah Gereja Katolik di Indonesia
 
Artikel ini diambil di sini
Quote:

Sejarah Gereja Katolik di Indonesia


Era Portugis
Di Indonesia, orang pertama yang menjadi Katolik adalah orang Maluku pada tahun 1534. Ketika itu pelaut-pelaut Portugis baru menemukan pulau-pulau rempah itu dan bersamaan dengan para pedagang dan serdadu-serdadu, para imam Katolik juga datang untuk menyebarkan Injil. Salah satu pendatang di Indonesia itu adalah Santo Fransiskus Xaverius, yang pada tahun 1546 sampai 1547 datang mengunjungi pulau Ambon, Saparua dan Ternate. Ia juga membaptis beberapa ribu penduduk setempat.
Era VOC
Sejak kedatangan dan kekuasaan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Indonesia tahun 1619 - 1799, akhirnya mengambil alih kekuasaan politik di Indonesia, Gereja Katolik dilarang secara mutlak dan hanya bertahan di beberapa wilayah yang tidak termasuk VOC yaitu Flores dan Timor.
Para penguasa VOC beragama Protestan, maka mereka mengusir imam-imam Katolik yang berkebangsaan Portugis dan menggantikan mereka dengan pendeta-pendeta Protestan dari Belanda. Banyak umat Katolik yang kemudian menjadi Protestan saat itu, seperti yang terjadi dengan komunitas-komunitas Katolik di Amboina.
Imam-imam Katolik diancam hukuman mati, kalau ketahuan berkarya di wilayah kekuasaan VOC. Pada 1924, Pastor Egidius d'Abreu SJ dibunuh di Kastel Batavia pada zaman pemerintahan Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen, karena mengajar agama dan merayakan Misa Kudus di penjara.
Pastor A. de Rhodes, seorang Yesuit Perancis, pencipta huruf abjad Vietnam, dijatuhi hukuman berupa menyaksikan pembakaran salibnya dan alat-alat ibadat Katolik lainnya di bawah tiang gantungan, tempat dua orang pencuri baru saja digantung, lalu Pastor A. de Rhodes diusir (1646).
Yoanes Kaspas Kratx, seorang Austria, terpaksa meninggalkan Batavia karena usahanya dipersulit oleh pejabat-pejabat VOC, akibat bantuan yang ia berikan kepada beberapa imam Katolik yang singgah di pelabuhan Batavia. Ia pindah ke Makau, masuk Serikat Jesus dan meninggal sebagai seorang martir di Vietnam pada 1737.
Pada akhir abad ke-18 Eropa Barat diliputi perang dahsyat antara Perancis dan Britania Raya bersama sekutunya masing-masing. Simpati orang Belanda terbagi, ada yang memihak Perancis dan sebagian lagi memihak Britania, sampai negeri Belanda kehilangan kedaulatannya. Pada tahun 1806, Napoleon Bonaparte mengangkat adiknya, Lodewijk atau Louis Napoleon, seorang Katolik, menjadi raja Belanda. Pada tahun 1799 VOC bangkrut dan dinyatakan bubar.
Era Hindia-Belanda
Perubahan politik di Belanda, khususnya kenaikan tahta Raja Lodewijk, seorang Katolik, membawa pengaruh yang cukup positif. Kebebasan umat beragama mulai diakui pemerintah. Pada tanggal 8 Mei 1807 pimpinan Gereja Katolik di Roma mendapat persetujuan Raja Louis Napoleon untuk mendirikan Prefektur Apostolik Hindia Belanda di Batavia.
Pada tanggal 4 April 1808, dua orang Imam dari Negeri Belanda tiba di Jakarta, yaitu Pastor Jacobus Nelissen, Pr dan Pastor Lambertus Prisen, Pr. Yang diangkat menjadi Prefek Apostolik pertama adalah Pastor J. Nelissen, Pr.
Gubernur Jendral Daendels (1808-1811) berkuasa menggantikan VOC dengan pemerintah Hindia Belanda. Kebebasan beragama kemudian diberlakukan, walaupun agama Katolik saat itu agak dipersukar. Imam saat itu hanya 5 orang untuk memelihara umat sebanyak 9.000 orang yang hidup berjauhan satu sama lainnya. Akan tetapi pada tahun 1889, kondisi ini membaik, di mana ada 50 orang imam di Indonesia. Di daerah Yogyakarta, misi Katolik dilarang sampai tahun 1891.
Van Lith
Misi Katolik di daerah ini diawali oleh Pastor F. van Lith, SJ yang datang ke Muntilan pada tahun 1896. Pada awalnya usahanya tidak membuahkan hasil yang memuaskan, akan tetapi pada tahun 1904 tiba-tiba 4 orang kepala desa dari daerah Kalibawang datang ke rumah Romo dan mereka minta untuk diberi pelajaran agama. Sehingga pada tanggal 15 Desember 1904, rombongan pertama orang Jawa berjumlah 178 orang dibaptis di sebuah mata air Semagung yang terletak di antara dua batang pohon Sono. Tempat bersejarah ini sekarang menjadi tempat ziarah Sendangsono.
Romo van Lith juga mendirikan sekolah guru di Muntilan yaitu Normaalschool di tahun 1900 dan Kweekschool (Sekolah Pendidikan Guru) di tahun 1904. Pada tahun 1918 sekolah-sekolah Katolik dikumpulkan dalam satu yayasan, yaitu Yayasan Kanisius. Para imam dan Uskup pertama di Indonesia adalah bekas siswa Muntilan. Pada permulaan abad ke-20 gereja Katolik berkembang pesat.
Pada 1911 Van Lith mendirikan Seminari Menengah. Tiga dari enam calon generasi pertama dari tahun 1911-1914 ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1926 dan 1928, yaitu Romo F.X.Satiman, SJ, A. Djajasepoetra, SJ, dan Alb. Soegijapranata, SJ.
Era Perjuangan Kemerdekaan
Albertus Soegijapranata menjadi Uskup Indonesia yang pertama ditahbiskan pada tahun 1940.
Tanggal 20 Desember 1948 Romo Sandjaja terbunuh bersama Frater Hermanus Bouwens, SJ di dusun Kembaran dekat Muntilan, ketika penyerangan pasukan Belanda ke Semarang yang berlanjut ke Yogyakarta dalam Agresi Militer Belanda II. Romo Sandjaja dikenal sebagai martir pribumi dalam sejarah Gereja Katolik Indonesia.
Mgr. Soegijapranata bersama Uskup Willekens SJ menghadapi penguasa pendudukan pemerintah Jepang dan berhasil mengusahakan agar Rumah Sakit St. Carolus dapat berjalan terus.
Banyak di antara pahlawan-pahlawan nasional yang beragama Katolik, seperti Adisucipto,_Agustinus (1947), Ignatius Slamet Riyadi (1945) dan Yos Sudarso (1961).
Era Kemerdekaan
Kardinal pertama di Indonesia adalah Justinus Kardinal Darmojuwono diangkat pada tanggal 29 Juni 1967. Gereja Katolik Indonesia aktif dalam kehidupan Gereja Katolik dunia. Uskup Indonesia mengambil bagian dalam Konsili Vatikan II (1962-1965).
Paus Paulus VI berkunjung ke Indonesia pada 1970. Kemudian tahun 1989 Paus Yohanes Paulus II mengunjungi Indonesia. Kota-kota yang dikunjunginya adalah Jakarta, Medan (Sumatra Utara), Yogyakarta (Jawa Tengah dan DIY), Maumere (Flores) dan Dili (Timor Timur).
Kalo ada yang mo nambahin thx banget ya...
no saling menghina SARA mode-on, OK!:no::readrules:

Ada tambahan nih...
Quote:

Originally Posted by otnamrak (Post 6219178)
Saya memberi sub title itu karena kita lihat ya2san sekolah katholik sangant banyak di negeri ini bahakan bisa dibilang pioneer, Sebelum suatu daerah ada sekolah Negri yayasan katholik sudah masuk duluan.Ada suatu desa di daerah solo yang dulunya mayoritas beragama non katholik setelah beberapa tahun seluruh pendu2k disitu dibaptis menjadi agama katholik(100%).
Sampai sekarang pun yayasan2 katholik masih memberikan pelayanan sekolah diseluruh indonesia.
Jadi penyebarannya sangat terbantu dari sekolah2 katholik yang didirikan yayasan kanisius.

Quote:

Originally Posted by okok (Post 6373059)
Pertama kali Katholik masuk di Maluku melalui bangsa Portugis, orang Indonesia (dulu belum ada Indonesia yah........) yang jadi Katholik pertama kali adalah Orang Maluku, seorang kepala kampung di Maluku Utara.

Trus Katholik berkembang di Maluku karena datangnya St Fransikus Xaverius di pulau Ambon, Saparua dan Ternate. Ia juga membaptis beberapa ribu penduduk setempat. (apakah ada perlawan dari penduduk setempat gua gak tahu tapi gua rasa enggak ada perlawan karena St. Fransiskus Xaverius gak bawa tentara dan senjata apalagi duit buat nyogok)

Trus sejak datangnya VOC (biang koruptornya Indonesia) ajaran Katholik dilarang kecuali Flores dan Timor (karena itu kekuasaannya Portugis waktu itu)
trus banyak umat katholik diprotestan kan (sebab Belanda ketika itu beragama Protestan)
dan pastor-pastor katholik bekebangsaan Portugis diusir dan ada beberapa pastor diancam dibunuh malah dibunuh beneran.

trus pada pertengah abad 19 Belanda kalah sama Perancis (ketika itu Perancis dipimpin Napoleon Bonaparte) dan Indonesia yang waktu itu jajahan Belanda diserahkan ke Perancis dan peyebaran agama katholik diperbolehkan lagi walaupun tetap dipersulit. Penyebaran agama Katholik berkonsentrasi di Jawa Tengah.

Pas akhir abad 19 datang romo Van Lith ke Muntilan dan bikin sekolah 2x katholik di Muntilan (dan sekolah-sekolah ini jadi cikal bakalnya yayasan Kanisius) dan membaptis orang -orang perdesaan disana.

Trus pada thn 1911 Romo Van Lith bikin seminari (sekolah calon pastor) dan dari lulusan seminari ini Indonesia punya uskup pertama.

Trus pas jaman merebut kemerdekaan sampai jaman mempertahankan kemerdakaan (1942 s/d 1962) banyak orang katholik ikut berjuang bersama orang Indonesia lain untuk kemerdekaan Indonesia (gak kayak tuduhannya si Grail itu!!!!!!!!!!!)

trus pada thn 1967 Indonesia punya kardinal pertama dan dua kali Paus dari Vatikan berkunjung ke Indonesia kalau gak salah Paus Yohanes Paulus II ke Jakarta, Medan, Yogyakarta, Maumere(Flores), dan Dili (Timor-Timor)

Quote:

Originally Posted by palagan (Post 6751277)
setahu saya ..... jika seseorang ingin memeluk agama katolik harus mendapatkan pelajaran agama dulu, dahulu, hingga setahun ..... hal ini yg membuat terkadang orang menjadi segan / enggan
jika ada pemeluk sesuatu agama lalu menjalani kehidupannya secara baik, karena taat pada ajarannya, dan kemudian ada orang lain yg terkesan trus ikut memeluknya ....... salahkah itu ?
penyebaran agama katolik di jawa sepertinya begitu, orang-orang belanda yg katolik waktu itu mereka santun, suka menolong, tertib, disiplin, mau belajar adat istiadat dan bhs jawa, mau bergaul dg siapa saja .... demikian lalu ada yg tertarik dg gaya hidup mereka dan akhirnya mengikuti juga agama mereka (katolik)

Quote:

Originally Posted by mafiakurakura (Post 6780763)
setahu saya romo sandjaja bukan terbunuh akibat penyerangan belanda, tapi dibunuh oleh beberapa masyarakat sekitar.


Sendangsono
Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran
Sekilas ttg ibadat

akoe_maya 11th January 2009 20:36

Quote:

Originally Posted by numpang_lewat (Post 6077582)
Artikel ini diambil di sini


Kalo ada yang mo nambahin thx banget ya...
no saling menghina SARA mode-on, OK!:no::readrules:

GRP buat TS-nya mode-on...:D

aku rasa agama Katolik emang lebih dulu masuk di Indonesia daripada agama Kristen
karena mayoritas orang Belanda (VOC) dulu emang beragama Katolik
jadi sewaktu VOC menjajah, pada saat itulah banyak misionaris yang menyebarkan agama terutama d daerah2 kecil.

senseless_guy 11th January 2009 21:04

Quote:

Originally Posted by akoe_maya (Post 6081264)
aku rasa agama Katolik emang lebih dulu masuk di Indonesia daripada agama Kristen
karena mayoritas orang Belanda (VOC) dulu emang beragama Katolik
jadi sewaktu VOC menjajah, pada saat itulah banyak misionaris yang menyebarkan agama terutama d daerah2 kecil.

eh? ngga deh bro/sis... kebanyakan org belanda tuh kristen kok...., cuma pemerintah belanda memang gak berniat menyebarkan agama kristen di Indonesia ( takut terjadi pergolakan) nah, klo para pastor itu datang secara Independen melalui bendera misionaris....

akoe_maya 11th January 2009 21:07

Quote:

Originally Posted by senseless_guy (Post 6081508)
eh? ngga deh bro/sis... kebanyakan org belanda tuh kristen kok...., cuma pemerintah belanda memang gak berniat menyebarkan agama kristen di Indonesia ( takut terjadi pergolakan) nah, klo para pastor itu datang secara Independen melalui bendera misionaris....

ouw..
aku pikir agama Kristen sendiri masuk karena bawaan dari bangsa Portugis dan sekutu Inggris yang pernah masuk d Indo biarpun cuman bentar...

senseless_guy 11th January 2009 21:16

Quote:

Originally Posted by akoe_maya (Post 6081529)
ouw..
aku pikir agama Kristen sendiri masuk karena bawaan dari bangsa Portugis dan sekutu Inggris yang pernah masuk d Indo biarpun cuman bentar...

well..., ada faktornya sih....
logikanya gini : daripada datang ke satu tempat yg bener2 "gak dikenal" lebih aman datang ke negara jajahan yg di govern "negara2 sahabat"

akoe_maya 11th January 2009 21:50

Quote:

Originally Posted by senseless_guy (Post 6081592)
well..., ada faktornya sih....
logikanya gini : daripada datang ke satu tempat yg bener2 "gak dikenal" lebih aman datang ke negara jajahan yg di govern "negara2 sahabat"

huumm..
mengambil keuntungan dari penjajah sebelumnya ya?

senseless_guy 12th January 2009 21:45

Quote:

Originally Posted by akoe_maya (Post 6081865)
huumm..
mengambil keuntungan dari penjajah sebelumnya ya?

daripada disebut mengambil keuntungan lebih tepat disebut "membonceng", daripada pergi ke daerah yg gak dikenal sama sekali....

Kaisar-Selatan 12th January 2009 21:49

apa sih bedanya khatolik dan kristen?

senseless_guy 12th January 2009 21:51

Quote:

Originally Posted by Kaisar-Selatan (Post 6099754)
apa sih bedanya khatolik dan kristen?

waduh..., panjang klo gw jelasin....:sweatdrop:
mending cari di google : sejarah gereja
ntar bisa baca lengkap deh...

moeltigirl 12th January 2009 21:55

bingung mao komentar apa....dari dolo nilai sejarah gw jelek...gak bisa hafalan...makanya masuk IPA :lol:


All times are GMT +8. The time now is 17:41.


Powered by vBulletin
Copyright © 2000 - 2006, Jelsoft Enterprises Ltd.