DetikForum

DetikForum (http://forum.detik.com/index.php)
-   Politik (http://forum.detik.com/forumdisplay.php?f=49)
-   -   Setuju dengan JK, Menko Luhut Sebut Proyek LRT Jabodebek Kemahalan (http://forum.detik.com/showthread.php?t=1909494)

tegarpram 15th January 2019 14:46

Quote:

Originally Posted by a-b-c-d (Post 38945167)
Nah... kan!

Ini tanda nya pendukung Pak wiwi bukan sekadar penjilat

ada yang merasa kurang langsung kritik. Bebas.

kalau sebelah udah hoax gitu masih dibilang hebat.

Kan gilani!


:nyengir:

craig.jessel 15th January 2019 14:52

Quote:

Originally Posted by theflyingblade (Post 38946464)
Jadi selama ini belum pernah baca proyek lrt jabodebek? Herannya nekad nyeletuk. Pembiayaan lrt jabodebek fase 1 sudah termasuk untuk pembelian rolling stock buatan dalam negeri, rolling stocknya persis seperti lrt palembang.

Ngartos? Ato masih ngotot pokrol bambu?

Gobloookkkk!!!

Lo aza yg gak bisa bedakan antara kas dengan biaya.

Kas keluar didepan belum tentu dibiayakan untuk progres yg di depan saja.

Gobloookkkk!!!!!

Belajar dulu sono!!!

Bedain kas dan biaya saja nggak bisa.


Gobloookkkk!!!!!

craig.jessel 15th January 2019 14:57

Gua bejek bejek Lo theflyingblade !!!

:cekakakan:

theflyingblade 15th January 2019 15:07

Total pembiayaan fase 1 lrt jabodebek sepanjang 42+ KM adalah sekitar 31 trilyun. Walaupun si jessel gak pernah makan bangku sekolah, dia mungkin bisa menghitung biaya pembiayaan per-KM, termasuk dengan depo, stasiun dan rolling stock buatan PT Inka.

theflyingblade 15th January 2019 15:14

Bagi yang belum pernah makan bangku sekolah tapi nekad mangap soal lrt jabodebek, baca ini dulu...

https://www.google.com/amp/s/economy.okezone.com/amp/2017/11/20/320/1817448/biaya-pembangunan-lrt-jabodebek-bengkak-rp5-triliun-jadi-rp31-triliun

craig.jessel 15th January 2019 15:14

Quote:

Originally Posted by theflyingblade (Post 38946542)
Total pembiayaan fase 1 lrt jabodebek sepanjang 42+ KM adalah sekitar Trilyun. Walaupun si jessel gak pernah makan bangku sekolah, dia mungkin bisa menghitung biaya pembiayaan per-KM, termasuk dengan depo, stasiun dan rolling stock buatan PT Inka.

Iya gua tahu.

Meskipun Pemerintah sudah membeli rolling STOCK di awal dan kas keluar didepan ( walaupun mungkin hutang atau bayar kredit) tetap saja lawan membukukan kas tersebut adalah BIAYA / INVESTASI.
INVESTASI rolling STOCK ini perlakuan pembiayaannya bukan seperti BBM misalnya yg langsung dibiayakan saat dibeli.
Rolling stock ini menjadi investasi yg disusutkan setiap tahunnya.

Pembukuan penyusutan ini lawannya adalah investasi / biaya rolling STOCK. Dan investasi ini dibebankan rata ke semua km LRT dari waktu ke waktu. Sampai penyusutan habis dan tinggal nilai sisa buku.

Sampai disini ngarti nggak Lo gobloookkkk????!!!!

buFFalo 15th January 2019 15:20

Quote:

Originally Posted by craig.jessel (Post 38946565)
Iya gua tahu.

Meskipun Pemerintah sudah membeli rolling STOCK di awal dan kas keluar didepan ( walaupun mungkin hutang atau bayar kredit) tetap saja lawan membukukan kas tersebut adalah BIAYA / INVESTASI.
INVESTASI rolling STOCK ini perlakuan pembiayaannya bukan seperti BBM misalnya yg langsung dibiayakan saat dibeli.
Rolling stock ini menjadi investasi yg disusutkan setiap tahunnya.

Pembukuan penyusutan ini lawannya adalah investasi / biaya rolling STOCK. Dan investasi ini dibebankan rata ke semua km LRT dari waktu ke waktu. Sampai penyusutan habis dan tinggal nilai sisa buku.

Sampai disini ngarti nggak Lo gobloookkkk????!!!!

Inyinyir e sewotttttt

theflyingblade 15th January 2019 15:24

Quote:

Originally Posted by craig.jessel (Post 38946565)
Iya gua tahu.

Meskipun Pemerintah sudah membeli rolling STOCK di awal dan kas keluar didepan ( walaupun mungkin hutang atau bayar kredit) tetap saja lawan membukukan kas tersebut adalah BIAYA / INVESTASI.
INVESTASI rolling STOCK ini perlakuan pembiayaannya bukan seperti BBM misalnya yg langsung dibiayakan saat dibeli.
Rolling stock ini menjadi investasi yg disusutkan setiap tahunnya.

Pembukuan penyusutan ini lawannya adalah investasi / biaya rolling STOCK. Dan investasi ini dibebankan rata ke semua km LRT dari waktu ke waktu. Sampai penyusutan habis dan tinggal nilai sisa buku.

Sampai disini ngarti nggak Lo gobloookkkk????!!!!

Benar benar belum pernah makan bangku sekolah. Yang sekarang dibicarakan adlah pembiayaan lrt jabodebek fase 1 sepanjang 42 KM. Gak usah ngomong yang lain lain. Pembiayaannya, termasuk rel, sistem persinyalan, stasiun, depo, rolling stock, dll, TOTALNYA 31 TRILYUN. TITIK.

Ngartos??

Mengenai fase selanjutnya, itu baru khayalan. Ente juga yang hidup jauh dari jabodebek, gak bakalan bisa ngerasain juga.

patrick.dempsey 15th January 2019 15:27

Quote:

Originally Posted by theflyingblade (Post 38946564)
Bagi yang belum pernah makan bangku sekolah tapi nekad mangap soal lrt jabodebek, baca ini dulu...

https://www.google.com/amp/s/economy.okezone.com/amp/2017/11/20/320/1817448/biaya-pembangunan-lrt-jabodebek-bengkak-rp5-triliun-jadi-rp31-triliun

Saya bantu ya dengan bahasa sederhana , mungkin kamu bukan orang keuangan / akuntansi.

Berapapun harga rolling stock , dan kapanpun dia dibeli baik ngutang atau cash, itu tidak ada hubungannya dengan mahal atau tidaknya setiap fase LRT.

Meskipun di fase 1 rolling stock sudah dibeli, itu tidak berpengaruh terhadap mahal tidaknya fase 1 dan fase 2 , karena rolling stock menjadi beban biaya semua fase. Meskipun duit dikeluarkan di fase 1.

Jadi benar bahwa kamu belum bisa membedakan kas keluar dengan biaya ( mahal tidaknya ) LRT per fase dan per km.

kumalraj 15th January 2019 15:30

Kok sampai dibandingkan dengan BBM?

BBM itu bukan investasi tapi termasuk kategori biaya operasi.

Kalau di pembukuan, investasi pembelian asset itu dibukukan sebagai asset baru nanti misalnya dilakukan depresiasi selama 3 tahun.

Analoginya:

Jadi misalnya kita punya Rp 1 juta, kita makan di restoran Rp 1 juta, maka sesuai pembukuan, kekayaan kita berkurang Rp 1 juta.

Kalau kita punya Rp 1 juta, kita beli meja kerja dengan harga Rp 1 juta maka sesuai pembukuan, kekayaan kita tidak berkurang. Kita tetap ada Rp 1 juta yang sekarang berubah bentuk jadi meja kerja. Kalau depresiasi 3 tahun maka setelah 3 tahun, harga meja itu baru jadi Rp 0. Jadi kita setelah 3 tahun kekayaan kita berkurang Rp 1 juta dengan asumsi tidak ada penambahan dan pengurangan diluar pembelian meja itu.


All times are GMT +8. The time now is 04:43.


Powered by vBulletin
Copyright © 2000 - 2006, Jelsoft Enterprises Ltd.