DetikForum

DetikForum (http://forum.detik.com/index.php)
-   Politik (http://forum.detik.com/forumdisplay.php?f=49)
-   -   Setuju dengan JK, Menko Luhut Sebut Proyek LRT Jabodebek Kemahalan (http://forum.detik.com/showthread.php?t=1909494)

Gill_Bates 15th January 2019 08:41

Setuju dengan JK, Menko Luhut Sebut Proyek LRT Jabodebek Kemahalan
 
https://imageshack.com/a/img924/7754/MynxeR.jpg


JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan angkat bicara soal kritikan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengenai mahalnya pembangunan kereta ringan alias Light Rail Transit (LRT) Jabodebek.

“Memang itu betul (harganya kemahalan), tapi memang elevated dan non elevated beda harganya tinggi karena di atas biayanya lebih tinggi,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Luhut juga menambahkan, LRT lanjutan dari Cibubur hingga Bogor akan menelan biaya di bawah Rp500 miliar per kilometer. “Lanjutannya dari Cibubur-Bogor itu semuanya biayanya di bawah Rp500 miliar per kilometer,” jelasnya.

Mengenai beda harga antara elevated dengan non elevated, Luhut tidak bisa menjelaskan lebih jauh. “Saya tak tahu persis, saya pikir jauh lebih murah,” pungkasnya.

Selain Luhut, Direktur Operasi II PT Adhi Karya Pundjung Setya Brata mengatakan, biaya pembangunan LRT Jabodebek masih cukup kompetitif. Apalagi jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang telah membangun LRT, Indonesia termasuk negara yang mengeluarkan biaya murah.

Sebagai perbandingan untuk pembangunan LRT Manila di Filipina sebesar Rp904 miliar per km, LRT Kelana Jaya di Malaysia sebesar Rp807miliar per km. LRT Lahore di Pakistan Rp797 miliar per km dan LRT Dubai di Uni Emirat Arab Rp1,026 miliar per km.

Pundjung menambahkan, dalam melihat biaya juga harusnya dilihat secara menyeluruh. Sebab. Menurutnya biaya Rp500 miliar dikeluarkan tidak hanya untuk membangun jalurnya saja melainkan teknologinya juga.

"Dalam menerima informasi cost harus paham dulu skop pekerjaannya apa, teknologi yang dipakai apa. Jadi cost tadi sudah mengandung cost untuk depo, biayanya nggak murah itu. Cost itu termasuk depo dan stasiun," jelasnya.

Selanjutnya....

craig.jessel 15th January 2019 08:53

Quote:

Originally Posted by Gill_Bates (Post 38944965)
https://imageshack.com/a/img924/7754/MynxeR.jpg


JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan angkat bicara soal kritikan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengenai mahalnya pembangunan kereta ringan alias Light Rail Transit (LRT) Jabodebek.

“Memang itu betul (harganya kemahalan), tapi memang elevated dan non elevated beda harganya tinggi karena di atas biayanya lebih tinggi,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Luhut juga menambahkan, LRT lanjutan dari Cibubur hingga Bogor akan menelan biaya di bawah Rp500 miliar per kilometer. “Lanjutannya dari Cibubur-Bogor itu semuanya biayanya di bawah Rp500 miliar per kilometer,” jelasnya.

Mengenai beda harga antara elevated dengan non elevated, Luhut tidak bisa menjelaskan lebih jauh.Saya tak tahu persis, saya pikir jauh lebih murah,pungkasnya.

Selain Luhut, Direktur Operasi II PT Adhi Karya Pundjung Setya Brata mengatakan, biaya pembangunan LRT Jabodebek masih cukup kompetitif. Apalagi jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang telah membangun LRT, Indonesia termasuk negara yang mengeluarkan biaya murah.

Sebagai perbandingan untuk pembangunan LRT Manila di Filipina sebesar Rp904 miliar per km, LRT Kelana Jaya di Malaysia sebesar Rp807miliar per km. LRT Lahore di Pakistan Rp797 miliar per km dan LRT Dubai di Uni Emirat Arab Rp1,026 miliar per km.

Pundjung menambahkan, dalam melihat biaya juga harusnya dilihat secara menyeluruh. Sebab. Menurutnya biaya Rp500 miliar dikeluarkan tidak hanya untuk membangun jalurnya saja melainkan teknologinya juga.

"Dalam menerima informasi cost harus paham dulu skop pekerjaannya apa, teknologi yang dipakai apa. Jadi cost tadi sudah mengandung cost untuk depo, biayanya nggak murah itu. Cost itu termasuk depo dan stasiun," jelasnya.

Selanjutnya....

Congore Luhut , ngomyang sendiri keder sendiri.

Kalau ada kenaikan harga material atau ada perhitungan teknis yg sulit pengaturan waktu pengerjaan sehingga waktu molor dan berdampak kepada naiknya biaya konstruksi, apa luhut masih bisa mbacot lebih murah ???

buFFalo 15th January 2019 09:08

Quote:

Originally Posted by craig.jessel (Post 38944996)
Congore Luhut , ngomyang sendiri keder sendiri.

Kalau ada kenaikan harga material atau ada perhitungan teknis yg sulit pengaturan waktu pengerjaan sehingga waktu molor dan berdampak kepada naiknya biaya konstruksi, apa luhut masih bisa mbacot lebih murah ???

Semahal mahalnya,dipastikan akan mengalahkan LRT Dubai

craig.jessel 15th January 2019 09:09

Quote:

Originally Posted by buFFalo (Post 38945040)
Semahal mahalnya,dipastikan akan mengalahkan LRT Dubai

Halagh Lo aza bingung kok segmen mana yg mahal.

Semua dianggap sama harga per km nya.



Gobloookkkk!!!!



:lol:

buFFalo 15th January 2019 09:11

Quote:

Originally Posted by craig.jessel (Post 38945045)
Halagh Lo aza bingung kok segmen mana yg mahal.

Semua dianggap sama harga per km nya.



Gobloookkkk!!!!



:lol:

Iya dong,apalagi kalau bantalan udara



Yihahaxixixi

craig.jessel 15th January 2019 09:16

Quote:

Originally Posted by buFFalo (Post 38945053)
Iya dong,apalagi kalau bantalan udara



Yihahaxixixi

Lo sok sokan ngitung per km segala.

Luhut aza bingung kok.


Gobloookkkk!!!

:lol:

a-b-c-d 15th January 2019 10:00

Quote:

Originally Posted by Gill_Bates (Post 38944965)
https://imageshack.com/a/img924/7754/MynxeR.jpg


JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan angkat bicara soal kritikan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengenai mahalnya pembangunan kereta ringan alias Light Rail Transit (LRT) Jabodebek.

“Memang itu betul (harganya kemahalan), tapi memang elevated dan non elevated beda harganya tinggi karena di atas biayanya lebih tinggi,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Luhut juga menambahkan, LRT lanjutan dari Cibubur hingga Bogor akan menelan biaya di bawah Rp500 miliar per kilometer. “Lanjutannya dari Cibubur-Bogor itu semuanya biayanya di bawah Rp500 miliar per kilometer,” jelasnya.

Mengenai beda harga antara elevated dengan non elevated, Luhut tidak bisa menjelaskan lebih jauh. “Saya tak tahu persis, saya pikir jauh lebih murah,” pungkasnya.

Selain Luhut, Direktur Operasi II PT Adhi Karya Pundjung Setya Brata mengatakan, biaya pembangunan LRT Jabodebek masih cukup kompetitif. Apalagi jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang telah membangun LRT, Indonesia termasuk negara yang mengeluarkan biaya murah.

Sebagai perbandingan untuk pembangunan LRT Manila di Filipina sebesar Rp904 miliar per km, LRT Kelana Jaya di Malaysia sebesar Rp807miliar per km. LRT Lahore di Pakistan Rp797 miliar per km dan LRT Dubai di Uni Emirat Arab Rp1,026 miliar per km.

Pundjung menambahkan, dalam melihat biaya juga harusnya dilihat secara menyeluruh. Sebab. Menurutnya biaya Rp500 miliar dikeluarkan tidak hanya untuk membangun jalurnya saja melainkan teknologinya juga.

"Dalam menerima informasi cost harus paham dulu skop pekerjaannya apa, teknologi yang dipakai apa. Jadi cost tadi sudah mengandung cost untuk depo, biayanya nggak murah itu. Cost itu termasuk depo dan stasiun," jelasnya.

Selanjutnya....

Nah... kan!

buFFalo 15th January 2019 10:17

Quote:

Originally Posted by craig.jessel (Post 38945069)
Lo sok sokan ngitung per km segala.

Luhut aza bingung kok.


Gobloookkkk!!!

:lol:

Padahal Luhut ngomong,yang membuat mahal itu bantalan udara.

Coba kalau jalur Sudirman Thamrin nggak ambles bumi,dipastikan lebih murah tuh.

craig.jessel 15th January 2019 10:20

Direktur Operasi II PT Adhi Karya Pundjung Setya Brata mengatakan, biaya pembangunan LRT Jabodebek masih cukup kompetitif. Apalagi jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang telah membangun LRT, Indonesia termasuk negara yang mengeluarkan biaya murah.

Sebagai perbandingan untuk pembangunan LRT Manila di Filipina sebesar Rp904 miliar per km, LRT Kelana Jaya di Malaysia sebesar Rp807miliar per km. LRT Lahore di Pakistan Rp797 miliar per km dan LRT Dubai di Uni Emirat Arab Rp1,026 miliar per km.

======


Ini Dirut Adhi karya asal njeplak membandingkan dgn negara lain.


Bandingkan juga dong ganti rugi tanah dan bangunan berapa bedanya?

Berapa beda harga material ?

Berapa beda gaji dan upah ?

Dirut kok asal njeplak ???

buFFalo 15th January 2019 10:24

Quote:

Originally Posted by craig.jessel (Post 38945233)
Direktur Operasi II PT Adhi Karya Pundjung Setya Brata mengatakan, biaya pembangunan LRT Jabodebek masih cukup kompetitif. Apalagi jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang telah membangun LRT, Indonesia termasuk negara yang mengeluarkan biaya murah.

Sebagai perbandingan untuk pembangunan LRT Manila di Filipina sebesar Rp904 miliar per km, LRT Kelana Jaya di Malaysia sebesar Rp807miliar per km. LRT Lahore di Pakistan Rp797 miliar per km dan LRT Dubai di Uni Emirat Arab Rp1,026 miliar per km.

======


Ini Dirut Adhi karya asal njeplak membandingkan dgn negara lain.


Bandingkan juga dong ganti rugi tanah dan bangunan berapa bedanya?

Berapa beda harga material ?

Berapa beda gaji dan upah ?

Dirut kok asal njeplak ???

Lah emangnya JK ngomong disini murah?


All times are GMT +8. The time now is 14:19.


Powered by vBulletin
Copyright © 2000 - 2006, Jelsoft Enterprises Ltd.