DetikForum

DetikForum (http://forum.detik.com/index.php)
-   Sosial Budaya (http://forum.detik.com/forumdisplay.php?f=52)
-   -   Analisa: Jin & manusia diciptakan untuk menyembah Tuhan (http://forum.detik.com/showthread.php?t=1658841)

PokokePaket 3rd February 2018 23:03

Analisa: Jin & manusia diciptakan untuk menyembah Tuhan
 
Thread ini berawal dr pertanyaan saya yg :

Antara ...
Quote:

Originally Posted by suzumu__khuraba
Tuhan ga butuh Kita mau nyembahvDia atau tidak

Yg butuh menyembah Dia justru Kita ummat manusia

Dg menyembah Tuhan pikiran Kita jadi plong..arah Dan tujuan hidup jadi jelas

dan ...

Quote:

Originally Posted by duto
kalo temen lu dari pesantren itu bener ambil dai dari ks...ayatnya banyak yang apal..Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku (Q.S adz-Dzaariyaat ayat 56)

mana yg benar?
--------------------------------------------------

Dan mungkin krn tdk ingin saling menyalahkan sesama saudara seagama, maka katanya kedua2 pernyataan itu benar
--------------------------------------------------
Akhirnya saya jawab dgn #314 yg intinya :
Yg menganggap kedua pernyataan itu benar, krn telah terjadi KOMPROMI antara nalar & dalil KS, dan silahkan tanya arti ayat itu kepada org yg blom pernah dengar sama sekali ttg ayat itu

Spoiler

---------------------------------------------
Kemudian dijawab dgn perumpamaan oleh Silver (cek post ke-2)


****** edit **************
Ini, ijin membahas agama dr umat yg bersangkutan, tanpa nanti gw dicap anti agama tertentu :D
#185 dan di #187

PokokePaket 3rd February 2018 23:03

Ini adalah jawaban perumpamaan silvr :
Quote:

Originally Posted by silver.buffalo (Post 37393128)
kalo ane memahaminya begini gan,
maaf yah kalau seandainya analoginya kurang pas :D

ketika ane mencari pasangan hidup, di hati kecil ane terkadang ane mendambakan seorang wanita yang mencintai ane dan juga ada perasaan ketergantungan kepada ane. Ane menginginkan seorang wanita yang merasa membutuhkan ane (egois nggak sih :D ). implikasinya, kalau dia nggak ketemu ane sehari aja, rindunya bukan main. Apalagi kalo nggak ketemu berbulan-bulan. Nah, kalau seumpama dia udah lama nggak ketemu ane tapi dia tenang-tenang aja, ane malah jadi khawatir, jangan-jangan dia udah punya cowok lain. Kalau misalnya ternyata dia memang ada cowok lain, ya udah, palingan cerai. Ane gak akan memohon-mohon atau mengemis kepada dia untuk mencintai ane, cieee :p

Spoiler

Kalau ditangkap dr perumpamaan itu, maka Silver (si cowok) punya kebutuhan akan "Perasaan dibutuhkan oleh pasangannya". Tentu ini masih wajar kalau Perasaan ini hanya terhadap satu wanita saja (atau ok deh boleh sampai 4 wanita :) )

Tapi bagaimana kalau kebutuhan akan "Perasaan dibutuhkan oleh pasangannya" meningkat ke skala yg lebih besar? Si cowok menginginkan itu dari semua wanita yang ada di dunia. Shg kemudian dia berusaha mengawini semua wanita di dunia. Apakah ini masih wajar?

Lalu bagaimana kalau si cowok masih berasa "kurang" terpenuhi rasa "dibutuhkannya" itu, lalu sengaja berhubungan 'dewasa' terus, supaya bisa memperoleh anak sebanyak2nya, dengan harapan anak2nya ini punya "rasa ketergantungan" sehingga "Perasaan dibutuhkan oleh pasangannya" si cowok bisa terpuaskan

Dan bila si cowok masih blom puas, maka skalanya bisa terus diperbesar hingga yg paling ultimate, si cowok mengharapkan itu dari semua mahluk yg hidup di seluruh alam semesta
nah masih wajarkah hal itu?

Titik beratnya ada di SKALA "merasa dibutuhkan" ya gan
----------------------------------------
Sekedar tambahan:
Membaca tentang kisah Iblis yg dijatuhkan hukuman krn tidak mau MENURUTI perintah Allah utk bersujud pada Nabi Adam.

Pertanyaan saya: Kenapa Tuhan tidak mengampuni dosa si Iblis? Toh itu dosa dia yg pertama kali kepada tuhan, dr yg sebelumnya YG PALING TAAT. Dan cuma krn ngga mau menghormati Adam, bukan mis karena menganggap dirinya Tuhan

Atau setelah dihukum sekian lama, lalu dosanya dimaafkan, krn sudah menjalankan masa hukuman

Lah kalau kita sebagai manusia saja disuruh untuk memaafkan org lain, kenapa Tuhan tidak melakukan apa yg dia ajarkan thd Iblis/Lucifer ? :noidea:

Siapa tahu aja, kalo Tuhan memaafkan Iblis/Lucifer, maka kebencian Iblis/Lucifer akan musnah, dan dia akan berhenti "menggoda" manusia :nyengir:

phubia 3rd February 2018 23:38

Quote:

Originally Posted by suzumu__khuraba
Tuhan ga butuh Kita mau nyembahvDia atau tidak

Yg butuh menyembah Dia justru Kita ummat manusia

Dg menyembah Tuhan pikiran Kita jadi plong..arah Dan tujuan hidup jadi jelas
jadi gak perlu dibela berjilid2 atuh
jiga nu elehan wae

ini.budi 3rd February 2018 23:51

Kalau Tuhan yang dipercaya adalah Tuhan yang Maha segalanya, maka tidak perlu disembah oleh manusia, karena:

1. Tuhan tidak butuh apapun lagi
2. Tuhan menciptakan manusia dengan "free Will"
3. Tuhan membiarkan dunia berjalan apa adanya

Itu alasan yang bisa Budi pikirkan saat ini, mungkin akan ada perubahan pemikiran untuk menambah atau merubah alasan tersebut di masa depan, tergantung pada pencerahan yang akan didapatkan dari diskusi ini

Salam

freya. 4th February 2018 06:05

Quote:

Originally Posted by PokokePaket (Post 37448210)
Ini adalah jawaban perumpamaan silvr :


Kalau ditangkap dr perumpamaan itu, maka Silver (si cowok) punya kebutuhan akan "Perasaan dibutuhkan oleh pasangannya". Tentu ini masih wajar kalau Perasaan ini hanya terhadap satu wanita saja (atau ok deh boleh sampai 4 wanita :) )

Tapi bagaimana kalau kebutuhan akan "Perasaan dibutuhkan oleh pasangannya" meningkat ke skala yg lebih besar? Si cowok menginginkan itu dari semua wanita yang ada di dunia. Shg kemudian dia berusaha mengawini semua wanita di dunia. Apakah ini masih wajar?

Lalu bagaimana kalau si cowok masih berasa "kurang" terpenuhi rasa "dibutuhkannya" itu, lalu sengaja berhubungan 'dewasa' terus, supaya bisa memperoleh anak sebanyak2nya, dengan harapan anak2nya ini punya "rasa ketergantungan" sehingga "Perasaan dibutuhkan oleh pasangannya" si cowok bisa terpuaskan

Dan bila si cowok masih blom puas, maka skalanya bisa terus diperbesar hingga yg paling ultimate, si cowok mengharapkan itu dari semua mahluk yg hidup di seluruh alam semesta
nah masih wajarkah hal itu?

Titik beratnya ada di SKALA "merasa dibutuhkan" ya gan

Jawaban SB adalah merupakan hasil olah pikir, persepsi dan sudut pandang seseorang dan bukan jawaban dari Tuhan itu sendiri..

Jadi begini, kalau kamua mau tau sesuatu kebenaran yang paling sebenarnya tentang isi hati seseorang tsb, maka tanyakanlah langsung ke orangnya.. Kalau kamu mau tau isi hati Tuhan yang sesungguhnya ya jangan tanyakan itu pada manusia.

Opini SB seperti itu, opini aku bisa berbeda lagi.. dan opini member-member lain disini bisa beragam dan berbeda-beda lagi pula.. Lalu mana kelak jawaban yang paling sebenarnya? Well, kita semua bukan Tuhan kan.. jadi kita hanya bisa menebak, menerka, menafsirkan, mencoba memahami guide lines / KS..

Matahari itu warnanya putih, bukan kuning. Maksud aku, itu sbg contoh bahwa dalam hidup ini: hal-hal yang dari luar terlihat seperti itu, diyakini seperti itu, dan mayoritas orang taunya faktanya seperti itu, kadang-kadang yang sebetulnya bukan begitu. Jangan mudah mencap sesuatu sebagai fakta, apalagi kalau itu hanya hasil persepsi subyektif individual semata.


Quote:

----------------------------------------
Sekedar tambahan:
Membaca tentang kisah Iblis yg dijatuhkan hukuman krn tidak mau MENURUTI perintah Allah utk bersujud pada Nabi Adam.

Pertanyaan saya: Kenapa Tuhan tidak mengampuni dosa si Iblis? Toh itu dosa dia yg pertama kali kepada tuhan, dr yg sebelumnya YG PALING TAAT. Dan cuma krn ngga mau menghormati Adam, bukan mis karena menganggap dirinya Tuhan

Atau setelah dihukum sekian lama, lalu dosanya dimaafkan, krn sudah menjalankan masa hukuman

Lah kalau kita sebagai manusia saja disuruh untuk memaafkan org lain, kenapa Tuhan tidak melakukan apa yg dia ajarkan thd Iblis/Lucifer ? :noidea:

Siapa tahu aja, kalo Tuhan memaafkan Iblis/Lucifer, maka kebencian Iblis/Lucifer akan musnah, dan dia akan berhenti "menggoda" manusia :nyengir:
Hmmm.. Dalam hukum di dunia manusia pun bukankah yang bersalah / melanggar peraturan maka harus menjalani konsekuensi hukumnya.. Bukan masalah dimaafkan atau tidak dimaafkan, tapi hukum berfungsi untuk mengatur ketertiban hidup dan berusaha menegakkan rasa adil... Jika seseoang yang bersalah tidak menjalani konsekuensi / bebas dari hukuman hanya dengan dimaafkan, it will be unfair for other people.. It will be unfair buat korbannya, it will be unfair buat orang lain yg taat dan patuh pada hukum.

Lagian katanya Tao Ming Tse di film Meteor Garden, "heh kalo semua bisa selesai dan cukup dengan maaf maka buat apa ada kantor polisi?????" :D

suzumu__khuraba 4th February 2018 06:12

Hahaha

Jawaban mod Freya sngt lugas

Lsg menohok ulu hati

Sakitnya tuh disini

Disini..disini

Xixixi

PokokePaket 4th February 2018 07:44

Quote:

Originally Posted by freya. (Post 37448816)
Jawaban SB adalah merupakan hasil olah pikir, persepsi dan sudut pandang seseorang dan bukan jawaban dari Tuhan itu sendiri..

Spoiler

Jawaban lugas & menohok ulu hati dari Sis Freya akan gw jawab dgn singkat aja

Kesimpulannya: menurut sis, jawaban dr SB itu NGGA TEPAT kan? Nah artinya dari pihak Islam silahkan masukan penafsiran baru supaya dalil yg dibawa duto bisa diterima akal sehat

@Suzumu: Ayo dong masukin jawaban ente, jangan cuma jadi "penggembira" aja :D


Quote:

Hmmm.. Dalam hukum di dunia manusia pun bukankah yang bersalah / melanggar peraturan maka harus menjalani konsekuensi hukumnya.. Bukan masalah dimaafkan atau tidak dimaafkan, tapi hukum berfungsi untuk mengatur ketertiban hidup dan berusaha menegakkan rasa adil... Jika seseoang yang bersalah tidak menjalani konsekuensi / bebas dari hukuman hanya dengan dimaafkan, it will be unfair for other people.. It will be unfair buat korbannya, it will be unfair buat orang lain yg taat dan patuh pada hukum.

Lagian katanya Tao Ming Tse di film Meteor Garden, "heh kalo semua bisa selesai dan cukup dengan maaf maka buat apa ada kantor polisi?????" :D
1. "Man of HIS word" akan melaksanakan apa yg DIA ucapkan atau yg DIA ajarkan, dalam hal ini memaafkan

2. Pemberian hukuman sah2 aja, makanya gw tulis :
"Atau setelah dihukum sekian lama, lalu dosanya dimaafkan, krn sudah menjalankan masa hukuman"

Hingga saat ini, kira2 udh ribuan tahun (mungkin lebih) hukuman yg diberikan Tuhan kepada Iblis/Lucifer, Apa ini MASIH BELUM CUKUP?
Tidakkah kita dianjurkan untuk SALING MEMAAFKAN? :noidea:

Dan pada akhir zaman di masing2 agama, akan ada perang antara pasukan Tuhan vs Iblis/Lucifer dkk, ini berarti hingga saat itu masih belum DIBUKAKAN PINTU MAAF kan :D

pancadahana 4th February 2018 07:45

Quote:

Originally Posted by freya. (Post 37448816)
Hmmm.. Dalam hukum di dunia manusia pun bukankah yang bersalah / melanggar peraturan maka harus menjalani konsekuensi hukumnya.. Bukan masalah dimaafkan atau tidak dimaafkan, tapi hukum berfungsi untuk mengatur ketertiban hidup dan berusaha menegakkan rasa adil... Jika seseoang yang bersalah tidak menjalani konsekuensi / bebas dari hukuman hanya dengan dimaafkan, it will be unfair for other people.. It will be unfair buat korbannya, it will be unfair buat orang lain yg taat dan patuh pada hukum.

Lagian katanya Tao Ming Tse di film Meteor Garden, "heh kalo semua bisa selesai dan cukup dengan maaf maka buat apa ada kantor polisi?????" :D

padahal iblis gak salah, wong yang disuruh sujud malaikat

mabok_perawan 4th February 2018 09:14

Ane koreksi TS kagak ada dalam dalil KS umat Islam mengatakan :
Diciptkan Jin dan Manusia untuk "menyembah"

yang benar adalah :
"Dan tidaklah Aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku" (QS. Adz-Dzariyat : 56)

menyembah dan beribadah memang sekilas sama, namun secara maknawi "menyembah" lebih sempit dibanding "beribadah" yang maknanya lbh luas...
ngunu wae untuk sementara

freya. 4th February 2018 09:22

Quote:

Originally Posted by PokokePaket (Post 37449010)
Jawaban lugas & menohok ulu hati dari Sis Freya akan gw jawab dgn singkat aja

Kesimpulannya: menurut sis, jawaban dr SB itu NGGA TEPAT kan? Nah artinya dari pihak Islam silahkan masukan penafsiran baru supaya dalil yg dibawa duto bisa diterima akal sehat

@Suzumu: Ayo dong masukin jawaban ente, jangan cuma jadi "penggembira" aja :D

Singkatnya, menurut aku, jawaban dan analogi SB adalah hasil olah pikir, analisa, sudut pandang dan persepsi SB.. Belum tentu merupakan jawaban, gambaran dan isi hati Tuhan. Karena SB bukan Tuhan dan Tuhan bukan SB.


Quote:


1. "Man of HIS word" akan melaksanakan apa yg DIA ucapkan atau yg DIA ajarkan, dalam hal ini memaafkan

2. Pemberian hukuman sah2 aja, makanya gw tulis :
"Atau setelah dihukum sekian lama, lalu dosanya dimaafkan, krn sudah menjalankan masa hukuman"

Hingga saat ini, kira2 udh ribuan tahun (mungkin lebih) hukuman yg diberikan Tuhan kepada Iblis/Lucifer, Apa ini MASIH BELUM CUKUP?
Tidakkah kita dianjurkan untuk SALING MEMAAFKAN? :noidea:

Dan pada akhir zaman di masing2 agama, akan ada perang antara pasukan Tuhan vs Iblis/Lucifer dkk, ini berarti hingga saat itu masih belum DIBUKAKAN PINTU MAAF kan :D
Hmmm, kita gak tau kan ada perjanjian apa antara kedua belah pihak tsb? Gak semua-semuanya yang terjadi antara dua belah pihak harus dimengerti dan dijabarkan pada pihak-pihak yang tidak terkait kan?

Kalau dalam dunianya manusia sih tergantung level pelanggarannya.. Ada hukuman yang berjangka waktu dan ada hukuman permanen.. Contoh: hukuman mati. Sekalipun si keluarga korban misalnya sudah memaafkan kejahatan di pelaku, akan tetapi proses hukum terus berjalan.. Dan jika konsekuensi dari pelanggaran tsb adalah hukuman mati maka konsekuensi pelanggaran tsb bersifat permanent kan?

Man of HIS word? Hmmm, mungkin juga kan konsekuensi yang ditanggung iblis itu adalah karena Tuhan memegang perkataanNya? Maksud aku, mungkin sudah dibilang kan kalau melakukan A maka konsekuensinya B.. Tapi masih dilakukan juga A.. ya maka Tuhan harus menepati kata-kataNya memberikan konsekuensi B.


All times are GMT +8. The time now is 05:27.


Powered by vBulletin
Copyright © 2000 - 2006, Jelsoft Enterprises Ltd.