DetikForum

DetikForum (http://forum.detik.com/index.php)
-   Sosial Budaya (http://forum.detik.com/forumdisplay.php?f=52)
-   -   Sekular ? Lebih baikkah ? (http://forum.detik.com/showthread.php?t=77438)

OmniScience 23rd December 2008 13:17

Sekular ? Lebih baikkah ?
 
PRO :

Dengan maksud membandingkan tingkat kesejahteraan negara2 atheist hasil diskusi dengan kasih_suci, saya jadi sempat melihat daftar peringkat negara2 sejahtera dari PBB, di sana saya melihat 8 diantara 10 negara teratas tersebut adalah sekular (CMIIW mungkin lebih mungkin kurang dan mungkin juga ada negara yang masih menganut dikit2)

10 Negara2 teratas versi PBB tersebut adalah :
1. Iceland ---- Saya kaget ternyata tidak sekular. mereka memiliki agama negara. Walaupun beragama hanya secara administrative (Baca : KTP) saja.
2. Norway ---- tadinya saya kira sekular ternyata tidak, mereka memiliki agama negara. Walaupun sama seperti Iceland mayoritas atheist atau agnostic ...
3. Canada
4. Australia
5. Ireland
6. Netherlands
7. Sweden
8. Japan
9. Luxembourg
10. Switzerland


Note : Yang bold adalah yang sekular. dapat dilihat dari list

Dari data ini, jika kita ingin mengambil secara statistik maka negara sekularlah sistem negara yang lebih baik dibanding dengan sistem negara yang non-sekular.

Dan untuk 2 negara yang tidak sekular di dalam list ini argumentasi saya, mereka agama cuman untuk pajangan koq. Secara mereka beragama hanyalah sebagai keperluan administrative saja. Dan untuk norway malah hanya 32% masyarakatnya yang mengaku percaya Tuhan, tidak bisa dibilang negara beragama juga ya ...

Contra :

(Silakan kemukakan argument anda, yang dirasakan menarik, valid dan argumentatif akan saya copas ke sini, seijin penulis tentunya.)

Pahing 23rd December 2008 13:30

Poolingnya... terbatas.. harus pilih yang mana?

But... gue sendiri merasa bahwa sekuler itu diperlukan.

Dengan pemisahan antara kehidupan beragama dan kehidupan bernegara, aku pikir tidak akan membuat jadi kehilangan keber-agama-annya. Toh dalam sekularitas, agama bukan sesuatu yang dilarang. Agama boleh tetep ada, hanya tidak perlu diimplementasikan dalam kehidupan bernegara dan berbangsa.

Bukan berarti beragama itu membuat penderitaan bagi orang lain, tapi terkadang di dalam komunitas yang jamak, yang ada banyak agama dan kepercayaan, lebih baik kehidupan bernegara tidak usah dicampuradukkan dengan agama. Karena terkadang instinc manusia untuk menunggangi agama or suatu kepercayaan untuk mendapatkan apa yang diinginkan bisa membuat orang lain tertekan pula.

Dalam kondisi masyarakat homogen dan sudah menjadi konsensus bersama... ya kalo bisa nggak sekular.. ya... nggak usah sekular...

bramgreenday 23rd December 2008 13:40

Quote:

Originally Posted by Pahing (Post 5827500)
Poolingnya... terbatas.. harus pilih yang mana?

But... gue sendiri merasa bahwa sekuler itu diperlukan.

Dengan pemisahan antara kehidupan beragama dan kehidupan bernegara, aku pikir tidak akan membuat jadi kehilangan keber-agama-annya. Toh dalam sekularitas, agama bukan sesuatu yang dilarang. Agama boleh tetep ada, hanya tidak perlu diimplementasikan dalam kehidupan bernegara dan berbangsa.

Bukan berarti beragama itu membuat penderitaan bagi orang lain, tapi terkadang di dalam komunitas yang jamak, yang ada banyak agama dan kepercayaan, lebih baik kehidupan bernegara tidak usah dicampuradukkan dengan agama. Karena terkadang instinc manusia untuk menunggangi agama or suatu kepercayaan untuk mendapatkan apa yang diinginkan bisa membuat orang lain tertekan pula.

Dalam kondisi masyarakat homogen dan sudah menjadi konsensus bersama... ya kalo bisa nggak sekular.. ya... nggak usah sekular...

:iagree: apalagi negara Indonesia merupakan negara heterogen...

selain less government intervention pada agama, juga pada bidang ekonomi :D

Swordz 23rd December 2008 13:41

Quote:

Originally Posted by Pahing (Post 5827500)
Dengan pemisahan antara kehidupan beragama dan kehidupan bernegara, aku pikir tidak akan membuat jadi kehilangan keber-agama-annya. Toh dalam sekularitas, agama bukan sesuatu yang dilarang. Agama boleh tetep ada, hanya tidak perlu diimplementasikan dalam kehidupan bernegara dan berbangsa.

Bener....
Gw mo nambahin...
Menurut gw itu justru kalau negara uda sekuler rakyat diharapkan bisa lebih menyadari bahwa walaupun kita memiliki perbedaan dalam agama tetapi kita tetaplah 1 bangsa... bangsa Indonesia...

Kadang dengan adanya keturutcampuran negara dalam kehidupan beragama bangsana sering dimanfaatkan oleh oknum2 "beragama" yang mencari keuntungan pribadi kadang dapat mengakibatkan perpecahan dalam masyarakat...

Karena mungkin.... mungkin kalau suatu agama terlalu di istimewakan kadang bisa tumbuh "ego" didalam massa beragamanya.... Apalagi masyarakat cenderung hypersensitif dalam kehidupan beragamanya....

Hypersensitif + ego + oknum = wah2..... jangan deh....

kasih_suci 23rd December 2008 13:43

Quote:

Originally Posted by OmniScience (Post 5827314)
PRO :

Dengan maksud membandingkan tingkat kesejahteraan negara2 atheist hasil diskusi dengan kasih_suci, saya jadi sempat melihat daftar peringkat negara2 sejahtera dari PBB, di sana saya melihat 8 diantara 10 negara teratas tersebut adalah sekular (CMIIW mungkin lebih mungkin kurang dan mungkin juga ada negara yang masih menganut dikit2)

10 Negara2 teratas versi PBB tersebut adalah :
1. Iceland ---- Saya kaget ternyata tidak sekular. mereka memiliki agama negara. Walaupun beragama hanya secara administrative (Baca : KTP) saja.
2. Norway ---- tadinya saya kira sekular ternyata tidak, mereka memiliki agama negara. Walaupun sama seperti Iceland mayoritas atheist atau agnostic ...
3. Canada
4. Australia
5. Ireland
6. Netherlands
7. Sweden
8. Japan
9. Luxembourg
10. Switzerland


Note : Yang bold adalah yang sekular. dapat dilihat dari list

Dari data ini, jika kita ingin mengambil secara statistik maka negara sekularlah sistem negara yang lebih baik dibanding dengan sistem negara yang non-sekular.

Dan untuk 2 negara yang tidak sekular di dalam list ini argumentasi saya, mereka agama cuman untuk pajangan koq. Secara mereka beragama hanyalah sebagai keperluan administrative saja. Dan untuk norway malah hanya 32% masyarakatnya yang mengaku percaya Tuhan, tidak bisa dibilang negara beragama juga ya ...

Contra :

(Silakan kemukakan argument anda, yang dirasakan menarik, valid dan argumentatif akan saya copas ke sini, seijin penulis tentunya.)

yee... mrk maju bkn krn sekuler bro krn pnya etos krj yg kuat. vietnam kaga ngakuin agama tp negara na melarat juga:cekakakan: korut apa lg, atheis abeeesss

mimpi kali yeeee klo hrs sekuler dulu biar bs bikin produk cuanggih:lol:
klo ekonomi na mao maju kudu kerja keras, sistem ekonomi na efisien pnya daya saing yg kuat de es te be ge te. kaga ada hubungan na ame sekuler

kyk cerita dongeng aj:gembira:

kasih_suci 23rd December 2008 13:45

Quote:

Originally Posted by Swordz (Post 5827656)
Bener....
Gw mo nambahin...
Menurut gw itu justru kalau negara uda sekuler rakyat diharapkan bisa lebih menyadari bahwa walaupun kita memiliki perbedaan dalam agama tetapi kita tetaplah 1 bangsa... bangsa Indonesia...

Kadang dengan adanya keturutcampuran negara dalam kehidupan beragama bangsana sering dimanfaatkan oleh oknum2 "beragama" yang mencari keuntungan pribadi kadang dapat mengakibatkan perpecahan dalam masyarakat...

Karena mungkin.... mungkin kalau suatu agama terlalu di istimewakan kadang bisa tumbuh "ego" didalam massa beragamanya.... Apalagi masyarakat cenderung hypersensitif dalam kehidupan beragamanya....

Hypersensitif + ego + oknum = wah2..... jangan deh....

ngedongeng nyoookkkk.....

kata na hrs jd sekuler dolo biar bs maju? noh eropa 'n the geng kna krisis ekonomi yg puarah abis, truz itu gara gara sekuler jg ngak tuh:smoking:

ngedongeng nyoookkkkk:gembira:

Swordz 23rd December 2008 13:47

Quote:

Originally Posted by kasih_suci (Post 5827706)
yee... mrk maju bkn krn sekuler bro krn pnya etos krj yg kuat. vietnam kaga ngakuin agama tp negara na melarat juga:cekakakan:

mimpi kali yeeee klo hrs sekuler dulu biar bs bikin produk cuanggih:lol:
klo ekonomi na mao maju kudu kerja keras, sistem ekonomi na efisien pnya daya saing yg kuat de es te be ge te. kaga ada hubungan na ame sekuler

kyk cerita dongeng aj:gembira:

Hmm apa buktinya kalau mereka mempunyai etos kerja yang kuat ? Sumbernya donk....

Quote:

Originally Posted by kasih_suci (Post 5827745)
ngedongeng nyoookkkk.....

kata na hrs jd sekuler dolo biar bs maju? noh eropa 'n the geng kna krisis ekonomi yg puarah abis, truz itu gara gara sekuler jg ngak tuh:smoking:

ngedongeng nyoookkkkk:gembira:

Hmm apa hubungannya yah krisis ekonomi sama sekuler ?
Apa sekuler cuman berhubungan sama ekonomi doank ?
Bukti please...
Bukannya lu orang yang ngomong ke gw kalo mau ngasih info harus pake referensi ?
Kalo nggak loe NGARANG donk ?

Pahing 23rd December 2008 13:49

Quote:

Originally Posted by kasih_suci (Post 5827745)
ngedongeng nyoookkkk.....

kata na hrs jd sekuler dolo biar bs maju? noh eropa 'n the geng kna krisis ekonomi yg puarah abis, truz itu gara gara sekuler jg ngak tuh:smoking:

ngedongeng nyoookkkkk:gembira:

bobok aja dulu kamu. Yang tenang. Biar ntar kamu bisa berpikir jernih pula, nggak cuman bisa mendongeng yg gak jelas gitu.

bobok sana... huss!! sana!!

kasih_suci 23rd December 2008 13:50

Quote:

Originally Posted by Swordz (Post 5827783)
Hmm apa buktinya kalau mereka mempunyai etos kerja yang kuat ? Sumbernya donk....

apa bukti na jg mrk maju krn sekuler, sumber pls:smoking:

jng ngedongeng yak:smoking:

Pahing 23rd December 2008 13:51

Quote:

Originally Posted by Swordz (Post 5827783)
Hmm apa buktinya kalau mereka mempunyai etos kerja yang kuat ? Sumbernya donk....

sekularitas juga menurutku salah salah penyebab etos kerja yang meningkat tajam.


All times are GMT +8. The time now is 01:10.


Powered by vBulletin
Copyright © 2000 - 2006, Jelsoft Enterprises Ltd.