DetikForum

DetikForum (http://forum.detik.com/index.php)
-   Hukum (http://forum.detik.com/forumdisplay.php?f=50)
-   -   All about police (http://forum.detik.com/showthread.php?t=89189)

mrsleon 27th February 2009 09:38

All about police
 
Buat DF ers dikamar hukum,

Banyak sekali saya lihat thread-thread yang dibuat mengenai polisi, entah itu baik buruknya.

Tapi saya lihat memang banyak buruknya. :D

Agar thread mengenai polisi ini tidak berceceran dan bisa dilihat/dibaca oleh orang yg bersangkutan yaitu polisi, maka saya buat thread ini.

Thread ini bisa menjadi tempat aduan atau tempat mencurahkan uneg-uneg dn isi hati mengenai polisi.

Untuk memulainya akan saya attach thread-thread mengenai polisi.

So, dipersilahkan. :roses:



mrsleon 27th February 2009 09:40

http://forum.detik.com/showthread.php?t=61484

http://forum.detik.com/showthread.php?t=89151

buat yg diatas, bisa ditanggapin disni juga.

buat para ahli hukum, mohon pencerahannya. :roses:


:music:

mrsleon 27th February 2009 09:44

http://forum.detik.com/showthread.php?t=81508

http://forum.detik.com/showthread.php?t=88668

http://forum.detik.com/showthread.php?t=40089

http://forum.detik.com/showthread.php?t=88022

http://forum.detik.com/showthread.php?t=82815

http://forum.detik.com/showthread.php?t=85912

http://forum.detik.com/showthread.php?t=3992

http://forum.detik.com/showthread.php?t=64153



buat yg diatas, bisa ditanggapin disni juga.

buat para ahli hukum, mohon pencerahannya. :roses:


:music:

mrsleon 27th February 2009 09:52

Jumat, 27/02/2009 06:25 WIB
Temukan Granat, Pemulung Merasa Menyesal
Hery Winarno - detikNews

Foto : ilustrasi
Jakarta - Sugi (30), pemulung yang menemukan sebuah granat nanas dan tiga butir peluru merasa menyesal. Menurutnya jika tahu akan diperiksa oleh polisi, dirinya tidak akan mengambil granat tersebut.

"Tahu bakal kayak gini, nggak saya ambil," ujar Sugi kepada detikcom usai diperiksa oleh pihak Polsek Pulogadung, Jl Raya Bekasi Timur, Kamis (26/2/2009).

Menurut pengakuan bapak dua anak ini, dia tidak tahu jika bungkusan plastik yang ia bawa dari tempat sampah di daerah Tanah Mas, ternyata berisi sebuah granat nanas dan tiga butir peluru (dua butir peluru 9 mm, dan satu butir peluru shot gun).

"Kaget sama takut, tadi saya kira besi. Terus saya langsung lapor sama Pak Yono, karena dia keamanan di situ," ujar Sugi lirih.

Meski hanya diperiksa sebagai saksi, Sugi yang lulusan SD ini merasa takut. Dari raut mukanya terlihat jika dia menyesal menemukan barang tersebut, meskipun dia tak bersalah.

"Saya kasihan sama istri saya di rumah, tadi yang bawa pulang gerobak dia. Pasti dia sekarang was-was," tambahnya.

Sumi (26), istri Sugi yang menanti kedatangan suaminya di pangkalan tempat dia menaruh gerobak, tampak begitu panik ketika melihat sang suami pulang

"Piye Pak (Bagaimana Pak)?" tanya Sumi memelas ingin tahu keadaan suaminya.

"Ora opo-opo (Tidak apa-apa)," jawab Sugi.

Setelah berganti baju dan celana seadanya di pangkalan gerobak. Sugi kemudian menghampiri istri dan kawan-kawan seprofesinya. "Ora opo-opo, wis rampung (Tidak apa-apa, sudah selesai). Cuma ditanya-tanya aja," jelas Sugi.

Sugi dan istrinya adalah pemulung yang mencari nafkah dari mencari dan menjual barang-barang bekas di sekitar Jalan Kayu Putih. Meski penghasilan tiap bulannya tidak besar, namun Sugi enggan berganti profesi lain.

"Kalau kerja jadi pembantu, pulang kampung mesti izin. Anak saya semuanya di kampung," ujar Sugi.

Granat nanas yang ditemukan sugi sudah dalam keadaan tidak aktif, namun pelurunya masih aktif. Saat ini penemuan granat dan tiga butir peluru tersebut di tangani oleh Polsek Pulogadung. (her/nwk)



>> dari berita diatas, jelas terlihat rakyat kecil mempunyai prasangka buruk pada polisi dan marasa apa-apa yg berhubungan dengan polisi adalah BAKALAN TIDAK Baik alias apes :D

:music:

mrsleon 27th February 2009 09:56

saya temukan lagi thread mengenai polisi, :D

http://203.190.241.95/showthread.php?t=45957&page=8

baca thread tersebut dan lihat gambar-gambarnya, ngeri banget.




:music:

mrsleon 27th February 2009 10:10

Biar segar nich aku sajikan foto-fotonya


http://farm4.static.flickr.com/3310/...ed7390.jpg?v=0

Polisi Juga Manusia



http://farm4.static.flickr.com/3566/...b9b20d.jpg?v=0

Polusi Republik Indonesia :D

http://farm4.static.flickr.com/3357/...293db0.jpg?v=0

Rekaman kisah yang tak bermartabat dari pendemo mahasiswa menjadi bukti betapa rendahnya kinerja polisi terhadap kewajibannya.

http://farm4.static.flickr.com/3075/...70e69f.jpg?v=0

Ucapan selamat kepada yg naik pangkat






link

mrsleon 27th February 2009 10:14

Lagi :D

http://farm4.static.flickr.com/3447/...59444b.jpg?v=0

Polwan bergaya :D

polisi tanpa helm,

http://farm4.static.flickr.com/3051/...36fa18.jpg?v=0

awas pak.. nanti ditilang lho :D


http://farm4.static.flickr.com/3455/...764c6f.jpg?v=0



bhayangkari dalam peringatan HUT IBU





link

mrsleon 27th February 2009 16:00

pernah ditilang???

meski agak basi, saya tampilkan cerita berikut dari link ini.

Quote:

Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya
sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang
menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi
hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya
dialog antara polisi dan sopir taksi.

Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir ( Sop ) : Baik Pak?

P : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak

P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat
nomor taksi yg memang gak standar) sambil langsung
mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang?lalu menulis dengan sigap
Sop : Pak jangan ditilang deh? wong plat aslinya udah gak tau ilang
kemana? kalo ada pasti saya pasang

P : Sudah?saya tilang saja?kamu tau gak banyak mobil curian sekarang?
(dengan nada keras !! )
Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya
pak , ini kan bukan mobil curian!

P : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas)
kamu terima aja surat tilangnya
(sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)
Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya?Saya mau yg warna BIRU aja

P : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form
biru itu gak berlaku!
Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?

P : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU?
Dulu kamu bisa minta form BIRU? tapi sekarang ini kamu Gak
bisa? Kalo kamu gak kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras
dan ngotot)
Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada
nantangin tuh polisi)

Dalam hati saya? berani betul sopir taksi ini ?

P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU? Bapak kan
yang gak mau ngasih

P : Kamu jangan macam-macam yah? saya bisa kenakan pasal melawan petugas!
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak
berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh? kan bapak yg bilang
form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)

Wah ? wah hebat betul nih sopir ?. berani, cerdas dan trendy ?
(terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.

P : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa
kandangin (sambil berlalu)

Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap
melepaskan ?shoot pertama? (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota
polisi lagi )

P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu
Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk
polisi yg menilangnya)

lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada
pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir
dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yg menghalau tadi
menghampiri si sopir taksi

P 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
Sop: Gak sama saya pak?. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2
memanggil polisi yang menilang)

P : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)

Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp..30.600
sambil berkata ?nih kamu bayar sekarang ke BRI ? lalu
kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu?..

Sop : (Yes!!) Ok pak ..gitu dong kalo gini dari tadi kan enak?

Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil
berkata pada saya, Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya ...
Mau transfer uang tilang . Saya berkata ya silakan.

Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, ? ?Hatiku senang banget
pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke
polisi itu.? ?Untung saya paham macam2 surat tilang.?
Tambahnya, ?Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu
nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih
DUIT DAMAI?. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!?

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda
sebagai berikut:

SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau
membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.
itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan
oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan
nilai tilai tilang... Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen
tilang dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan
oknum
kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang..


SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda.
Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo
gak salah norek Bank BUMN).
Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan
SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang.
You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya
tidak melebihi 50ribu! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.

:roses:

mrsleon 27th February 2009 16:05

Ada lagi, patut dibaca. :D


Tahu Sama Tahu/Polisi/Menghadapi Tilang/Menolak Ajakan Damai Polisi


Dari Wikibooks Indonesia, sumber buku teks bebas berbahasa Indonesia



Pada praktek proses tilang, banyak polisi mengharapkan berdamai, baik secara halus maupun terang-terangan (minta dibantu). Ada beberapa cara untuk menghadapinya.

[sunting] Menolak Berdamai dengan Dasar Hukum

Kalau ditilang di jalan sebenarnya ada dua pilihan, form biru dan form merah.

1. Formulir biru adalah menerima kesalahan (artinya tidak perlu berdebat dengan hakim).
* Dengan form ini bayar denda di BRI yg ditunjuk.
* Sehabis bayar denda resmi ke BRI, ambil SIM atau STNK yang disita ke kantor Ditlantas setempat
2. Formulir merah artinya anda tidak terima kesalahan yang dituduhkan, dan diberikan kesempatan untuk berdebat atau minta keringanan kepada hakim. Biasanya tanggal sidang adalah maksimum 14 Hari dari tanggal kejadian, tergantung Hari sidang Tilang di PN (Pengadilan Negeri) bersangkutan.
* Oleh polisi, barang sitaan (SIM dan/atau STNK) akan disetor ke kantor Ditlantas setempat sampai dengan H-1 tanggal sidang.
* Selama masih di kantor Ditlantas SIM/STNK itu bisa ditebus tanpa sidang ke PN, cukup ke loket yang tadi disebutkan, serahkan form ulir merah, bayar dendanya, SIM/STNK kembali ke tangan anda0.
* H-1 sebelum sidang dan seterusnya, SIM/STNK sudah dikirim ke pengadilan sesuai daerah perkara, jadi harus ditebus di PN masing-masing

Menghadiri Sidang banyak alternatif untuk menyelesaikan melalui calo, tetapi biasanya akan lebih mahal daripada kalau menyelesaikan sendiri:

1. Sepanjang jalan menuju pengadilan, +- 50-100 m sebelum pengadilan banyak terdapat 'Calo' jasa pengurus tilang yang sebenarnya tidak memiliki pengaruh atau efek apapun terhadap pengurusan surat yang ditilang apalagi kemudahannya. Keberadaan mereka 'Calo' jangan ditanggapi dan jangan dihargai sama sekali! Karena mereka mudah emosi dan marah.
2. Setibanya di PN, begitu parkir sudah dikerubuti calo. Parkir kendaraan di dalam bangunan pengadilan, ambil tiket parkir pada petugas. Jangan parkir depan tepat dibagian luar pagar pengadilan yg banyak 'Calo' juga tukang parkir 'Preman' yang memaksa dan berkata "ya.. yak..parkir disini.. Disini.. Didalam tidak bisa!" Itu bohong, mereka menggangu saja.
3. Selepas resepsionis calo masih saja akan mendekati anda. Kali ini calo-nya berseragam hijau pegawai negeri. Kata calo tersebut "ibu tunggu aja disini, Rp 65.600,- aja. cepat kok selesainya".
4. Setelah ditunjukkan ruangan sidangnya, anda tunggu hakim datang. Lalu satu persatu, akan dibacakan nama dan kasusnya hakim langsung akan memberikan putusan soal besarnya denda pembelaan diri bisa dilakukan kalau perlu pembayaran langsung dilakukan di ruang sidang dan STNK yang ditahan juga langsung dikembalikan saat itu
5. Selepas sidang ada loket untuk mengambil SIM. Bayar disitu untuk mengambil SIM Anda. Akan dikatakan bahwa biayanya Rp 50.600,- jangan percaya.
1. Langsung sodorkan surat tilang ke salah satu petugas sambil berkata "saya mau ambil berkas ini."
2. Sang petugas memeriksa surat tilang tersebut dan langsung mencari berkas yang diperlukan di tumpukan yang tepat, dan dalam waktu singkat menemukan berkas yang dicari.
3. Langsung SIM tersebut diambil dari berkas itu dan diserahkan kepada anda, dan dia akan berkata "45 ribu". Berikan uang dalam jumlah yang tepat.
6. Cek tabel denda untuk tahu denda yang tepat
7. Kalau tidak ada tabel denda, tawar saja atau minta bulatkan angkanya.

Tidak Menghadiri Sidang

1. Kalau anda ingin menghadiri sidang, datanglah sesuai tanggal sidang yang tertera di surat tilang ke PN yg ditunjuk. Tapi ini tidak disarankan karena antriannya luar biasa banyak. Kita tidak akan punya kesempatan bertemu hakim, karena sidangnya sebenarnya IN ABSENTIA, dan banyak sekali CALO yang menawarkan bantuan.
2. Anda disarankan untuk abaikan saja tanggal sidang tersebut, ambil SIM/STNK di hari lain terserah anda, hindari hari sidang tilang supaya tidak terjebak keramaian, dan langsung tuju loket khusus tilang yang ada di masing-masing PN.
3. Tunjukkan formulir merahnya, dalam 5 menit SIM/STNK sudah kembali dengan bayar denda resmi.
4. Sebelumnya cermati berapa denda resminya, supaya tidak dilebihkan oleh petugasnya. Contohnya, anda tahu denda masuk jalur cepat dengan naik motor Rp 15.000, petugasnya berkata Rp 25.600. Dia menambahkan Rp 600 seolah-olah itu perhitungan dengan rumus yang rumit, padahal akal-akalan saja biar ada yang masuk ke kantong dia.
5. Anda berikan uang bulat 15.000, dia akan diam saja

Intinya:


1. Jangan takut kalau kena tilang.
2. Jangan sekali-kali damai dengan polisi di jalanan, pilih tilang saja.
3. Jangan percaya kalau ditakuti polisi soal denda 1 juta.
4. Jangan pernah mau kalau polisi menyuruh mengambil SIM di kantor, sepertinya hanya bakal ada cerita tawar-menawar disana.
5. Jangan percaya kalau polisi berkata sidangnya jam 10. (karena loketnya udah buka dari pagi)
6. Mengenai sidang:
* Jangan takut ikut sidang tilang.
o (sidangnya sendiri non-existance)
o Pengadilan itu malah lucu
o Beli makan di pengadilan mahal
o Banyak supporter gadungan (teman-teman terdakwa), tidak usah takut dengan mereka
* Sidang tidak dianjurkan kalau tidak mau sebal
7. Jangan mau pake calo, abaikan calo yang menawarkan bantuan
8. Bayar denda sesuai tarif resmi.
9. Jangan percaya sama pecahan 600. Itu buat memberi kesan bahwa dendanya uang pas.
10. Untuk yang datang terlambat lalu terkejut karena "sidangnya sudah selesai" biasanya akan mendapat "tawaran bantuan" dari pegawai di sana, yang katanya "bisa membantu menyelesaikan". Padahal sebenernya kita bisa menyelesaikan sendiri

Menolak Berdamai dengan Nepotisme

* Saat tawaran damai muncul, tantanglah polisi untuk memberikan data-data dirinya yang lengkap, yaitu nama, kesatuan, resor, dsb.
* Ambil telepon genggam dan katakan bahwa anda akan menelepon pejabat tinggi kepolisian yang kebetulan adalah paman anda
* Seharusnya si polisi pada titik ini sudah ketakutan, dan anda dapat melanjutkan dengan prosedur resmi di atas

siMbah 27th February 2009 16:24

@ bu leon

masalahnya kalau mau minta sidang, kadang tuh kejaring di luar kota, dan jadwal sidangnya gak pas, nyita waktu dan tenaga, gimana kalau kasusnya seperti itu?


All times are GMT +8. The time now is 12:17.


Powered by vBulletin
Copyright © 2000 - 2006, Jelsoft Enterprises Ltd.