DetikForum

DetikForum (http://forum.detik.com/index.php)
-   Sosial Budaya (http://forum.detik.com/forumdisplay.php?f=52)
-   -   GolPut PilPres 2019 (http://forum.detik.com/showthread.php?t=1784690)

freya. 9th September 2018 08:28

Quote:

Originally Posted by citako (Post 38640017)
ha ha, pak harto itu bukan ketua juga bukan anggota partai. Indonesia emang beda dengan tiongkok, australia maupun saudi.

Iya juga yaaa

4e853460 9th September 2018 11:22

Quote:

Originally Posted by freya. (Post 38642552)
Iya juga yaaa

golput tidak termasuk sitem politik, karena tidak ada tekanan juga tidak ada perubahan seperti yang di inginkan.

kumalraj 9th September 2018 11:33

Quote:

Originally Posted by freya. (Post 38642551)
Dipersulitnya seperti gimana contohnya?

Partai Republik cenderung mengusahakan agar persyaratan untuk bisa ikut pemilu itu dibikin lebih susah dan waktu pemilihan di hari kerja dan lebih singkat sehingga kaum miskin dan imigran legal yang cenderung dukung Partai Demokrat itu lebih banyak tidak ikut milih karena tidak bisa penuhi persyaratan atau harus kerja sehingga tidak sempat milih karena setelah bubar kerja sudah tidak sempat milih lagi karena sudah habis waktunya.

Lawannya Partai Demokrat cenderung melakukan kebalikannya dengan mempermudah akses untuk ikut memilih dan juga sampai menyediakan transportasi untuk mengangkut pemilih ke tempat pemilihan dan cara lainnya agar mereka bisa ikut milih.

Tidak seperti Indonesia yang diliburkan sehingga semua orang bisa milih tapi tetap banyak yang golput dan memilih nikmati liburan saja.

PokokePaket 9th September 2018 20:45

Quote:

Originally Posted by freya. (Post 38635791)
Tapi kayaknya ane lg terpikir buat golput taon depan..

Malah kebalik sama gw mod, pas pilpres kmrn gw bingung mau pilih yg mana. Tapi klo pilpres besok pilihanya gampang

Soalnya di plipres ini ada kubu yg terang2an bawa2 "Allah" dlm berpolitik, hrs diakui di Indonesia, agama memiliki kekuatan luar biasa dlm menggerakan massa

Dan digabung dgn "Raja Tega" yg ngerasa nyulik orang, fine2 aja


Walaupun yg gw takutkan blom tentu kejadian, tapi klo memperhitungkan kemungkinan terburuk dari kelompok yg sering mengatas namakan Allah + Raja Tega, maka mudah bagi gw utk menentukan pilihan, ujung2nya yah mencegah yang buruk berkuasa


Quote:

Originally Posted by kuaciitem (Post 38635622)
menurut ane golput itu bukan solusi untuk membuat bangsa ini menjadi lebih baik, malah golput terkesan apatis terhadap bangsa sendiri. pilih lah salah satu, bukan mencari yang terbaik tapi mencegah yang buruk berkuasa.


im.nayeon.747 10th September 2018 10:18

Quote:

Originally Posted by sengkuni17 (Post 38637374)
Saya pribadi juga akan golput di semua lini pemilihan tahun depan mod freya, imo, tidak ada yang kompeten dan pantas dipilih di dpr/mpr RI dapil wilayah saya. Untuk presiden hmmm dua-duanya tidak bisa dipilih, satu sisi pencitraan, dan dalam politik yang melibatkan ulama menyalahi prinsip saya untuk tidak mencampur adukkan agama dan politik/mempolitisasi agama, dan memang saya punya sentimen tertentu dengan partai pemimpin koalisi yang imo sangat arogan dan anti kritik, padahal kalo kalah saja posisinya oposisi tukang kritik. Terlalu oportunis. Lain cerita kalo yang jadi cawapres mmd.
Di lain kubu, saya tidak sreg juga dengan wakilnya yang tidak konsisten dengan janjinya setelah diamanahi sbg pemimpin jakarta, apalagi setelah isu SARA yang destruktif kemarin 🙂

Campuraduk agama dan politik tidak bisa dihindari selama mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, sebuah agama yang ngakunya mengatur semua hal dari ujung kaki sampai ujung kepala, sampai soal jenggot sepanjang apa dan masuk rumah pakai kaki sebelah mana pun diatur

Karena dalam Islam politik dan agama benar2 melebur dan tidak bisa dipisahkan, bahkan nabi dan pencipta agama Islam itu sendiri pun berpolitik

Maka yang terjadi ya:
1) Politisi memanfaatkan pemuka agama
2) Pemuka agama memanfaatkan politisi

Jadi selama mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, selama itulah isu agama tetap jadi isu utama

freya. 10th September 2018 10:56

Quote:

Originally Posted by kumalraj (Post 38642836)
Partai Republik cenderung mengusahakan agar persyaratan untuk bisa ikut pemilu itu dibikin lebih susah dan waktu pemilihan di hari kerja dan lebih singkat sehingga kaum miskin dan imigran legal yang cenderung dukung Partai Demokrat itu lebih banyak tidak ikut milih karena tidak bisa penuhi persyaratan atau harus kerja sehingga tidak sempat milih karena setelah bubar kerja sudah tidak sempat milih lagi karena sudah habis waktunya.

Lawannya Partai Demokrat cenderung melakukan kebalikannya dengan mempermudah akses untuk ikut memilih dan juga sampai menyediakan transportasi untuk mengangkut pemilih ke tempat pemilihan dan cara lainnya agar mereka bisa ikut milih.

Tidak seperti Indonesia yang diliburkan sehingga semua orang bisa milih tapi tetap banyak yang golput dan memilih nikmati liburan saja.

:D

Tapi sebetulnya kemudahan memilih bukan cuma dari segi diliburkan / tidak diliburkan.. Karena walau pilkada dki dijadikan hari libur tapi saya pernah dengar keluhan yang punya hak suara tapi gak bisa ikut pilkada.. Lupa karena apa.. Karena gak dapat surat pemberitahuan atau gimana..

freya. 10th September 2018 11:05

Quote:

Originally Posted by PokokePaket (Post 38643519)
Malah kebalik sama gw mod, pas pilpres kmrn gw bingung mau pilih yg mana. Tapi klo pilpres besok pilihanya gampang

Soalnya di plipres ini ada kubu yg terang2an bawa2 "Allah" dlm berpolitik, hrs diakui di Indonesia, agama memiliki kekuatan luar biasa dlm menggerakan massa

Dan digabung dgn "Raja Tega" yg ngerasa nyulik orang, fine2 aja


Walaupun yg gw takutkan blom tentu kejadian, tapi klo memperhitungkan kemungkinan terburuk dari kelompok yg sering mengatas namakan Allah + Raja Tega, maka mudah bagi gw utk menentukan pilihan, ujung2nya yah mencegah yang buruk berkuasa

Pilpres kemaren gue terbawa euphoria tuh.. Sampe bela-belain ke KBRI untuk ikutan pemilu.. Dan disana rame. Mungkin pilpres lalu itu adalah kali pertama WNI yang tinggal di LN berbondong-bondong semangat ikutan pemilu.. Yang dulu-dulu mungkin animo WNI yg tinggal di LN gak seantusias itu untuk menggunakan hak pilihnya. Pilpres tahun depan... Keknya gue balik pesimis sama adanya pemerintahan yang bersih, transparan, adil, dll dst dsb..

PokokePaket 10th September 2018 19:49

Quote:

Originally Posted by freya. (Post 38644580)
Pilpres kemaren gue terbawa euphoria tuh.. Sampe bela-belain ke KBRI untuk ikutan pemilu.. Dan disana rame. Mungkin pilpres lalu itu adalah kali pertama WNI yang tinggal di LN berbondong-bondong semangat ikutan pemilu.. Yang dulu-dulu mungkin animo WNI yg tinggal di LN gak seantusias itu untuk menggunakan hak pilihnya. Pilpres tahun depan... Keknya gue balik pesimis sama adanya pemerintahan yang bersih, transparan, adil, dll dst dsb..

Posisi kita bener2 kebalik ya mod :nyengir:

Pemilu lalu, fokus gw lebih ke ekonomi (jangka pendek-menengah) dan gw ngga bisa menentukan pilihan

Waktu itu, klo ngga salah pake isu PKI, itupun oleh akun2 anonim.
Tdk spt saat ini, (petolan2/perwakilan2) partai scr vulgar menggunakan Allah dlm berpolitik
Makanya waktu itu gw berpikir, klo Raja Tega mau macem2, partai koalisi bisalah mengingatkan dia. Toh jamannya udah berbeda


Tapi dr kejadian 2 tahun lalu, kondisinya udh berbeda jauh
Kan udah keliatan tuh
PKS lewat Itjima Ulama bisa TAHU KEINGINAN ALLAH
PAN lewat Amien Rais, setelah ngeklaim sbg Partai Allah, dia jg bisa membuat Allah merasa malu

Malah kayanya hari ini, udh bawa2 Dajjal yah :LOL:


Kalo kekuatan2 ini beresonansi dgn Raja Tega, yah siap2 aja
Mereka bisa mengeluarkan kebijakan seenak udelnya, sambil bawa2 nama Allah sbg pembenaran
Klo masih ada yg ngelawan. Raja Tega tinggal beresin remah2nya. Kelar deh

https://static.wixstatic.com/media/b...d152562863.gif

Utk pilpres besok, fokus gw lebih ke : NKRI tetap ada saat anak2 gw nanti dewasa

adama 11th September 2018 21:39

Quote:

Originally Posted by duto (Post 38638872)
yang harusnya jadi pendukung wiwi kok pada golput ...wowo bisa menang dung...:nyengir:

kalo pada baca forpol sepertinya pada terpengaruh adama....:nyengir:

Yaelah kok saya dibawa-bawa ?. :sweatdrop:

Saya menentukan pilihan selalu pragmatis kagak pernah pake perasaan apalagi dugaan, sebab saya percaya politikus dan parpok itu cuman "alat". Yang namanya alat kalau gagal atau rusak ya harus diganti, semua politikus jual bacot tapi pada akhirnya pembuktian ada saat dia diberi amanah. Jika berhasil dipilih lagi, kalau gagal ya dibuang atau dijatuhkan.

:nyengir:

adama 11th September 2018 21:58

Quote:

Originally Posted by freya. (Post 38635791)
Tapi kayaknya ane lg terpikir buat golput taon depan..

Golput juga sebuah pilihan, memilih yang dianggap terbaik dari yang terburuk justru bukan menentukan pilihan yang baik karena hanya mengandalkan perasaan sahaja. :D

Terkecuali anda kesampingkan semua perasaan seperti saya, menentukan pilihan justru lebih mudah jika hanya mengandalkan logika.

:nyengir:


All times are GMT +8. The time now is 12:59.


Powered by vBulletin
Copyright © 2000 - 2006, Jelsoft Enterprises Ltd.