DetikForum

DetikForum (http://forum.detik.com/index.php)
-   Traveling (http://forum.detik.com/forumdisplay.php?f=149)
-   -   [Travelling] Bhutan, Destinasi Wisata yang Eksklusif. (http://forum.detik.com/showthread.php?t=1859703)

freya. 28th November 2018 08:29

[Travelling] Bhutan, Destinasi Wisata yang Eksklusif.
 
"Travel is fatal to prejudice, bigotry, and narrow-mindedness, and many of our people need it sorely on these account. Broad, wholesome, charitable views of men and things cannot be acquired by vegetating in one little corner of the earth all one's lifetime." -Mark Twain.


Negara Bhutan tampaknya kurang populer sebagai tujuan wisata ya.. tapi sebetulnya hal itu bukan disebabkan karena alam Bhutan tidak elok, malah justru sebaliknya alam Bhutan masih sangat asri dan terperlihara dengan baik. Adalah merupakan keputusan pemerintah Bhutan untuk membatasi jumlah wisatawan asing masuk setiap tahunnya, sepertinya pariwisata Bhutan memegang prinsip quality over quantity.

Jika ingin berkunjung ke Bhutan, wisatawan asing dihadapkan pada dua pilihan, yakni jalur darat atau udara. Proses masuk Bhutan bisa dibilang sangat selektif dan tanpa mengatur dengan agen perjalanan sebelumnya maka turis asing tidak dapat menikmati keindahan alam Bhutan.

Bukan itu saja, pemerintah Bhutan mewajibkan turis asing menghabiskan minimal US$250 per orang per hari. (US$200 per hari pada bulan December hingga February dan pada bulan Juni hingga Agustus), dengan tambahan US$40/30 per orang bagi solo traveler / group yang terdiri dari 2 orang saja. Biaya tersebut sudah meliputi biaya akomodasi, biaya transportasi, pemandu wisata, biaya makan dan biaya masuk objek-objek wisata / bangunan di Bhutan.

Worth it kah?

Hmm.., I bet Bhutan dijuluki "the last Shangri La" for a reason.

Shangri La itu sendiri sebetulnya merupakan sebuah tempat khayalan / fiktif yang digambarkan sangat indah dan harmonis oleh James Hilton pada sebuah novel tahun 1933 yakni Lost Horizon.

But I think Bhutan is not for everyone.. Bhutan hanya cocok untuk mereka yang mencari ketenangan, keindahan alam, udara bersih dan menyukai kebudayaan.

Kalau negara-negara lain mengukur kesejahteraan rakyatnya berdasarkan pendapatan, tidak demikian halnya dengan Bhutan. Bhutan menjadi satu-satunya negara yang mengukur kesejahteraan rakyatnya dengan GNH (Gross National Happines).

freya. 28th November 2018 08:38

7 Fakta Tentang Bhutan yang Mungkin Baru Kalian Tahu


97% Penduduk Bhutan menyatakan bahwa hidup mereka bahagia.

14 Oktober 2017

Bhutan adalah negara berbentuk kerajaan yang terletak di wilayah timur Himalaya dan berbatasan langsung dengan India dan Tibet. Sebelum tahun 2000an sangat sulit mendapatkan informasi tentang keadaan negara ini. Wisatawan pun sangat jarang berkunjung ke wilayah Bhutan.


Barulah pada awal tahun 2000an Bhutan membuka akses untuk wisatawan yang ingin menjelajahi negaranya. Berikut beberapa fakta yang mungkin belum kalian ketahui tentang Bhutan.

1. Penduduk Paling Bahagia.

Bhutan memiliki populasi kurang lebih 700.000 jiwa. Dari jumlah tersebut 97% diantara mengaku bahwa hidup mereka bahagia. Mayoritas penduduk Bhutan memeluk agama Budha dan sangat menerapkan prinsip-prinsip kesederhanaan yang diajarkan oleh agama mereka. Tidak heran meskipun dengan GDP yang hanya sebesar 2.500 dollar AS per tahun penduduk Bhutan sudah bisa bahagia.

2. Hari di Mana Salju Pertama Turun adalah Hari Libur Nasional.

Salju pertama memang selalu di nanti karena menawarkan keindahan tersendiri bagi penikmatnya. Jika di negara lain salju dinikmati karena keindahannya, berbeda dengan Bhutan yang sangat menghargai salju. Saking berharganya, saat salju pertama turun di wilayah Tiger Nest, seluruh negara di hari itu juga akan langsung berlaku hari libur nasional. Hal ini dikarenakan salju dianggap sebagai pembawa rejeki, yang mana saat mencair airnya akan mengalir ke arah lembah yang merupakan areal pertanian.

3. Teknologi Diperkenalkan Mulai Tahun 2000an.

Sebelum tahun 2000an Bhutan adalah negara yang cukup tertutup. Bahkan di tahun 90an TV masih dilarang penggunaannya di negara ini. TV, mobil dan teknologi lainnya baru berkembang pesat setelah memasuki periode tahun 2000an. Meskipun demikian untuk bisa memiliki teknologi ini haruslah orang-orang yang berpenghasilan cukup tinggi karena beban pajak yang cukup besar.

4. Hanya Dua Cara untuk Bisa Travelling.

Wisata ala backpacker yang belakangan sedang tren sangat dilarang dilakukan di Bhutan, hanya terdapat dua cara untuk bisa menjelajahi negara ini. Pertama adalah dengan cara mengikuti paket tour yang disiapkan oleh pemerintah Bhutan. Meskipun harga tiap paket cukup mahal, namun sepadan dengan kualitas yang diberikan, mulai dari hotel bintang lima, makanan mewah, guide yang selalu siap menemani, dan beberapa hal lainnya.

Cara kedua adalah dengan diundang secara langsung oleh penduduk lokal. Akan menguntungkan jika memiliki teman atau kenalan yang asli warga Bhutan karena kalian tidak perlu ikut paket tour yang harganya cukup mahal. Namun, dalam setahun penduduk lokal hanya diizinkan mengundang dua orang saja dan dengan pengurusan dokumen-dokumen yang cukup banyak.

Jumlah wisatawan yang masuk ke Bhutan sangat dibatasi karena menurut pemerintah mereka jumlah wisatawan yang terlalu banyak akan menyebabkan sulitnya mempertahankan budaya asli warga Bhutan. Wisatawan yang paling banyak berkunjung ke Bhutan berasal dari Jepang dan China.


5. Tidak Ada Lampu Lalu Lintas.

Bhutan tidak memiliki lampu lalu lintas. Petugas yang terdapat dalam gambar lah yang bertindak untuk mengatur lalu lintas. Dengan menggunakan sarung tangan berwarna putih, petugas mengatur kelancaran lalu lintas. Meskipun tidak ada lampu lalu lintas, warga Bhutan tetap patuh terhadap peraturan di jalan raya loh, guys!

6. Semua Daging adalah Import.

Untuk kalian yang vegetarian, makanan ala Bhutan mungkin akan sangat cocok. Karena Bhutan tidak mengizinkan warganya untuk membunuh hewan, bahkan memancing pun dilarang. Hal ini mereka terapkan berdasarkan ajaran Budha yang mana membunuh makhluk hidup akan dapat mendatangkan karma. Jika terdapat makanan berupa daging, bisa dipastikan bahwa daging tersebut adalah import.

7. Reinkarnation Comitte.

Beberapa agama memang memiliki konsep yang berbeda tentang kehidupan setelah kematian. Salah satunya adalah Budha yang merupakan agama mayoritas penduduk Bhutan. Budha meyakini bahwa setelah kematian akan ada yang namanya renkarnasi dan penduduk Bhutan sangat mempercayai hal ini sehingga dibentuklah reincarnation comitte atau komite yang menangani tentang renkarnasi.

Komisi ini dibentuk setelah terdapat banyak kasus seseorang mengklaim bahwa ia mengingat tentang kehidupannya sebelumnya, namun ternyata klaim tersebut adalah palsu. Komite ini bertugas untuk memastikan klaim tersebut dengan menggunakan beberapa test. Pihak yang mengklaim harus mampu mengingat setidaknya 75% dari kehidupannya sebelum dilahirkan kembali.

Hingga tahun 2016 terdapat 25 orang yang lulus test tersebut dan diakui telah mengingat kehidupan sebelumnya. Unik banget ya, guys!



Dikutip dari: SUMBER

iqbal.marwan 14th February 2019 21:12

ngeri juga negara Bhutan ya


All times are GMT +8. The time now is 13:51.


Powered by vBulletin
Copyright © 2000 - 2006, Jelsoft Enterprises Ltd.