View Single Post
Old 1st December 2010, 02:20
#56  
Hafilova
Mania Member
Hafilova is offline

Hafilova's Avatar

Join Date: May 2009
Posts: 1,481
Hafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/diva

Default

Dog Day Afternoon 1975



Sonny: " No, I don't want to be paid, I don't need to be paid. Look, I'm here with my partner and nine other people, see. And we're dying, man. You know? You're going to see our brains on the sidewalk, they're going to spill our guts out. Now are you going to show that on television? Have all your housewives look at that? Instead of As The World Turns? I mean what do you got for me? I want something for that "

Dog Day Afternoon mungkin adalah sedikit dari banyak film-film bertema perampokan bank atau yang bahasa kerennya biasa disebut heist movie yang berhasil di garap dengan baik, sangat baik malahan oleh seorang Sidney Lumet, sutradara yang notabene memang jagonya menghasilkan film-film berkualitas tinggi, lihat saja bagaimana 12 Angry Men dan Serpico sukses menghipnotis para penontonnya dalam sajian drama kriminal pintar. Dalam Dog Day Afternoon ini Lumet kembali menggandeng Al Pacino untuk menghadirkan sebuah kisah yang terinspirasi dari artikel P.F. Kluge berjudul [I]"The Boys in the Bank"[/I, sebuah kisah nyata tetang kasus perampokan yang hampir sama yang pernah terjadi di Brooklyn Bank oleh John Wojtowicz and Salvatore Naturile pada tahun 1972.

Tidak seperti heist movie kebanyakan, Dog Day Afternoon tidak melulu memfokuskan kisahnya pada perampokan semata, bahkan kalau mau jujur film ini juga tidak menawarkan adegan-adegan perampokan keren ala Heat atau The Dark Knight yang dilakukan oleh para penjahat profesional, di sini pelaku perampokan hanya seorang Sonny Wortzik (Al Pacino), amatiran, veteran perang Vietnam yang terpaksa sore itu harus merampok bank untuk sebuah keperluan yang mungkin terdengar konyol. Dalam melakukan aksinya ini, Sonny di bantu Sal ( Jhon Cazale), residifis kelas teri yang sepertinya terlalu gugup untuk memegang senjata dengan benar. Namun siapa sangka apa yang mereka rencanakan sebelumnya sebagai perampokan 10 menit malah menjadi sirkus media selama berjam-jam kemudian.

Ya, selain perampokan inilah yang sebenarnya tema yang ingin diangkat Lumet, sebuah kisah perampokan bank tidak biasa yang kemudian berubah menjadi sebuah pertunjukan sirkus media dalam hitungan jam. Tema ini terasa sangat pas pada saat itu, saat dimana masyarakat Amerika Serikat sudah bosan dengan perang Vietnam, sudah muak dengan janji-janji palsu pemerintah yang kemudian berujung mencari alternatif lain untuk mengisi histeria masa. Maka hubungan yang rumit antara TV, polisi, sandera dan penjahat menjadi tontonan yang menarik. Dengan dukungan naskah pintar dari Frank Pierson, Lumet mampu membuat sajian selama 130 menit ini menjadi terasa cepat, sangat menarik dan jauh dari kata membosankan, apalagi mengingat film ini tidak menawarkan adegan-adegan aksi pemacu adrenalin layaknya film-film bertema sama kebanyakan. Yang ada hanya dialog-dialog cerdas yang kebanyakan keluar dari mulut seorang Sonny di saat ia harus berhadapan dengan para polisi yang sudah mengepungnya.

Karakter Sonny sendiri memang bukanlah karakter jahat, walaupun ia melakukan tindakan yang salah dengan merampok sebuah bank, bukan untuk kepentingannya namun untuk sang kekasih tercinta yang juga jati dirinnya akan menjadi sebuah kejutan tersendiri di film ini. Untuk membawakan karakter seorang perampok simpatik yang juga memilki konflik internal, sosok Al Pacino memang sangat layak memerankan karakter Soony, mengingat kemampuan akting aktor watak satu ini sudah tidak lagi diragukan, terutama disaat membawakan karakter-karakter sulit. Bisa dibilang di sini Al Pacino nyaris mendominasi keseluruhan film dengan salah satu akting terbaiknya.

Dog Day Afternoon sukses menguguhkan dirinya sebagai salah satu high tension crime thriller paling hebat sepanjang masa. Bukan hanya karena terinspirasi dari kisah nyata saja, namun juga bagaimana seorang Sidney Lumet menyajikannya dengan sangat luar biasa adegan demi adegan didalamnya, dan semuanya menjadi terasa semakin lengkap dengan dukungan akting kuat dari seorang Al Pacino. Classic!.

8/10
Reply With Quote