View Single Post
Old 1st December 2010, 10:41
#88  
Hafilova
Mania Member
Hafilova is offline

Hafilova's Avatar

Join Date: May 2009
Posts: 1,481
Hafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/diva

Default

Easy A (2010)




Olive Penderghast: " I think I'll lose my virginity to him. Maybe in five minutes, maybe tonight, maybe sixth months from now, or maybe on the night of our wedding. Either way, it's really none of your business "

Story:
Ada beberapa tips jitu agar bisa menjadi orang populer di sekolahmu, pertama, yang paling mudah adalah kamu harus punya modal tampang super tampan atau cantik serta didukung dengan tubuh super hot nan seksi, bahkan tidak perlu terlalu pintar, dipastikan sudah mendapat satu tempat disini. Kedua, kamu harus jago olahraga, biasanya sih bintang olahraga berprestasi yang mengaharumkan nama sekolah tentu banyak penggemarnya, atau bisa juga dengan cara lain, cara yang mungkin terkesan agak murahan seperti menyebarkan berita heboh kepada seluruh penduduk sekolahmu bahwa kamu baru saja kehilangan keperawanmu, apalagi mengingat bahwa kamu memiliki reputasi sebagai seorang gadis baik-baik di sekolah.

Ya, cara terakhir ini rupanya yang dilakukan (tanpa sengaja) oleh Olive Penderghast (Emma Stone) disaat percakapan yang sudah terekayasanya sedemikan rupa (tentang ia kehilangan keperawannya walapun sebenarnya tidak ia lakukan) bersama sahabat baiknya, Rhiannon Abernathy (Alyson Michalka) terdengar oleh Marianne (Amanda Bynes), salah seorang siswi yang juga ketua dari perkumpulan Kristen yang fanatik. Hasilnya bisa ditebak, gossip miring tersebut pun menyebar cepat layaknya virus infuenza kepada setiap penduduk sekolahnya, akibatnya Olive yang sebelumnya hanyalah seorang gadis biasa-biasa saja tiba-tiba berubah menjadi pusat perhatian.

Menariknya lagi, alih-alih terpukul, Olive malah menikmati kepopuleran instannya yang tidak wajar sebagai 'wanita jalang' ini, bahkan gadis penggemar film-film era 80an ini mampu memanfaatkannya untuk membantu orang lain yang senasib sepertinya seperti yang dilakukan oleh karkater Hester Prynne dalam film dan novel favoritnya, Scarlet Letter, bahkan untuk mengaskan bahwa ia memang gadis 'tak bermoral', Olive sampai menjahit huruh "A" besar berwarnah merah di pakaian-pakaian seksi yang dikenakannya . Masalahnya populer rernyata tidak menjamin bahwa hidup Olive bakalan bahagia seperti yang dialami oleh karakter-karakter dalam film-film Jhon Hunges kegemarannya, dan akhirnya Ia harus mencari cara untuk bisa memulihkan kembali reputasinya yang sudah terlanjur kotor.


Review: Sepertinya sudah cukup lama saya sudah tidak pernah lagi menemukan chick flick yang sangat menghibur, menyegarkan dan juga cerdas seperti yang disajikan oleh Easy A ini. Terakhir mungkin ada Clueless pada tahun 1995 lalu, atau Mean Gilrs 6 tahun lalu dimana Lindsay Lohan masih menjadi gadis baik-baik dan masih di puncak popularitasnya.

Sepintas apa yang ditawarkan Easy A terdengar seperti sebuah komedi teenflick ringan tanpa otak yang mudah dinikmati, namun menjadi istimewa ketika sang sutaradara, Will Gluck yang pernah menghasilkan Fired Up 2009 lalu ini mengemasnya dengan penyajian yang menarik dan menyegarkan. Ide ceritanya sendiri merupakan pinjaman dari karya klasik Nathaniel Hawthorne, Scarlet Letter yang dengan sukses di implementasikan secara bebas dan pintar oleh penulis naskah Bert V. Royal dalam sebuah drama komedi remaja modern berdurasi 92 menit ini, bahkan ia juga tidak lupa memasukan tema-tema universal seperti seks, cinta dan reputasi yang kemudian dibungkusnya dengan dialog-dialog cerdas menggelitik.

Selain kisahnya yang menarik, kehadiran sosok cantik bernama Emma Stone jelas menjadi daya tarik utama Easy A. Ya, layaknya Julia Roberts yang berhasil menemukan momen terbaik dalam kariernya dalam Pretty Woman, Stone pun mendapatinya dalam Easy A. Setelah sebelumnya sempat hadir memerankan sosok incaran Michael Cera dalam Superbad, anggota persaudaran universitas dalam House of Bunny, dan menjadi salah satu surivivor dalam horor komedi, Zombieland akhirnya aktris kelahiran Scottsdale, Arizona 22 tahun lalu mendapatkan kesempatan untuk peran utama pertamanya disini. Dan kepercayaan yang diberikan Gluck kepadanya ini berhasil di bayar tuntas dalam penampilan gemilangnya sebagai Olive Penderghast, seorang remaja pintar berlidah tajam dengan kenekatan dan kenarsisan yang luar biasa namun disaat bersamaan ia juga adalah gadis rendah hati yang sama rapuhnya dengan gadis-gadis lain disaat berhadapan dengan cinta. Singkat kata, Emma Stone adalah roh dari Easy A, tanpa melupakan penampilan aktor/aktris lain yang juga bermain baik seperti, Alyson Michalka, Thomas Haden Church, penampilan terakhir Amanda Bynes sebelum memutuskan pesiun, Patricia Clarkson dan Stanley Tucci yang berperan sebagai orangtua Olive yang liberal, aneh namun kocak, dan Lisa Kudrow.

Overall, Easy A jelas dengan mudah menjadikan dirinya sebagai salah satu teen-flick terbaik tahun ini. Kisahnya yang sederhana namun berhasil dikemas menarik dengan dialog-dialog cerdas dan humor-humor megelitik, belum lagi didukung dengan penampilan fantastis dari Emma Stone menjadikan film ini sebagai sebuah film wajib ditonton bagi siapa saja yang mencari drama komedi remaja berkualitas.

7,8/10
Reply With Quote