View Single Post
Old 1st December 2010, 12:36
#151  
Hafilova
Mania Member
Hafilova is offline

Hafilova's Avatar

Join Date: May 2009
Posts: 1,481
Hafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/diva

Default

Altitude (2010)


" Don't Look Down "


Story: Tanpa menghiraukan larangan ayahnya, Sara (Jessica Lowndes) bersama ke empat sahabatnya tetap saja nekad melakukan perjalanan liburan akhir pekan mereka dengan menggunakan pesawat terbang yang disewa dan dipiloti oleh Sara. Sudah bisa ditebak tidak lama setelah lepas landas kecerian di wajah kelima remaja tersebut mendadak berubah menjadi kecemasan. Pesawat tersebut mendadak mengalami gangguan teknis sehingga tidak dapat dikendalikan dan melesat tinggi ke angkasa.

Kehilangan kendali pesawat ternyata bukanlah satu-satunya masalah utama. Mereka masih harus menghadapi bahan bakar yang akan habis, kehilangan komunikasi dengan pengawas penerbangan dan kupulan awan badai yang mulai mendekat, dan dari sinilah mimpi buruk mereka baru saja dimulai.........

Review: Altitude, mungkin thriller produksi Kanada satu ini tidak terlalu dengar gaungnya, wajar saja, selain film ini dirilis langsung ke format video, kualitasnya pun tidak jauh-jauh dari thriller kelas B kebanyakan yang buruk di penggarapan dan akting amatiran dari aktor dan aktrisnya. Ya, memang saya cukup tersiksa melihat segala kekurangan film ini, mulai dari efek yang terlihat murahan sampai naskah dan dialog yang kacau, namun jika mau sedikit bersabar, setidaknya tunggulah sampai pertengahan, film ini akan sedikit membaik, ya, sedikit, namun itu cukup mengusik rasa penasaran saya untuk menyaksikannya hingga akhir.

Jujur saja harus saya akui konsep yang diusung oleh film besutan Kaare Andrews yang juga seorang penulis komik ini sebenarnya terbilang sangat menarik dan orisinil. Dari awal hingga pertengahan penonton diajak untuk mempercayai bahwa Altitude hanyalah thriller standar yang hanya mengandalkan ketegangannya pada situasi gawat darurat dalam sebuah pesawat udara kecil karena kendala teknis dengan penyebab yang cukup masuk akal, namun siapa sangka menginjak paruh kedua film ini merubah halauannya menjadi thriller fantasi-suprantural. Jika anda pernah menyaksikan salah satu episode dalam Twilight Zone: The Movie yang berjudul Nightmare at 20,000 Feet mungkin kurang lebih seperti itulah kira-kira yang terjadi dalam paruh kedua Altitude, bedanya disini terjadi dalam ruang lingkup yang lebih sempit dengan hanya mengandalkan lima karakter sepanjang 90 menit. Perubahan radikal yang terjadi memang memberikan pengaruh cukup besar terhadap kisah Altitude yang ditutup dengan ending yang cukup mengejutkan, sebuah ending berkelas yang juga menjadi satu-satunya bagian terbaik film ini, ending yang mengingatkan saya pada sebuah thriller indie luar biasa berjudul Donnie Darko

Ya, harus diakui secara teknis Altitude tampil mengecewakan, tidak jauh berbeda dari yang ditampilkan kebanyakan film-film kelas dua lainnya, lemah hampir disemua bagiannya. Padahal jika saja Kaare Andrews mau memaksimalkan ide cerita yang tergolong menarik dan orisinil ini niscaya Altitude tentu tidak akan tampil 'setengah matang' seperti ini. Watchable, Yet Not Likable.

6/10

visit my blog
Reply With Quote