View Single Post
Old 1st December 2010, 12:39
#158  
Hafilova
Mania Member
Hafilova is offline

Hafilova's Avatar

Join Date: May 2009
Posts: 1,481
Hafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/diva

Default

Dream Home (2010)


" What would you do, if someone blocked your view "


Story: Hongkong, mencari apartemen mewah dengan pemandangan laut di negara ini sama saja seperti sedang bermimpi disiang bolong, apalagi bagi mereka dengan ekonomi pas-pasan seperti Cheng Lai-sheung (Josie Ho), seorang karyawati bank pekerja keras yang sudah lama mendambakan sebuah tempat tinggal impian baginya dan keluarganya apapun yang terjadi termasuk bekerja di lain tempat dan juga menjadi simpanan seorang pengusaha beristri. Ya, sejak kecil Lai-sheung sudah merasakan bagaimana susahnya hidup di rumahnya yang kecil, sempit, panas dan kumuh, belum lagi beban hidupnya semakin menumpuk semenjak kematian sang ibu dan seorang diri ia harus menjadi kepala keluarga bagi adik dan ayahnya yang sedang sakit-sakitan.

Setelah bertahun-tahun berusaha, kerja keras Lai-sheung akhirnya berbuah hasil, uangnya telah terkumpul cukup untuk membeli apartemen idamannya itu, namun sialnya karena terlalu lama, dan disaat bersamaan terjadi gejolak ekomoni di negara itu, rumah idaman yang sudah didepan mata itu pun harus terlepas begitu saja karena harganya menjadi tinggi. Jadi apa yang kemudian dilakukan oleh Lai-sheung? apakah ia pasrah begitu saja melihat impiannya selama ini hilang perlahan-lahan? Dilanda kekecewaan yang luar biasa rupanya sanggup membuat Lai-sheung bertransformasi menjadi seorang psikopat. Ia kemudian melakukan serangkaian pembunuhan sadis terhadap para penghuni disekeliling apartemen mewah yang ingin dibelinya, tujuannya hanya satu, agar ia dapat membeli rumah impiannya itu dengan harga semurah-murahnya.

Review: Dream Home, sugguh tidak menyangka film yang awalnya saya kira hanya sebuah slasher kelas "B" ini ternyata mampu berbicara banyak, bahkan jauh melebihi ekpektasi saya sebelumnya. Ya, film garapan Pang Ho-Cheung ini menjadi istimewa bukan hanya bagaimana ia menghadirkan kekerasan tingkat tingginya namun juga bagimana Pang Ho-Cheung dengan kritis menyelipkan 'sentilan' dalam sebuah sub plot satir sosial menarik tentang fenomena perekonomian Hongkong, khususnya pada sistem real estate / perumahan yang terlihat hanya menguntungkan para kalangan berduit, sementara bagi masyarakat kelas menengah kebawah harus melewati jalan panjang yang berbelit-belit untuk sekedar mendapat sebuah tempat tinggal idaman.

Tidak seperti kebanyakan slasher pada umumnya yang bisa dibilang lemah pada plot-nya, Dream Home bisa dibilang tampil cukup kuat. Dengan menggunakan alur non-lienar, alias maju mundur, penonton diajak untuk menjadi saksi bagaimana lahirnya seorang psikopat sadis bernama Cheng Lai-sheung yang terbentuk secara manusiawi melalui rangakaian flash back menarik dimana secara perlahan namun pasti dikarenakan masa lalu yang sulit dan getir telah merubah wanita beparas ayu ini menjadi sosok 'monster' ganas yang dengan dingin menghabisi setiap orang yang mengahalangi rencananya. Menariknya meskipun sadis, sosok Lai-sheung tetap mampu mengambil simpati penontonnya dimana seakan-akan penonton diajak untuk membenarkan tindakan yang dilakukannya dan menyalahkan 'sistem' sebagai penyebab segalanya.

Berbicara genre slasher sudah pasti tidak akan jauh-jauh dari yang namanya blood and gore fest, dan luar biasanya Dream Home ternyata mampu menyajikannya segala kesadisan dan tumpahan darah tersebut dengan dosis tinggi, sehingga hasilnya adalah rangkaian adegan pembunuhan mengerikan, sadis, 'sakit' yang berhasil disajikan dengan 'kreatif' dan rapi, bahkan terlihat sangat realistis berkat dukungan spesial efek dan make up yang luar biasa, lihat saja adegan disaat Lai-sheung menusuk kepala seorang PRT asal Indonesia (ya, Indonesia) sampai-sampai bola matanya terlepas, atau bagaimana ia menghabisi seorang wanita hamil tanpa ampun dengan membungkus kepala wanita tersebut dengan plastik yang sudah dihubungkan dengan vacum cleaner hingga kehabisan nafas, setelah sebelumnya menjatuhkannya dengan posisi perut menghadap kebawah, atau bagaimana ia merobek perut seorang pemuda sampai ususnya terburai, dan masih banyak lagi adegan-adegan mengerikan lainnya yang dijamin membuat perut para penontonnya yang lemah hati bakal bergolak hebat, untung-untung tidak sampai muntah.

Overall, melalui Dream Home, Pang Ho-Cheung sepertinya ingin membuktikan kepada dunia internasional bahwa perfilman Hongkong pun mampu membuat slasher berkualitas dan juga sadis seperti yang banyak dihasilkan oleh Hollywood maupun negara Eropa lainnya. Bukan hanya itu saja, Ho-Cheung pun mampu 'membungkus' segala kengerian tersebut dengan plot sosial politik satir yang tidak kalah menariknya.

7,5/10

visit my blog
Reply With Quote