View Single Post
Old 1st December 2010, 13:01
#185  
Hafilova
Mania Member
Hafilova is offline

Hafilova's Avatar

Join Date: May 2009
Posts: 1,481
Hafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/diva

Default

Babies (2010)



" Everybody loves... "


Tidak perlu menjadi jenius untuk dapat menebak apa yang coba dihadirkan oleh film dokumenter yang di distribusikan oleh Focus Features ini. Hanya dengan melihat poster dan judulnya saja kita sudah mengetahui bahwa Babies pasti akan bercerita tentang kehidupan para mahkluk mungil nan mengemaskan yang biasa kita sebut Bayi. Thomas Balmes, sutradara asal Perancis ini bisa dibilang cukup jeli mengangkat tema ringan dan bersahabat yang bisa dipastikan akan disukai semua orang, terutama untuk para orangtua dan kaum hawa yang notabene memang menyukai tingkah laku para manusia-manusia kecil ini.

Ya, Thomas Balmes sukses menjadikan Babies sebagai sebuah dokumeter menyenangkan untuk ditonton bagi siapa saja, dalam artian film ini mengandung banyak berisi momen-momen manis, lucu dan menghibur yang semuanya murni dihasil dari tingkah laku polos keempat bayi-bayi mungil bernama Ponijao, Bayrjargal, Mari, dan Hattie. Masing-masing bayi berasal dari keluarga terpilih yang tersebar di berbagai belahan dunia. Di Namibia, si kecil Ponijao dibesarkan oleh keluarganya di sebuah gubuk dekat Opuwo, sebuah daerah yang gersang dan kotor. Bayrjargal hidup di sebuah tenda di daerah pertanian dekat Bayanchandmani, Mongolia. Mari dan Hattie menjadi dua wakil daerah urban modern Tokyo, Jepang dan San Franssico, Amerika Serikat.

Selama dua tahun Balmes menghabiskan waktunya merekam kegiatan bayi-bayi tersebut. Ia melintasi dunia dan menghabiskan waktunya sekitar dua minggu bersama tiap-tiap keluarga dan merekam setiap momen-momen penting secara dinamis secara berkala dengan teknik sinematografi yang indah. Di mulai dari saat mereka lahir, di saat mereka mulai belajar merangkak, disaat mereka mulai mengucapkan kata pertama sampai di saat mereka mulai bediri dan berjalan. Balmes mengambil gambar sebanyak 45 menit per harinya, membuatnya memiliki video mentah selama 400 jam yang akhirnya diedit menjadi sebuah dokumenter minim dialog sepanjang 79 menit.

Mungkin kita akan beranggapan bahwa Balmes sepertinya sedikit keterlaluan dalam menggambarkan bagaimana sangat berbedanya kehidupan ke empat bayi di sini, lihat saja Ponijao dan Bayrjargal yang tinggal di daerah terpencil sangat bertolak belakang dengan kehidupan nyaman Mari dan Hattie. Walaupun dalam wawancaranya dengan Reuters Belmes sendiri tidak bermaksud untuk mencerminkan kebudayaan dan cara hidup negara yang diwakilkan bayi-bayi tersebut. “Mereka hanya merepresentasikan diri mereka sendiri, dan untuk itu tidak perlu adanya anggapan atau penilaian mengenai hal ini,” jelas Belmes. Wajar saja kita sebagai manusia berperasaan tentu akan merasa miris melihat bagaimana Ponijao dan Bayrjargal tumbuh dan berkembang sementara dua lainnya hidup dengan segala kenyamanannya, namun toh mereka semua terlihat sangat enjoy dan bahagia dengan kehidupannya masing-masing, apalagi mereka semua bisa dibilang adalah bayi-bayi beruntung karena memiliki orangtua yang sangat mencintai mereka.

Overall, Para bayi memang memiliki pesonanya sendiri. Dibalik setiap kepolosnya, tubuh lemahnya dan wajah mereka tanpa dosa tersimpan sebuah kekuatan magis yang mampu membuat setiap penontonnya tersenyum bahkan tertawa lepas melihat tingkah laku mereka. Dan beruntung bagi kita para orangtua dan siapaun yang mencintai anal-anak karena masih ada Thomas Balmes yang sudah mau bersusah payah menghadirkan dunia malikat-malaikat kecil tersebut dalam Babies.

7,5/10

visit my blog
Reply With Quote