View Single Post
Old 1st December 2010, 13:02
#186  
Hafilova
Mania Member
Hafilova is offline

Hafilova's Avatar

Join Date: May 2009
Posts: 1,481
Hafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/diva

Default

Frozen (2010)


" No One Know's You're Up There "


Story: Apa yang kamu lakukan jika terjebak di ketinggian tanpa ada seorangpun yang mengetahui keberadaanmu? kondisi mengerikan seperti itulah yang dialami Parker (Emma Bell), Dan (Kevin Zegers), dan Lynch (Shawn Ashmore). Mimpi buruk itu bermula ketika mereka memutuskan untuk menghabiskan liburan musim dingin dengan bermain ski di sebuah resot yang terletak di pegunungan Holliston.

Awalnya semua berjalan baik-baik saja, tidak ada masalah yang terlalu berarti selain masalah kecil dimana chairlift yang membawa mereka untuk ke puncak mati sejenak karena kesalahan teknis. Tak terasa setelah seharian bersenang-senang malam pun tiba. Sementara para pengunjung lain sudah pulang, Parker, Dan, dan Lynch yang masih belum puas meminta kepada operator chairlift untuk diberikan kesempatan satu kali agar dapat kembali ke puncak dan melakukan seluncur untuk yang terkahir kali. Rupanya apa yang terjadi kemudian adalah sebuah kesalahpahaman yang kemudian berujung malapetaka bagi mereka bertiga.

Ketiganya tanpa sengaja terjebak dalam chairlift yang mereka tumpangi di ketinggian yang cukup membuat seseorang mederita patah kaki parah jika berani melompat. Panik semakin menguasai mereka ketika lampu-lampu pun mulai padam, tanda resort tersebut sudah tutup selama seminggu tanpa meninggalkan seorangpun selain mereka dan dinginnya udara pegunungan Holliston yang menusuk tulang.

Review: Jika ada thriller yang menawarkan ketegangan tanpa harus terlalu mengobral banyak kisah misteri dan rentetan adegan sadis penuh darah didalamnya bisa dibilang Frozen adalah jawabannya. Ya, Frozen memang berbeda dari kebanyakan thriller yang mesti bersusah payah membangun kisahnya dengan cara konvensional seperti yang saya sebutkan diatas. Film besutan Adam Green yang sebelumnya sukses menelurkan Hachet ini memang hanya sebuah drama thriller indie berbudget murah namun jelas bukan murahan. Dengan setting minimalis serta premis sederhana, hasilnya, sebuah thriller efektif yang mampu memaksa penontonnya untuk ikut merasakan ketegangan, kengerian, kesendirian dan keputusasaan yang dialami karakternya yang mengigil ngilu merasakan dinginnya terpaan udara salju pegunungan Holliston yang menusuk sampai ke tulang-tulang.

Green sukses menyajikan momen-momen menegangkan tersebut dengan tidak berlebih-lebihan, semuanya disajikan secara realistis termasuk didalamnya menggunakan efek-efek sederhana non CGI yang dikombinasikan dengan pendalaman setiap karakternya melalaui dialog-dialog panjang yang memang harus diakui sekaligus menjadi bagian terlemah film yang di distribusikan oleh Anchor Bay Entertainment. Dialog-dialog panjang yang dikombinasikan dengan plot lambat memang terasa membosankan bagi sebagian penontonnya, apalagi mengetahui faktanya bahwa ini adalah sebuah thriller yang tidak semestinya terlalu banyak mengumbar dialog-dialog panjang nan membosankan, untungnya saja kebosanan tersebut tidak berlangsung lama, karena Green mampu membayar lunas sisa film dengan memasukan elemen-elemen survivor yang membuat penontonnya ikut merasa miris melihat bagaimana karakter-karakternya berjuang bertahan hidup.

Secara keseluruhan apa yang coba ditawarkan oleh Frozen sebenarnya cukup menarik, sebagai sutradara dan penulis cerita Green setidaknya sudah mampu keluar sedikit dari pakem thriller konvensional dengan menyajikan drama, thriller dan susnpense dalam porsi yang seimbang, namun sayang penggarapan cerita yang kurang dalam serta terlalu banyak membuang-buang waktu menampilkan dialog-dialog dangkal membuat film ini terasa sedikit membosankan.

7,2/10

visit my blog
Reply With Quote