View Single Post
Old 24th December 2010, 17:26
#1001  
Hafilova
Mania Member
Hafilova is offline

Hafilova's Avatar

Join Date: May 2009
Posts: 1,481
Hafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/diva

Default

Gulliver's Travels (2010)


" Something big is going down "


Story: Sudah 10 tahun ini Lemuel Gulliver (Jack Black) bekerja sebagai pengantar surat bagi para pegawai New York Tribune, nampaknya tidak ada yang membuat pria berubuh tambun dan bermulut 'manis' untuk meninggalkan pekerjaan membosankannya itu. Tapi semuanya mendadak berubah disaat seorang pegawai baru yang baru saja bekerja menjadi bawahannya langsung dipromosikan menjadi atasannya. Merasa tidak terima, Gulliver lalu mengambil langkah drastis. Tidak memilki skill menulis dan hanya ingin terlihat hebat di depan Darcy (Amanda Peet), editor yang sudah lama ditaksirnya, membawa Gulliver mendapat tugas sebagai seorang penulis kolom perjalanan untuk mengunjungi perairan segitiga bermuda yang terkenal angker itu. Dan sudah bisa ditebak apa yang terjadi selanjutnya. Gulliver terjebak dalam badai dahsyat dimana kemudian membuat dirinya terdampar di sebuah negeri Liliput, sebuah dunia dimana seluruh para penduduknya berukuran mini, tidak lebih dari 15 cm dan Ia adalah satu-satunya manusia berukuran raksasa di tempat itu.


Review: Mungkin beberapa dari kita kisah Guliiver's Travels sudah tidak asing terdengar di telinga. Lliteratur klasik karya Jonathan Switf yang mengisahkan petualangan seorang manusia yang tersesat di negeri liliput ini memang sudah kerap kali diangkat ke layar lebar, namun baru kali ini sejak adaptasi film pertamanya 108 tahun lalu lewat Le Voyage de Gulliver à Lilliput et chez les géants, Hollywood membuat versi live actionnya. Sudah tentu untuk membuat 'dongeng klasik Swift' ini menjadi lebih menarik bagi penonton muda, Davis Entertaiment di bawah panji 20th Century Fox menghadirkan kisah petualangan Lemuel Gulliver ini dalam kemasan yang lebih modern, dan memasang Jack Black sebagai tokoh sentral dibawah arahan Rob Letterman yang sebelumnya pernah menjadi sutradara 2 film animasi CGI milik DreamWorks, Shark Tale (2004) dan Monsters Vs. Aliens (2009).

Layaknya tipikal film-film pengisi liburan akhir tahun, Gulliver's Travels memposisikan dirinya sebagai sebuah sajian hiburan keluarga yang dihiasi dengan cerita ringan yang notabene sudah mengalami modifikasi sana-sini dari kisah aslinya, adegan-adegan seru dan lucu lengkap dengan pemanfaatan visual efek yang memanjakan mata, terlebih lagi disajikan dalam format 3D yang sedang tren digunakan akhir-akhir ini. Namun alih-alaih menikmati kisah fantasinya yang seharusnya menjadi bagian paling menarik, penonton sepertinya malah 'dipaksa' selama kurang lebih 90 menit melihat tingkah laku edan, super narsis dan jorok dari komedian 'nyeleneh' bernama Jack Black. Tidak masalah memang jika anda memang adalah fans Black yang mungkin sudah terbiasa dengan gaya komedinya yang 'aneh' dan terkadang 'garing' ini, tapi bagi sebagian penonton awam mungkin akan mengeleng-gelengkan kepala menemukan bahwa film ini tidak lebih dari sekedar hanya sebuah tontonan komedi yang mengolok-olok seorang pria gendut gila yang narsisnya luar biasa.

Ya, Gulliver's Travels sepertinya memang sebuah film yang dikhususkan bagi seoerang Jack Black, bahkan sepertinya Letterman bersama duo penulis naskah, Joe Stillman dan Nicholas Stoller mengerti betul bagaimana mengkesploitasi guyonan edan ala komedian 41 tahun ini. Jadi Meskipun film ini adalah versi adaptasi dari novel terkenal jangan berharap akan sebuah plot yang cerdas dan menarik, semua tersaji sangat datar, tidak ada kejutan apapun, terkesan sekali kalau digarap terlalu terburu-buru dan asal-asalan, bahkan versi 3Dnya pun lagi-lagi hanya memaksa penotonnya untuk mengeluarkan kocek lebih dalam tanpa adanya efek yang berarti. Bisa dibilang satu-satunya (selain kegilaan Jack Black) yang menarik adalah banyaknya dimasukan elemen-elemen pop culture yang kental, seperti produk-produk eletronik, video games, musik sampai film-film terkenal yang disajikan dalam versi Jack Black tentunya.

Overall, tampaknya daripada menghadirkan daur ulang sebuah dongeng klasik ke dalam versi modern, Gulliver's Travels malah lebih condong menjadi ajang Jack Black mempertontonkan segala kenarsisaan dan kegilaannya. Ya, film ini memang hanya sekedar menghibur, itupun kalau anda memang fans seorang Jack Black yang terbiasa dengan segala guyonannya yang nyeleh, jika tidak lebih baik lewatkan saja film satu ini, toh, anda tidak akan rugi apa-apa.

6/10

visit my blog
Reply With Quote