View Single Post
Old 26th December 2010, 14:38
#1014  
mannacantik
Medal Winner
mannacantik is offline

mannacantik's Avatar

Join Date: Feb 2008
Posts: 39,475
mannacantik Super Legendmannacantik Super Legendmannacantik Super Legendmannacantik Super Legendmannacantik Super Legendmannacantik Super Legendmannacantik Super Legendmannacantik Super Legendmannacantik Super Legendmannacantik Super Legendmannacantik Super Legend

Default

Black Swan

****** SPOILER ALERT******

New York Ballet Company akan memulai season baru. Thomas Leroy (Vincent Cassels), sutradara artistik New York Ballet Company mengumumkan bahwa season mendatang akan dibuka dengan penampilan Swan Lake. Top Ballerina, Bet McIntyre (Wynona Ryder) dianggap terlalu tua untuk tetap menjadi Swan Queen, maka Leroy berniat mengganti Beth dengan pebalet yang lebih muda dan segar . Adalah Nina Sayers, seorang Ballerina yang sangat disiplin dan terobsesi dengan ballet dipanggil beserta pebalet muda lainnya untuk perform di depan Leroy dalam rangka mengisi peran Swan Queen. Tokoh Nina memiliki karakter introvert, rapuh dan ‘sedikit gangguan psikis”

Untuk menjadi Swan Queen, harus bisa memerankan White Swan dan Black Swan sekaligus. Menurut Leroy Nina sangat cocok memerankan White Swan karena kepribadiannya yang introvert, disiplin, rapuh dan innocent. Namun Nina akan susah transform menjadi Black Swan yang manipulatif, penggoda dan sensual.

Ketika Nina akhirnya terpilih menjadi Swan Queen, inilah awal dari bencana dan terror yang dialami oleh Nina. Apalagi Leroy mulai melirik rookie, ballerina baru, Lily (Mila Kunis) dan menganggap Lily cocok memerankan Black Swan. Sikap ramah dan sensual Lily justru membuat Nina merasa terintimidasi. Belum lagi sikap overbearing dari Ibunya, Erica (Barbara Hershey) yang membuat Nina semakin frighten dan down.


Film ini disutradari oleh Darren Aronofsky ( Phi, Requeim for A Dream, The Fountain, The Wrestler). Darren Aronofsky menjadikan tema ballet yang biasanya indah dan manis menjadi thriller yang mencengangkan. Penonton dituntun untuk menyelami ketakutan dan sikap introvert Nina dengan penuh tanda tanya. Pengambilan gambar demi gambar oleh Aronofsky mampu membuat penonton merasa thrill dan penasaran.

Di awal film kita sudah disuguhi dengan tarian ballet yang indah dan musik yang merdu dan sedikit menegangkan dari Chris Mansell. lalu dipertengahan film, tensi meningkat dan konflik semakin campur aduk. Konon kabarnya Chris Mansell menggunakan music Swan Lake nya Tchaikovsky, tapi dimainkan dari belakang ke depan..agak dimodifikasi

Dan Puncaknya adalah adegan SWAN LAKE di akhir film yang merupakan klimak film ini yang ditampilkan dengan luar biasa oleh Natalie Portman. Perubahan Portman dari White Swan menjadi Black Swan disorot oleh Aronofsky dengan baik. Tarian Ballet Natalie Portman saat menjadi White Swan begitu lembut, halus dan innocent. Setelahnya dia menjelma menjadi Black Swan dengan gerakan yang sensual, menggoda dan penuh percaya diri. Sorot mata Portman saat menjadi White Swan dan Black Swan juga sangat mengagumkan. Penonton dapat merasakan keculasan, manipulatif, sensualitas dan percaya diri Black Swan hanya dari tatapan matanya, demikian juga saat Portman menjadi White Swan, terlihat begitu rapuh dan innocent hanya dari tatapan matanya yang sedikit berair. Adegan ini sangat bagus. Adegan keren

Natalie Portman sebagai Nina sangat mengagumkan. Portman mampu menjelma sebagai Nina Sayers, White Swan dan Black Swan dengan sempurna. Ketakutan Nina tergambar dengan bagus dari gerak tubuh maupun ekspresinya. Tahapan perubahan Karakter Nina yang awalnya merupakan sweet girl yang selalu berusaha menyenangkan ibunya dan sedikit demi sedikit berubah menjadi kasar digambarkan dengan baik oleh Aronofsky dan juga ditampilkan dengan baik oleh Portman. Perubahan suara Portman juga begitu jelas, saat dia menjadi gadis innocent suaranya begitu ragu dan sedikit gemetaran. Namun saat dia terintimidasi, suaranya berubah menjadi mengerikan dan tajam.

Pemain pendukung lainnya tak kalah baiknya. Vincent Cassels sebagai Leroy mampu menampilkan Leroy yang penuh kuasa dan tanpa belas kasihan namun di sisi lain dia juga sangat piawai dan brilliant di bidangnya. Barbara Hershey sebagai sang ibu yang overprotected dan sangat mendukung Nina menjadi Ballerina karena kegagalannya menjadi ballerina, ditampilkan dengan baik. Wynona Ryder juga bermain baik meski porsinya sedikit, terutama adegan antara Ryder & Portman di Rumah Sakit yang cukup menegangkan. Meski Mila Kunis bermain tak secemerlang pemain lainnya, namun dia cukup bisa menampilkan Lily yang sensual, ramah dan free spirit. Menurut saya ini penampilan Mila Kunis yang terbaik saat ini.

Sedikit agak menggangu di film ini adalah alasan Leroy memilih Nina sebagai Swan Queen, kurang tegas dan mestinya dijelaskan dengan lebih baik, tapi gangguan ini tak mengurangi kebagusan film ini. Mungkin, in my opinion, Leroy mungkin memang bisa melihat talenta Nina yang masih tersembunyi, atau dia memang control freak yang senang bisa mengatur, mempermainkan dan mendikte ballerina-nya.

Ditilik dari sisi pendapatan, film ini juga cukup menjanjikan. Secara komersil, sekarang, film ini mengantongi pendapatan kotor USD 22 juta dengan biaya USD 13 Juta. Diperkirakan film ini masih akan mendatangkan jutaan dollar lagi saat worldly opening di beberapa negara.

Overall, bravo untuk Aronofsky yang selalu mampu menggelitik pikiran penonton dengan ide ceritanya yang gelap dan thrill. Tak diragukan lagi, film ini sangat layak untuk dinominasikan Best Picture di ajang Oscar 2011.

My rate : 9.00
.
Attached Images
   


Last edited by mannacantik; 26th December 2010 at 14:44..
Reply With Quote