View Single Post
Old 20th January 2011, 16:17
#1730  
Hafilova
Mania Member
Hafilova is offline

Hafilova's Avatar

Join Date: May 2009
Posts: 1,481
Hafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/diva

Default

Blue Valentine (2010)


"Nobody Baby But You And Me"


Ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa kehidupan pernikahan itu tidaklah seindah sewaktu kita pacaran dulu, Ah, mungkin saja ungkapan itu tidak sepenuhnya bisa dibenarkan, namun apa yang dialami oleh pasangan Dean (Ryan Glosing) dan Cindy (Michelle Williams) dalam Blue Valentine ini bisa jadi dialami juga oleh pasangan manapun di dunia ini. Ketika kata cinta yang dulu tidak pernah bosan diucapkan kini hanya menjadi sebuah formalitas belaka, rutintas dan pekerjaan mulai memberi jarak, komunkasi menjadi barang langka, ego masing-masing yang begitu besar, maka tinggal menunggu saja sebelum 'bom waktu' bernama 'perpisahan' itu meledak. Dean rupanya mulai merasakan hal tersebut, pria muda ini merasa ada sesuatu yang hilang dalam hubungannya bersama Cindy setelah 6 tahun mengarungi bahtera rumah tangga bahkan sudah memberinya seorang putri kecil yang cantik. Dan untuk memperbaiki hubungannya dengan Cindy, Dean mengajak istrinya yang juga seorang perawat itu untuk menghabiskan waktu bersamanya berdua saja. Masalahnya tanpa mereka pernah sadari bahwa 'lubang hitam' dalam kehidupan pernikahan mereka sudah sedemikian besarnya, dan meninggalkan sebuah pertanyaan , apakah semua ini masih bisa diperbaiki? apakah keduanya mampu mengembalikan sesuatu yang telah hilang itu?

Blue Valentine bisa jadi sebuah tontonan personal bagi saya, bagi anda atau bagi siapa saja yang pernah, sedang, atau akan menghadapi krisis dalam hubungan perkawinannya, sebuah tontonan drama powerfull dan emosional yang mengisahkan lahirnya cinta , berkembangnya sebuah hubungan sampai kemudian perlahan-perlahan mulai memudar. Sebagai sutradara sekaligus penulis, Derek Cianfrance menjadi orang yang paling bertanggung jawab dibalik hadirnya Blue Valentine, sebuah drama romantis namun tragis dan depressing disaat bersamaan. Ya, ini tidak hanya sekedar sebuah kisah cinta dimana pria bertemu wanita kemudian saling jatuh cinta dan hidup bahagia selamanya, namun ada sesuatu bernama realita hidup yang digambaran dengan realistis dan berselimut semangat indie tebal dengan iring-iringan soundtrack dan scoring hebat didalamnya.

Blue Valentine menjadi sangat menarik ketika Derek mempermainkan emosi penontonnya dengan gaya bercerita non-lienar dengan membagi kisahnya menjadi dua bagian besar, masa lalu dan masa kini yang keduanya tersaji saling betumpuk dan 'berkejaran' satu sama lain. Jika di masa lalu Derek mengajak penontonnya untuk menjadi saksi bagaimana pasangan muda yang dipenuhi dengan cinta dan semangat ini memulai kisah asmaranya, sementara di masa kini aura begitu kontras mendominasi dengan segala kemarahan, kesedihan dan keputusasaan, hingga kemudian ditutup dengan sebuah open ending yang sepertinya tidak rela membiarkan kita mengakhiri film ini begitu saja tanpa membuat kita berpikir dan merenung tetang siapa yang salah dan siapa yang benar, atau apakah hubungan mereka akan baik-baik saja atau malah sebaliknya?.

Blue Valentine juga diisi oleh performa apik kedua pemain utamanya. Saya sendiri selalu menyukai Ryan Glosing dan Michelle Williams karena keduanya sama-sama memiliki kelebihan yang jarang dimiliki oleh aktor atau artis muda lainnya dimana mereka tidak pernah takut mengambil peran berbeda dan menantang meskipun itu hanya untuk sebuah film kecil seperti ini. Di sini keduanya tampil fantastis membawakan peran mereka sebagai pasutri muda yang sedang dilanda krisis perkawinan, chemistry yang begitu kuat dan disertai kualitas akting luar biasa menjadikan Blue Valentine mampu menjadi jauh lebih hidup dan berkesan di benak penontonnya. Selain itu film yang 'hanya' berbiaya 1 juta Dollar ini juga menghadirkan beragam kontroversi karena kandungan adegan seks yang begitu kental di dalamya , terlepas dari pro kontra tetang perlu atau tidaknya adegan-adegan 'panas 'tersebut, tetap saja membuat Blue Valentine harus menerima rating NC-17 dari Motion Picture Association of America (MPAA) yang jelas berdampak secara langsung terhadap pendapatannya di tangga box-office.

Sulit bagi saya untuk tidak jatuh cinta dengan Blue Valentine, Derek Cianfrance sudah memberikan saya sebuah tontonan drama percintaan yang tidak hanya menjual romantisme 'gombal' belaka, namun Derek juga ingin menunjukan kepada penontonnya sebuah realita kehidupan yang membutuhkan lebih dari sekedar kata cinta untuk dapat mempertahankan sebuah komitmen. Indah namun juga depressing dan penuh kesedihan.

8/10

visit my blog
Reply With Quote