View Single Post
Old 26th March 2011, 13:07
#3409  
PiRlomAniAc
Groupie Member
PiRlomAniAc is offline

PiRlomAniAc's Avatar

Join Date: Dec 2007
Location: there.......
Posts: 19,593
PiRlomAniAc Super LegendPiRlomAniAc Super LegendPiRlomAniAc Super LegendPiRlomAniAc Super LegendPiRlomAniAc Super LegendPiRlomAniAc Super LegendPiRlomAniAc Super LegendPiRlomAniAc Super LegendPiRlomAniAc Super LegendPiRlomAniAc Super LegendPiRlomAniAc Super Legend

Default

127 Hours (2010)




Aaron Rolston seorang pendaki melakukan kegiatan hiking-nya di taman nasional Canyonland, Utah, Amerika Serikat. Dalam perjalanannya tsb ia bertemua dengan 2 orang hiker perempuan yang tersesat. Setelah mengantarkan 2 hiker tsb ke tempat tujuan mereka, Aaron melanjutkan perjalanannya. Ketika asyik melewati kompleks perbukitan berbatuan tsb, tanpa disangka sebuah batu yang menjadi pegangan tangannya bergerak jatuh. Aaron dan batu tsb jatuh ke dalam sebuah celah. Sialnya batu yg lumayan besar tsb menimpa sebagian lengan Aaron. Membuat dirinya terjebak di sebuah celah kecil di kompleks perbukitan tsb.....

===============================================

Memalukan! ya bnar2 memalukan... Knapa? pertama, sebagai TS dr tret ini saya baru menonton film ini. Saya tdnya msh berharap film ini akan saya tonton di bioskop, tp karena kisruh mengenai aturan baru import film membuat saya akhirnya menyerah dan memutuskan menonton film ini mll copy bajakannya... Ya, bnar... anda dengar itu kalian para pejabat... anda yang memaksa saya menonton film ini mll copy bajakan...! (lebayyyy banget lu... ). Kedua, karena ternyata film ini begitu menawan hati saya. Damn! this is a great movie, man!

Setelah sukses besar dengan Slumdog Millionaires, Danny Boyle bersama tim lamanya, Simon Beaufoy dan Christian Colson, melakukan comeback dengan membuat sebuah film yang diangkat dari sebuah buku inspiratif karya Aaron Rolston. Buku ini mengisahkan perjuangan keras Aaron untuk menyelamatkan dirinya yang tangannya terjepit sebuah batu yg lumayan besar di Canyonland.

Walaupun film terbaru Danny Boyle ini berbeda dengan film terdahulunya, 127 Hours dan Slumdog Millionaire menampilkan sebuah semangat dan spirit yang sama. Kedua film ini mengisahkan sebuah perjalanan kehidupan seorang anak manusia yang keras yang berusaha untuk mencapai kenikmatan jiwa mereka dan hal itu baru mereka dapatkan setelah mereka mengalami pergumulan yang paling berat dalam hidup mereka. Ya, tokoh2 besar dalam sejarah umat manusia selalu lahir dari sebuah keadaan yang keras dan kejam bahkan membuat mereka menjadi orang yang paling kesepian. Ya, para pahlawan adalah orang yg paling kesepian dalam kehidupan mereka. Tetapi yang membedakan antara mereka dengan orang biasa adalah semangat dan sikap pantang menyerah. Di sinilah letak perbedaannya.

Dan tokoh pahlawan kita kali ini yang akan mengalami ujian di kawah candradimuka adalah seorang pemuda yang bernama Aaron Rolston. Ia adalah seorang pendaki berpengalaman. Tetapi mgk karena merasa berpengalaman, Aaron menjadi kelewat super pede/arogan. Ia jatuh dan tangannya tertimpa batu besar. Dalam 127 jam ke depan Aaron akan belajar banyak mengenai kehidupan. Selama terjebak, secara perlahan-lahan Aaron belajar mengevaluasi kehidupannya. Ia teringat akan hubungan buruknya dengan kekasihnya. Ia cuek dengan perhatian dari orang tuanya dan yang paling penting adalah bagaimana arogan dirinya. Kenapa arogan? karena ia menganggap remeh alam. Mungkin karena ia sering menghabiskan waktu di tempat ini membuat ia menjadi melakukan persiapan seadanya. Ia tidak memberitahukan ke mana dia akan pergi dan parahnya ia pergi sendirian. Ia akhirnya menyadari bhw kejadian yang menimpa dirinya adalah sebuah rencana yang membuat dia ke depannya lebih menghormati kehidupannya dan tentu saja alam.

Tak pelak lagi, Danny Boyle dan James Franco adalah dua figur yang membuat film ini menjadi sebuah film yang harus anda saksikan. Danny Boyle mampu membuat ini tetap terjaga intensitasnya hingga menit terakhir. Pdhal film ini hampir seluruh durasinya hanya berkutat pd sosok Aaron saja. Tidak mudah membuat film jenis ini. Memerlukan sebuah tangan yang terampil dalam mengolah film ini agar tidak membuat penonton menjadi jemu. Paling tidak olahan Boyle sanggup membuat saya betah di kursi menunggu akhir dr film ini dan sangat menikmati hasil olahan Boyle tsb. Bravo Boyle...!

James Franco pun sukses menerjemahkan arahan Boyle dalam sebuah rangkaian akting yang luar biasa. Franco berhasil memerankan sosok Aaron yang percaya diri pd awal film tetapi akhirnya menjadi orang yang terpukul atas kejadian yang menimpanya untuk kemudian bangkit kembali utk menjadi pahlawan bagi dirinya sendiri. Franco memegang kendali penuh atas seluruh aliran emosi di sepanjang film ini. (sayang kok ente msh maen di film bapuk kyk The Green Hornet... )

Film ini semakin menarik utk disaksikan ketika Boyle secara pintar menyuguhkan keindahan alam Canyonland yang dipadukan dengan pas oleh iringan lagu latar arahan AR Rahman...

Bagi saya, 127 Hours adalah sebuah karya yang banyak mengajarkan bnyk hal dalam kehidupan kita. Bagaimana kita harus menjalani kehidupan ini dengan sebaik2nya. Bagaimana kita harus menjaga sebuah hubungan dan selalu bersyukur bahwa selalu ada orang2 yang peduli terhadap kita tetapi sayangnya seringkali kita mengabaikan kepedulian mereka tsb. Dalam film ini juga menunjukkan bhw anda bisa menjadi superhero, paling tidak untuk anda sendiri....

Hv a great weekend, guys!

8.5/10

SIG HEIL
Reply With Quote