View Single Post
Old 7th April 2011, 19:35
#3601  
putra_kali_bekasi
Banned
Maleputra_kali_bekasi is offline

Join Date: Dec 2008
Location: ALS no. 388 Route: Medan-Sby-Malang Chassis: M-Benz OH1526 Body: Tentrem Scorpion X
Posts: 27,343
putra_kali_bekasi Super Legendputra_kali_bekasi Super Legendputra_kali_bekasi Super Legendputra_kali_bekasi Super Legendputra_kali_bekasi Super Legendputra_kali_bekasi Super Legendputra_kali_bekasi Super Legendputra_kali_bekasi Super Legendputra_kali_bekasi Super Legendputra_kali_bekasi Super Legendputra_kali_bekasi Super Legend

Send a message via MSN to putra_kali_bekasi Send a message via Yahoo to putra_kali_bekasi
Default

?


CAST : klik di sini

STORY :
Kisah ttg bagaimana seorang keluarga China punya rumah makan yg karyawannya Muslim dan keluarga ini sangat menghormati mereka walaupun tetap menjual daging B2.
Kisah ttg bagaimana seorang wanita yg baru cerai dgn suaminya, tertarik untuk mengikuti ajaran Kristen Katolik dan harus bertahan di tengah cibiran orang-orang di sekitarnya, termasuk anaknya sendiri.
Kisah ttg seorang Muslim yg taat, mendapat tawaran untuk memerankan Yesus dalam drama kematian Yesus yg rutin dipentaskan di gereja Katolik pada malam Jum'at Agung.
Kisah ttg seorang Muslim yg taat, istri dari wanita yg kerja di restoran China, tak punya pekerjaan dan diterima jadi anggota Banser NU dan didaulat untuk menjaga keamanan di gereja pada hari-hari keagamaan.
Kisah ttg anak China yg meneruskan restoran orang tuanya yg sudah sakit-sakitan, dan lebih mementingkan omzet besar daripada kerukunan dan keharmonian antar umat beragama.
Pokoknya macam-macam kisah ada di sini.

REVIEW :
Sudah saya duga filem ini akan mengangkat isu-isu sensitif yg selama ini mungkin "tabu" atau "haram" bagi kebanyakan sineas kita. Tapi Mas Hanung dgn beraninya (boleh saya bilang "nekat") bikin filem seperti ini.
Sebenarnya mungkin niat Mas Hanung baik, yaitu untuk mengkampanyekan keharmonian antar umat beragama, mungkin juga antar kaum. Tapi cara penyampaiannya menurut saya masih kurang baik.
Banyak adegan-adegan di filem ini yg terlalu sensitif menurut saya. Misalnya ttg makian "China!!!" atau "Muslim Teroris!!!" itu sebaiknya gak boleh ada. Terlalu sensitif, lebih bahaya kalo melihat rata-rata penonton filem kita belum begitu dewasa.
Ditambah lagi ttg bagaimana seorang Muslim memerankan Yesus, di gereja pula. Ini terlalu sensitif dan bahkan menurut saya terlalu "berani". Saya pribadi sebagai seorang Kristen gak masalah kalo dalam filem atau drama Yesus diperankan oleh orang bukan Kristen, tapi di realitanya belum pernah saya lihat hal seperti itu dan terlalu "berani" kalo saya bilang.
Terus juga ttg orang Islam masuk Kristen, wah ini lebih sensitif lagi. Menurut saya pindah agama adalah hal yg sangat sensitif dan gak bisa dibicarakan di depan umum. Bakal berujung ke debat nantinya, dan saya gak mau hal itu terjadi.
Itu dari segi "sosial"nya. Kalo untuk filemnya, penggambarannya lumayan bagus, kita bisa ngerti kualitasnya Mas Hanung yg lumayan mumpuni. Cuma saya gak terlalu suka dgn filem yg terlalu banyak ceritanya, misalnya dari cerita ini ke cerita itu, dari A ke B. Bikin pusing. Itu kalo menurut saya pribadi, gak tau kalo yg lain.
Tapi saya senang ttg kebersamaan antar umat beragama di filem ini. Itulah yg sebenarnya harus jadi fokus, bukan malah isu-isu sensitif seperti yg saya bilang di atas.

Sekadar masukan buat Mas Hanung, masih banyak cara lain untuk mengkampanyekan keharmonian antar umat beragama di Indonesia. Contoh misalnya ttg kampung tempat saya live in dulu, di Kec Dukun, Magelang.
Orang-orang di sana yg beragama Islam dan Kristen Katolik hidup harmonis, rukun, tentrem, dan gak pernah ngangkat isu-isu sensitif. Kalo ada warga kampung yg meninggal dunia, gak Muslim gak Katolik, semuanya gotong royong. Kelompok seniman kubro siswo yg 100% Muslim di sana boleh tampil di gereja, tapi kalo sampe memerankan Yesus untuk drama, waduh, terlalu sensitif.
Atau ttg sebuah kampung di Jombang, saya lupa namanya, di mana pemeluk Islam, Kristen, dan Hindu bisa hidup damai. Bisa juga ttg kehidupan di Tanah Karo, Sumatera Utara, di mana satu rumah ada yg Muslim dan ada yg Kristen.
Kebersamaan itu yg harus diangkat dan dikampanyekan.

Just my 2 kupang.

Overall, nilainya gak banyak-banyak deh, 6,5/10
Reply With Quote