View Single Post
Old 8th April 2011, 12:10
#3637  
PiRlomAniAc
Groupie Member
PiRlomAniAc is offline

PiRlomAniAc's Avatar

Join Date: Dec 2007
Location: there.......
Posts: 19,593
PiRlomAniAc Super LegendPiRlomAniAc Super LegendPiRlomAniAc Super LegendPiRlomAniAc Super LegendPiRlomAniAc Super LegendPiRlomAniAc Super LegendPiRlomAniAc Super LegendPiRlomAniAc Super LegendPiRlomAniAc Super LegendPiRlomAniAc Super LegendPiRlomAniAc Super Legend

Default

"?"



Spoiler




Walaupun judul film sangat "pelit", tp Hanung mampu menjabarkan film ini lebih panjang, lebih menarik dan tentunya disertai berbagai pesan sederhana tp cukup menyentil. Sesuai dengan judulnya, film ini juga menyajikan berbagai pertanyaan yang saya pikir hal ini juga menjadi pertanyaan2 setiap warga negara Indonesia. Msh adakah toleransi di negeri ini "?" kenapa kita sesama makhluk Tuhan saling menyerang, bertikai dan membunuh "?" kenapa setiap ada orang yg berbuat jahat maka agamanya pun dicap jahat "?" bukankah setiap agama mengajarkan hal yang sama, yaitu kebaikan dan pengampunan"?"

Uniknya, Hanung membuat berbagai peristiwa yang terjadi dalam film ini dalam berbagai situasi hari besar keagamaan, Paskah, Ramadhan, Idul Fitri, dan Natal. Tokoh2 yang ada di dalam film ini melalui hari2 mereka dengan berbagai masalah2 yg njilimet. Walaupun agak membosankan di bagian tengah durasi film ini, tp Hanung bs kembali membuat film menjadi hidup dengan sedikit joke2 ringan atau tingkah polah para pemainnya.

Tdnya saya berpikir bhw film ini akan membawa sebuah isu yang berat dan provokatif. Tp ternyata film ini mampu disajikan Hanung dengan sederhana dan menghibur. Akting para pemainnya pun tidak ada yg terlalu menonjol. Semua bermain sesuai dengan porsinya. Tp saya memberi kredit buat Agus Kuncoro yang sanggup memerankan tokoh Yesus dalam drama Paskah dalam film ini. Ia bisa mengekspresikan penderitaan Yesus dengan baik. Ada juga aktingnya yg sedikit konyol dan ada juga yg membuat sejenak kita terharu.

Pada akhirnya film ini tidak secara tegas membebani para penontonnya dengan pesan2 toleransi setelah menonton film ini. Tetapi di mata saya Hanung seakan ingin berteriak dan mengatakan "Suasana kayak begini neh ketika perbedaan dikesampingkan dan kita semua saling berangkulan!"

7/10

SIG HEIL
Reply With Quote