View Single Post
Old 16th April 2011, 08:22
#3770  
pagebluk2007
Mania Member
pagebluk2007 is offline

pagebluk2007's Avatar

Join Date: Nov 2007
Location: valadilene
Posts: 4,493
pagebluk2007 is a legendpagebluk2007 is a legendpagebluk2007 is a legendpagebluk2007 is a legendpagebluk2007 is a legendpagebluk2007 is a legendpagebluk2007 is a legendpagebluk2007 is a legendpagebluk2007 is a legendpagebluk2007 is a legendpagebluk2007 is a legend

Default

"?"

Memang nggak gampang untuk membumikan film yg secara tematik udah "berat" dari sononya menjadi tontonan nge-pop yg bisa dinikmati oleh semua kalangan, karena isu tentang agama suka tidak suka memang adalah topik yg super sensitif di Indonesia.

Sebagai seorang yg cerdas seperti Hanung Bramantyo, saya yakin dia pasti tahu betul untung rugi mengangkat skrip yg bermuatan isu super sensitif ke layar lebar. Di luar sisi negatif atas keberatan beberapa pihak yg keberatan dengan muatan dialog yg terdapat di dalam film ini, saya yakin Hanung pasti juga tersenyum kecil karena dia tahu "benefit" sisi positif dalam dunia pemasaran modern...... viral marketing....

Lihat aja contohnya seperti filmnya Depe-Jupe yg sampe jungkir balik memancing "interest" massa yg sampai dibikin eneg dg kelakuan dua bintang lebay itu...atau horporn yg banyak mendatangkan bintang2 porno import dari luar negeri.. benang merahnya memang tetep aja untuk menciptakan sesuatu yg bikin heboh yg bikin orang-orang memperbincangkannya berminggu-minggu ke depan. Di sini lah letak kepiwaian Hanung tanpa harus menyiapkan skenario off-screen dan extra budget bagi bintang2 pendukungnya, karena dia ngeh banget bahwa isu agama sendiri adalah isu yg "menjual".

Setting lokasi filmnya sendiri yg mengambil tempat menarik di kawasan menengah-bawah di Semarang terasa menyatu dengan potensi konflik keagamaan karena memang biasanya di lokasi seperti ini pembauran berbagai kalangan terjadi. Cuma yg agak bikin gw ilfil adalah beberapa adegan seperti ketika salah satu tokoh film, Hendra, yg terlibat insiden kecil dengan rombongannya Sholeh pas waktu mereka mau berangkat sholat ke mesjid.. Hendra yg ditegur "sipit" balas mengumpat dengan kata-kata "islam teroris" ke arah Sholeh cs.. yg kemudian memancing adegan perkelahian.. c'mon... this is not gonna happen in the real world!

Masyrakat Indonesia bukanlah masyarakat yg nature-nya pengen berkonfrontasi langsung di muka umum.. tapi lebih suka menyimpan masalah dan memperbincangkannya di belakang pas kumpul bareng teman-teman. Makanya gw jadi heran knapa Hanung mendadak jadi lebay yah? Ini kan bukan film parodi yg butuh adegan berlebihan untuk membuat ceritanya jadi lebih heboh. Film ini sendiri secara tematik udah dramatis dan menarik, jadi gw rasa gak perlu lebih didramatisir lagi.

Kalo nurut gw sih film ini pilihan bisnis yg jitu karena viral marketing dan tema tontonan yg mengedukasi kedewasaan toleransi keagamaan penonton (walau pun sedikit maksa).. sekaligus keputusan bisnis yg "berani" dan cukup berhasil, buktinya gw sendiri sampe brangkat ke bioskop juga karena promosi dari mulut ke mulut
Reply With Quote