View Single Post
Old 28th June 2011, 09:34
#4656  
Hafilova
Mania Member
Hafilova is offline

Hafilova's Avatar

Join Date: May 2009
Posts: 1,481
Hafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/divaHafilova is a divo/diva

Default

The Borrower Arrietty / Karigurashi no Arietti (2010)


Sho: " From the moment I saw you, I wanted to protect you "


Sudah 14 tahun ini Arrietty hidup tenang, bahagia dan tersembunyi di kolong sebuah rumah milik wanita tua bersama kedua orangtuanya. Ya, Arrietty dan keluarganya adalah bangsa manusia berukuran mini, tidak lebih dari 10 cm atau seukuran jari tengah orang dewasa. Mereka meyebut diri mereka The Borrowers alias para ‘tukang pinjam’, kenapa? Karena untuk tetap bisa bertahan hidup mereka ‘meminjam’ sedikit dari segala hal yang dipunyai para manusia normal atau mereka memanggil kita dengan sebutan “human beans”. Tentu saja untuk tetap merahasikan eksistensinya mereka hanya meminjam sesuatu yang tidak bakal dicurigai atau dicari oleh para human beans, sekarang siapa yang repot-repot pernah menghitung bereapa banyak jumlah butir gula, berapa lembar tissue atau berapa biji beras yang tersisa. Nah, kehidupan Arrietty dan keluarganya mendadak berubah drastis ketika suatu hari seorang anak laki-laki yang juga cucu dari pemilik rumah melihat keberadaannya.

The Borrowers, dongeng klasik tentang para manusia liliput yang bersembunyi di bawah rumah memang bukan kali ini saja diadaptasi dalam media gambar bergerak, terhitung ada satu serial, satu FTV dan satu film layar lebar yang dibintangi John Goodman 1997 lalu juga pernah mengadaptasi febel rekaan Mary Norton itu. Dan untuk versi terbarunya kali ini menjadi terasa lebih istimewa karena ada nama sebesar Studio Ghibli yang terlibat didalamnya. Seperti yang sudah kita ketahui reputasi perusahaan animasi asal Jepang satu itu memang sudah tidak diragukan lagi, di bawah tangan-tangan dingin para animatornya seperti Hayao Miyazaki dan Isao Takahata sudah puluhan animasi tradisional berkualitas lahir dan mempesona para penonton dunia. Nah, untuk kasus The Borrower Arrietty tidak ada nama Miyazaki atu Takahata di posisi sutradara, sebagai gantinya Studio Ghibli kemudian mempercayakan animasi ke-17 nya ini kepada salah satu animatornya, Hiromasa Yonebayashi, sedangkan Miyazaki kebagian tugas untuk mengolah naskahnya, hasilnya? Sama sekali tidak jelek, meskipun ini adalah pertama kalinya ia memegang kendali penuh, Yonebayashi sepertinya tidak canggung sama sekali. Pengalamannya bolak balik bekerja bersama Miyazaki jelas sudah banyak membantunya dan mengispirasinya dalam menghadirkan kembali kisah para ‘peminjam’ ini, tentunya tanpa kehilangan sentuhan animasi khas Studio Ghibli yang ceria, imajinatif, hangat dan cantik itu.

Sensasi yang saya dapati ketika menonton The Borrower Arrietty ini sedikit banyak mengingatkan saya pada karya Ghibli lainnya, My Neighbor Totoro dimana keduanya sama-sama disajikan dengan segala kesederhanannya, baik termasuk bagaimana Yonebayashi mengeksekusi setiap adegan didalamnya. Apalagi kedua animasi itu juga sama-sama menampilkan suasana pinggir kota yang hijau, asri dan damai, minim konflik, tidak pertarungan antara ‘good vs evil’ atau penyelamatan dunia yang berat itu, hanya ada cerita fantasi persahabatan dua anak manusia yang dadaptasi Miyazaki yang mampu mengalir lancar sepanjang kurang lebih satu jam setengah mengiringi rangkaian animasi cantik penuh warna warni cerah dan kedetilan lingkungan tingkat tinggi ala kebanyakan animasi Ghibli termasuk didalamnya, scoring manis yang didominasi buyi-bunyian harpa merdu dan emosional dari musisi Perancis, CÚcile Corbel yang juga menyayikan theme song utama, “Arrietty’s Song”. Saya suka ketika Yonebayashi menggambarkan dunia manusia melalui sudut pandang Arrietty, seperti menyaksikan versi lain dari Jack and the Beanstalk dimana lingkungan para ‘human beans‘ seakan-akan di zoom dengan skala beberapa kali lipat lebih besar untuk dapat menyesuaikan postur mini Arrietty dan keluarga Clock lainnya, menjadikan petualangan yang terlihat simple seperti menyeberang dapur, meminjam gula dan tissue terasa begitu seru untuk dinikmati.

Jelas bukan yang terbaik, namun juga bukan yang terburuk, The Borrower Arrietty a.k.a Karigurashi no Arietti kembali hadir menambah daftar panjang tradisi animasi-animasi hebat jebolan Studio Ghibli yang legendaris itu, apalagi, meskipun kali ini mereka tidak memasang duo jagoannya untuk duduk di bangku sutradara, namun kehadiran Hiromasa Yonebayashi sebagai sutradara termuda yang pernah dimiliki Ghibli rupanya mampu mengusung semangat yang sama dengan para tetuanya itu dalam menghadirkan animasi tradisional berkualitas.

7,7/10

visit my blog
Reply With Quote