View Single Post
Old 6th June 2012, 03:54
#67  
Me_Myself_and_AcMilan
Medal Winner
MaleMe_Myself_and_AcMilan is offline

Me_Myself_and_AcMilan's Avatar

Join Date: Nov 2007
Location: Milan
Posts: 21,689
Me_Myself_and_AcMilan Super LegendMe_Myself_and_AcMilan Super LegendMe_Myself_and_AcMilan Super LegendMe_Myself_and_AcMilan Super LegendMe_Myself_and_AcMilan Super LegendMe_Myself_and_AcMilan Super LegendMe_Myself_and_AcMilan Super LegendMe_Myself_and_AcMilan Super LegendMe_Myself_and_AcMilan Super LegendMe_Myself_and_AcMilan Super LegendMe_Myself_and_AcMilan Super Legend

Talking

PROMETHEUS @Plaza Indonesia XXI eX




Tahun 2089, beberapa arkeolog yaitu Elizabeth Shaw (Noomi Rapace) dan Charlie Holloway (Logan Marshal-Green) menemukan sebuah lukisan purba yang berumur puluhan ribu tahun. Lukisan tersebut menggambarkan kalau manusia memuja mahluk yang dianggap penciptanya. Namun lukisan itu juga diprediksi sebagai 'undangan' oleh sang pencipta agar suatu saat nanti manusia bisa menemui mereka. Berbekal harapan yang naif, 4 tahun kemudian Shaw dan Charlie berangkat menuju luar angkasa, tepatnya menuju planet LV 223 yang diprediksi sebagai rumah sang pencipta. Perjalanan ini tentu tak murah karena triliuner Peter Weyland (Guy Pearce) membiayai perjalanan mereka dengan Prometheus, sebuah kapal luar angkasa yang mewah dan dijaga oleh seorang android yaitu David (Michael Fassbender). Selain David, ada juga kru lain seperti Meredith Vickers (Charlize Theron) pengawas dari perusahaan Weyland dan Janek (Idris Elba) sang kapten kapal. Masing-masing kru membawa agendanya sendiri. Namun mereka tak tahu kalau perjalanan ini akan mengubah hidup mereka selamanya...

Overall

Saya masih ingat ketika di awal tahun 90'an menonton film Alien yang diputar oleh salah satu tv swasta. Film yang dibintangi Sigourney Weaver itu mampu membuat saya yang masih bocah ketakutan ketika melihat Xenomorph membunuhi satu-persatu kru Nostromo. Kini di tahun 2012, sutradara film Alien yaitu Ridley Scott memutuskan untuk mengunjungi kembali film yang telah membesarkan namanya tersebut lewat Prometheus. Banyak orang, termasuk saya, menganggap kalau Prometheus adalah prekuel Alien. Anggapan tersebut adalah benar karena selain mempunyai setting dunia yang sama, Scott juga memberikan banyak hint yang menghubungkan Prometheus dengan Alien. Tapi tunggu dulu! sepertinya Scott tak mau terjebak dalam lingkaran setan ketika sebuah studio film kehabisan ide untuk franchise andalan mereka dan akhirnya menelurkan prekuel selingan hanya untuk membuat franchise tersebut bertahan hidup sedikit lebih lama. Sehingga saya merasakan kalau Scott membuat Prometheus seperti sebuah reboot yang berdiri sendiri dan bisa lepas dari franchise Alien. Hal ini juga terlihat dari pemilihan judul Prometheus, dimana Prometheus merupakan seorang titan dalam mitologi yunani dan dianggap perwujudan dari manusia yang haus akan pengetahuan. Namun petualangannya dalam mencari pengetahuan berakhir dalam tragedi. Tentu konsep Prometheus cukup berbeda jika dibandingkan franchise Alien secara keseluruhan. Sayangnya, ide Scott ini mungkin tidak akan diterima dengan baik oleh banyak orang, terutama oleh penggemar franchise Alien.



Do you want to meet you're creator?


Ok, setelah membahas konsep cerita Prometheus kini beralih ke visual. Dengan kecanggihan special efek yang dipunyai hollywood sekarang ini, Scott mampu mewujudkan setting luar angkasa yang lebih luas dan kelam. Prometheus, planet LV 223, dan lainnya mampu divisualisasikan dengan sangat baik dan tidak mengecewakan mata saya. Namun ditengah special efek yang sangat eye candy, saya agak sedikit kecewa dengan desain aliennya.



Big things have small beginings


Tentu kecanggihan visual tidak ada artinya jika tidak di dukung oleh jajaran aktor/aktris yang solid. Scott pun cukup lihai dalam memilih aktor/aktris yang namanya sedang naik daun belakangan ini untuk mengisi Prometheus. Seperti Noomi Rapace (The Girl With Dragon Tattoo, Sherlock Holmes 2) sebagai arkeolog Elizabeth Shaw yang mempunyai karakter berkeyakinan kuat dan rasa ingin tahu besar. Rapace menurut saya cukup berhasil memisahkan karakternya dari bayang-bayang tokoh utama franchise Alien yaitu Ripley yang diperankan Sigourney Weaver. Lalu ada Michael Fassbender (300, Inglorious Basterds, X-Men: 1st Class) sebagai David sang android. Peran Fassbender sendiri agak mirip dengan android Bishop dalam film Aliens yang diperankan oleh Lance Henrikson. Namun Fassbender bermain cemerlang sehingga ia menjadi sorotan utama dalam film ini. Sisanya seperti Logan Marshal-Green, Charlize Theron, Idris Elba, Guy Pearce juga bermain cukup baik sebagai karakter pendukung. Sayang, Scott tidak terlalu memberikan porsi lebih banyak bagi karakter2 pendukung ini untuk mengembangkan karakternya lebih jauh lagi.

Verdict:
Reccomended to watch

Sebagai film summer blockbuster, Prometheus merupakan film yang dikemas dengan solid dan wajib ditonton disamping beberapa kekurangan yang ada. Namun bagi yang ingin menonton disarankan tidak membawa anak-anaknya yang masih kecil, dikarenakan ada beberapa adegan yang cukup sadis.


note: big thx to VGI and Remy Fabian for the free tickets

Reply With Quote