View Single Post
Old 3rd July 2012, 20:15
#7773  
Me_Myself_and_AcMilan
Medal Winner
MaleMe_Myself_and_AcMilan is offline

Me_Myself_and_AcMilan's Avatar

Join Date: Nov 2007
Location: Milan
Posts: 21,689
Me_Myself_and_AcMilan Super LegendMe_Myself_and_AcMilan Super LegendMe_Myself_and_AcMilan Super LegendMe_Myself_and_AcMilan Super LegendMe_Myself_and_AcMilan Super LegendMe_Myself_and_AcMilan Super LegendMe_Myself_and_AcMilan Super LegendMe_Myself_and_AcMilan Super LegendMe_Myself_and_AcMilan Super LegendMe_Myself_and_AcMilan Super LegendMe_Myself_and_AcMilan Super Legend

Unhappy

THE AMAZING SPIDER-MAN @Artha Gading



Peter Parker (Andrew Garfield) ditinggal oleh ibu serta ayahnya dari kecil. Ayahnya merupakan ilmuwan hebat entah kenapa tiba-tiba pergi dan menitipkan Peter yg masih kecil pada Paman Ben (Martin Sheen) dan Bibi May (Sally Field). Peter kecil tumbuh sebagai remaja yg terus mempertanyakan keputusan ayahnya tsb. Sehingga Peter agak menutup diri dari pergaulan. Suatu hari, Peter menemukan berkas yg ditinggalkan sang ayah dan di dalamnya ada sebuah formula serta foto teman ayahnya, Dr Curt Connors (Rhys Ifans). Peter pun menyusup ke Oscorp, perusahaan tempat ayahnya dulu bekerja dengan harapan menemukan jawaban dari pertanyaan kenapa sang ayah pergi. Yg terjadi adalah Peter tergigit oleh laba-laba percobaan. Efeknya pun Peter mempunyai kekuatan hebat yg membuatnya lupa daratan. Namun beberapa kejadian menyeretnya 'kembali ke bumi' dan menyadarkannya kalau ia mempunyai tanggung jawab besar dengan kekuatannya tsb.

Overall

Ketika mendengar bahwa film Spider-Man akan di-reboot, saya sempat mempertanyakan keputusan Sony / Columbia Pictures.Spider-Man 3 tahun 2007 lalu yg di-sutradarai oleh Sam Raimi memang tidak mendapatkan respon sebaik Spider-Man 1 dan 2. Namun saya merasa Raimi telah membuat sebuah fondasi yg sangat bagus untuk film Spider-Man, dan film ke-3 cukup berhasil dalam menuntaskan cerita di antara Peter Parker, Mary Jane, dan Harry Osborn. Jadi kenapa Sony harus mengembalikan Spider-Man dari awal lagi? Toh trilogy Spider-Man tidak se-darurat Batman atau Super-Man yg benar2 membutuhkan reboot dikarenakan film terakhir mereka flop di pasaran. Pertanyaan ini pun berlanjut menjadi "Bisakah Spider-Man arahan Marc Webb melepaskan diri dari standar yg telah dibuat Sam Raimi?" atau "Bisakah The Amazing Spider-Man berdiri sendiri dan memuaskan saya sebagai fans spidey?". Jawaban sementara ini adalah tidak.


Andrew Garfield sbg Peter Parker + Spider-Man yg gaul, pemberontak, namun sering galau

Pertama adalah cerita. The Amazing Spider-Man mempunyai beberapa sentuhan baru di dalam plot cerita. Memasukkan ayah serta ibu Peter Parker dalam cerita utama, Gwen Stacy (Emma Stone) sbg 1st Love Peter dibanding Mary Jane, sampai perubahan imej Peter Parker yg lebih modern sesuai tuntutan jaman. Beberapa sentuhan ini memang awalnya menyegarkan, sehingga penonton yg sudah mengikuti 3 film Spider-Man sebelumnya tidak merasa menonton film yg sama. Namun kelemahan terjadi ketika sang sutradara kurang bisa membuat alur cerita lebih mengalir dan fun untuk diikuti. Satu contoh adalah ketika Marc berlama2 dalam scene ketika Peter yg salting mencoba 'menembak' Gwen di sekolah. Seharusnya Marc bisa memperpendek adegan tersebut dan memberikan waktu bagi karakter Dr Curt Connors untuk lebih berkembang. Ini berbanding terbalik dengan Spider-Man 1 arahan Raimi yg mempunyari alur cerita mengalir dan karakter2nya bisa tampil maksimal. Yah, sedikit bisa dimaklumi karena ini adalah film big-budget pertama untuk Marc Webb.


Andrew dan Emma tampil cukup cemerlang

Kedua adalah akting. Dua pemeran utama yaitu Andrew Garfield dan Emma Stone bermain cukup cemerlang. Keduanya mempunyai chemistry yg cukup menarik untuk dilihat. Sayang, hal itu tidak terjadi pada antagonis utama Rhys Ifans dan tiga aktor pendukung yaitu Martin Sheen, Sally Field, dan Denis Leary (sbg ayah Gwen Stacy). Kesalahan bukan kepada empat aktor watak ini melainkan pada naskah cerita yg tanggung. Untuk Rhys Ifans, karakter Dr Curt Connors aka The Lizard cukup menarik untuk digali. Namun karena naskah cerita yg tanggung tadi, The Lizard terkesan tempelan + tidak memorable jika dibandingkan dengan tokoh2 antagonis sebelumnya. Dan sangat disayangkan adalah Martin Sheen dan Sally Field sebagai paman Ben dan bibi May. Pada film terdahulu, kedua tokoh ini diperankan dengan sangat baik dan menyentuh tampil sebagai motivasi utama kenapa Peter Parker yg selalu bokek itu mau memakai kostum Spider-Man dan melindungi orang2 lemah. Seperti ucapan khas dari paman Ben yaitu "With great power, comes great responsibilty" sebagi fondasi utama Peter ketika memakai kostum Spidey, yang anehnya disini diganti menjadi dialog yg tidak menggugah sama sekali.



Sayang, Dr Curt Connors tampil biasa saja

Terakhir adalah action + special efek. Untungnya dalam hal ini Marc tidak kalah dengan Raimi. Spidey tampi keren dan lincah seperti Spidey terdahulu. The Lizard juga walau dibikin lebih realistis bisa tampil garang. Beberapa efek CGI yang lain pun cukup memukau mata.

Verdict:
A bit boring but it's not a sin to watch it (7.5 / 10)

Sebenarnya banyak potensi yg bisa digali dari reboot Spider-Man ini. Namun beberapa kesalahan membuat reboot ini tampil agak mengecewakan dan dibawah ekspektasi saya. Yah, semoga saja Marc bisa memperbaiki kesalahan2nya pada film kedua yg digosipkan mau menampilkan Norman Osborn, Mary Jane, dan karakter2 penting lainnya.

Last edited by Me_Myself_and_AcMilan; 3rd July 2012 at 20:17..
Reply With Quote