View Single Post
Old 19th July 2013, 01:31
#871  
MrRyanbandung
Mania Member
MrRyanbandung is offline

Join Date: Mar 2012
Posts: 4,379
MrRyanbandung is a new comer

Default Acara baru rcti & sctv agustus 1991: Cipta pesona bintang, cara lain melawan barat

SEBUAH acara baru, Cipta Pesona Bintang, saat itu akan digelar RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia) Jakarta dan Bandung, 4 Agustus 1991 dan SCTV (Surya Citra Televisi) Surabaya 12 Agustus 1991. Acara ini merupakan hasil kerjasama PT Indobrite Pratama Jakarta, berikut para sponsornya. Acara yang berlangsung satu jam itu, sebagian besar dikoyak oleh lagu-lagu barat. Hanya ada dua lagu berbahasa Indonesia, yakni Asongan (grup Prima Indonesia) dan Yakinimu, sebuah duet dari kelompok Lho Rho.

Male’s Voice tampil dengan Bohemian Rhapsody, menyusul Evi Ayu (Love Will Lead You Back), Reza Aesas (Through The Fire), Roy Wem (Final Countdown), Nina Natasya (Electric Youth), Jilly Likumahua (Oh Broadway), dan Exotic Singers (Mr. Big Stuff).

Rita Nasution yang membawakan acara itu mengatakan, lagu-lagu Barat mendominasi Cipta Pesona Bintang yang muncul sekali dalam dua minggu itu. Tetapi, komposisinya pada paket berikutnya, saat itu akan berubah. Tidak lagi dua lagu Indonesia dan tujuh lagu barat, tetapi setelah itu empat berbanding lima. Setiap paket yang bernilai sekitar Rp 85 juta ini, saat itu akan dimeriahkan dengan seorang bintang tamu.

Rita Nasution menumpahkan kegeramannya, bagaimana lagu-lagu barat merajai lapangan musik Tanah Air. “Di tempat-etmpat hiburan mewah, orang lebih suka memakai penyanyi asing dengan lagu barat dan bayaran yang mahal. Contohnya, saya sendiri saja, tak bisa menyanyi di hotel berbintang lima. Apa karena saya orang Indonesia!?! Uji dong saya dengan mereka, rasanya saya tidak kalah! Kita tidak usah munafiklah!!!”, katanya berapi-api.

Di sisi lain, lagu Indonesia memang lebih banyak payah, baik dalam garapan musik maupun liriknya yang cengeng. Lain halnya dengan lagu barat. Dalam keadaan begitu, Indobrite Pratama mengambil jalan “mengawinkan” lagu-lagu barat dengan Indonesia, kompromi. Harapan lain waktu itu, acara ini dapat menyeret penyanyi baru masuk ke dalam kancah internasional. Selain itu, menunjukkan kepada khalayak, penyanyi Indonesia tak semuanya jelek dan bisa seperti penyanyi barat.

Ini jugalah yang membuatnya berlainan dengan acara musik di TVRI maupun RCTI dan SCTV terdahulu. Lagipula, acara tersebut dapat diikuti siapa saja yang terlebih dahulu diseleksi dengan cara mengirim kaset rekaman suara kepada Indobrite Pratama. Syarat lain, selama itu belum pernah rekaman dan saat itu berusia 25 tahun ke bawah. Penyanyi yang lulus sekali dan disiarkan, saat itu akan diperlombakan dengan hadiah maksimal Rp 1,5 juta. Hebat nggak?

Dok. Kompas, 31 Juli 1991, dengan sedikit perubahan
Reply With Quote