View Single Post
Old 11th May 2015, 23:25
#47  
maksimaho
Groupie Member
Malemaksimaho is offline

maksimaho's Avatar

Join Date: Dec 2010
Location: Diantara kamu, carrier dan kamera
Posts: 10,135
maksimaho Super Legendmaksimaho Super Legendmaksimaho Super Legendmaksimaho Super Legendmaksimaho Super Legendmaksimaho Super Legendmaksimaho Super Legendmaksimaho Super Legendmaksimaho Super Legendmaksimaho Super Legendmaksimaho Super Legend

Send a message via Yahoo to maksimaho
Default

Belajar nulis

Memburu pemetik teh di perkebunan teh tambi, sigedang, wonosobo, jateng

Awalnya gw iseng ngajak temen buat jalan kemana buat membunuh 2 hari minggu dan senin, ada dua alternatif sebenarnya mau ke tambi (perkebunan teh), wonosobo atau ke posong, tlahab temanggung, akhirnnya jatuh pilihan ke tambi, tambi adalah perkebunan teh dikaki gunung sindoro yang berhawa sejuk, berhubung temen gw tinggal dibanjarnegara jadi akhirnya kita naik motor saja, yang jelas lebih hemat cuma modal bensin, sekitar pukul 13 siang hari minggu akhirnya kita sampai ke tambi, untuk cek lokasi


Spoiler

Spoiler

Spoiler

Spoiler

Spoiler


setelah sempet berbincang dengan petani disana, tanya info jam berapa mulai panen dan bertanya2 apakah ada penginapan disana atau gak ? kenapa harus nginap ? karena biasanya panen teh itu dimulai sekitar jam 6 pagi dan sampai jam 10 siang saja, di sana emang ada penginapan tapi semalam 300 ribu , mahal banget bagi gw, cuma buat ngiler beberapa jam bayar segitu
selang dua jam kemudian akhirnya kita memutuskan untuk mencari penginapan yang lebih murah, dan memutuskan mencari ke arah dieng karena didieng emang banyak tersedia banyak penginapan dari yang kelas 70 ribu sampai yang berepa kali lipat diatasnya,
akhirnya kita memutuskan untuk cari kearah dieng, tetapi pas dipertigaan sempet ngebaca ada tulisan telaga menjer, akhinya gw bilang, kesana dulu gimana ? selang 15an menit akhirnya kita sampai telaga menjer, cuma sebentar disana berhubung kurang menarik menurut kita,
Spoiler

Spoiler

Spoiler


akhirnya kita lanjut balik ke arah dieng, ditengah jalan nemu tulisan homestay, langsung gw tanya berapa harganya 200 , sudah lupakan :

kitapun melanjutkan perjalanan ke arah dieng, sampai dieng dan ngubek2 penginapan disana dan nemulah yang 700 (nolnya ilangin satu yak) ribu permalam, kamar mandi diluar, air panas, tempat tidur yang lumayan empuk, dan boleh berdua setelah mandi dan makan,kitapun memutuskan untk tidur karena berhubung besok harus bangun pagi.

jam 4 pagi lewat pagi dengan badan menggigil memaksakan diri untuk ke kamar mandi, bawa handuk dan sabun (modus doang aslinya kagak mandi, dinginnya ngalahin batu es), jam 4an lewat penganipan juga dah ramai karena banyak yang mau ngejar sunrise di sikunir, setelah keluarin motor dan pamit sama yang punya penginapan kita langsung wuzzzzz menuju tambi, dengan mulut yang kalo ngomong keluar asap , sialnya lg gw cuma pakai celana pendek dan kaos buntung, dinginnya makin menjadi-menjadi plus naik motor lg


sekitar 30 menit kita sampai tambi, dari kejauhan nampak ibu-ibu pemetik sudah mulai berdatangan dengan keranjang dipunggung,kita berhenti disitu, taruh carrier sama motor dan helm, dan membuntuti ibu-ibu pemetik yang dengan gagah gembira berjalan ke arah kebun teh, ngobrol2 sebentar sambil minta ijin buat motret saat mereka panen, dan dengan ramah mereka tidak keberatan
Reply With Quote