View Single Post
Old 16th January 2009, 07:14
#16  
hidayatnw
Mania Member
hidayatnw is offline

hidayatnw's Avatar

Join Date: Oct 2008
Location: Pluit
Posts: 2,330
hidayatnw has become a starhidayatnw has become a starhidayatnw has become a starhidayatnw has become a star

Default

Quote:
Originally Posted by Dorayakii View Post
Penulisan Ilmiah? Klo dlm bentuk buku sudah banyak d baghdad berdiri banyak perpustakaan yang menyinpan catatan dalam bentuk buku tsb. Lalu kemana perginya? Ketika perang salib Baghdad berhasil di kalahkan dan yang d lakukan saat itu adalah pembakaran sebagian besar buku" tsb dan sebagian lg di ambil di bawa ke eropa

pemusnahan dan pembakaran buku bukan dalam perang salib tapi oleh tentara mongol, tentara mongol, selain melakukan pembakaran juga membuang buku ke sungai2. (jadi bukan pasukan salib)

runtuhnya kekuasaan Islam oleh Mongol di bagdad yakni sehabis jatuhnya bagdad ke tangan mongol (bagdad bukan arena perang salib dan tdk pernah diajadikan arena perang salib) membuat hampir tdk ada penulisan ilmiah yang berarti

Bila sebelumnya penulisan ilmiah di kerajaan islam disokong oleh negara. setelah serbuan mongol terjadi kevakuman, karena penguasa baru (mongol) ato penerusnya (kerjaan islam lagi) kurang punya visi pentingnya mensokong ilmu pengetahuan. Ini yang membuat merosotnya kualitas intelektual.

Dalam sejarah modern negara memegang peranan penting dalam meningkatkan gairah intelektualitas. Jepang mslnya, pemerintah jepang mensokong tiap upaya penelitian, seandainya penelitian itu dilakukan asing
dalam bhs asing maka dilakukan upaya penterjemahan segera ke bhs jepang. Jgn heran kalo ke jepang, buku2 yang baru ditulis 2 bulan lalu sama mrk sudah diterjemahkan.
Reply With Quote