View Single Post
Old 16th January 2009, 08:13
#18  
si_sol
Medal Winner
Malesi_sol is offline

si_sol's Avatar

Join Date: Nov 2007
Location: Unknown
Posts: 17,145
si_sol Super Legendsi_sol Super Legendsi_sol Super Legendsi_sol Super Legendsi_sol Super Legendsi_sol Super Legendsi_sol Super Legendsi_sol Super Legendsi_sol Super Legendsi_sol Super Legendsi_sol Super Legend

Default

Saya pikir itu kesalahan pemahaman orang Islam sendiri, menganggap dunia tak penting secara salah. Contoh sederhana : lulusan ITB kok rela jadi penjual bakso misalnya. Apa dia nggak berfikir nanti kalau ditanya : bagaimana ilmunya diamalkan. Kerja halal memang 100% keharusan, tapi dia sebenarnya tetap punya tanggung jawab terhadap ilmunya. Boleh jadi dia jadi pedagang bakso, tetapi dia harus tetap mengembangkan ilmunya dan mengamalkannya.

Saya pernah punya teman yang bapaknya sangat kaya raya tapi anaknya sendiri seperti seorang sufi (meski berpendidikan) : hanya mengurus dirinya sendiri, ibaratnya rela cuma makan rumput dan hidup di goa yang terasing asal tak berbuat dosa. Suatu ketika bertemu seseorang yang membuka matanya betapa banyaknya orang miskin yang kalau dia kaya pasti dia bisa bantu. Dia diajak melihat betapa ada orang yang rela menjual dirinya karena terpaksa, kalau dia kaya dia akan bisa memberikan alternatif pekerjaan lain. Akhirnya matanya terbuka, dia tetap tidak memikirkan dunia untuk dirinya sendiri tapi menjadikan urusan dunia untuk jalan ke akhirat.

Imperialisme modern menjajah Indonesia secara ekonomi, mari berjuang untuk merdeka sepenuhnya
Reply With Quote