View Single Post
Old 6th July 2009, 21:04
#23  
DieVon
Addict Member
DieVon is offline

Join Date: Feb 2009
Posts: 219
DieVon is a new comer

Default

Quote:
Originally Posted by NapakTILAs View Post
melengkapi jawaban TS atas pertanyaan sis DieVon......saya ingin menyumbang pendapat ttg masalah sosial yg dihadapi org asing yg bekerja di luar negeri, khususnya di jerman, dari perspektif saya........

masalah kesempatan kerja bagi orang asing di negeri orang tentu tdk sama dgn pribuminya, di-mana2 begitu...selalu ada perbedaan, walaupun hal tsb selalu dibantah....di jerman setahu saya tdk ada peraturan yg membedakan kesempatan bekerja antara penduduk asli dan orang asing yg mendapat izin kerja...ttp dalam kenyataannya se-hari2 sering ditemukan pembedaan tsb....semakin sulit kondisi ekonomi jerman atau negara manapun tentu semakain sulit juga kesempatan kerja bagai org asing di negara tsb...
>> benar sis Tila, mrk tdk mengatakan hal tsb scr explisit, tetapi pd prakteknya, hal ini memang terjadi.

khusus di jerman, sangat banyak persyaratan yg dibutuhkan agar bisa diterima bekerja di perusahaan jerman...misalnya, kemampuan bahasa yg memadai, ketrampilan, pendidikan...org2 yg bekerja pada lapisan bawah yg lebih memerlukan tenaga dari pikiran tentu tdk memerlukan kemampuan bahasa jerman yg tinggi, ttp kalau kita pada pekerjaan yg memerlukan banyak berkomunikasi dgn baik tentu membutuhkan kemampuan bahasa yg sangat bagus, bahkan kita harus berusaha mampu berbicara dgn dialek mereka...di eropa tdk seperti di kita di indonesia, dimana org asing cukup hanya menguasai bahasa inggeris, sementara kita yg jungkir balik berusaha menguasai bahasa asing....di eropa kita harus menguasai bahasa mereka jika ingin tinggal dgn nyama di negara tsb...

harus diakui, rasa percaya diri org jerman sangat tinggi, yg kadang2 berakibat pada memandang enteng bangsa lain....walaupun hal tsb juga terjadi pada banyak bangsa lain ataupun warna kulit tertentu....
>> setuju. saya pernah tanya kpd suami saya,"Apakah km bangga terlahir sbg Jerman?" dia jawab, "Ya, sy bangga sekali." sekedar perbandingan sy mencoba utk mengembalikan pertanyaan yg sama kpd diri sy apakah sy bangga terlahir sbg Indonesia, jujur, sy tdk tahu hrs menjawab apa.

hidup sebagai auslaender di jerman tentu harus tegar....jangankan utk bangsa kulit hitam atau asia, bagi org eropapun sangat sulit....saya mendengar cerita seorang teman wn swedia yg mempunyai posisi setingkat manager disebuah perusahan besar jerman di daerah bayern....sebelum negaranya masuk eu, dia mengatakan harus mengantri dari pagi untuk memperpanjang izin tinggal (aufenthalterlaubnis) di kantor polisi org asing (auslaenderpolizei)...polisi yg mengurus izin tinggal tsb berlaku tidak sopan dgn melemparkan saja paspornya kehadapannya setelah selesai di proses....mungkin hal tsb bisa dikatakan kekecualian, walaupun di komunitas tertentu banyak terjadi, misalnya terjadi pada mahasiswa yg memperpanjang izin tinggal...
>> dlm hal ini, sy bersyukur, blm ada pengalaman buruk spt cerita sis Tila di atas.

apalagi org2 dari jerman timur lama, kita tahu masih sangat rasis, dimana masih banyak berita ttg terjadinya kekerasan thd org asing di sana...hal tsb terjadi umumnya krn masalah eksistensi mereka sbg warga negara jerman yg tdk selalu diakui (sebutan ossi bagi mereka) atau masalah tingkat kinerja mereka yg selalu diragukan warga jerman barat lama ataupun masalah kecaman warga jerman barat lama yg merasa terlalu lama dibebani utk meningkatkan taraf hidup org2 dr timur tsb...sehingga sbg kompensasinya mereka menjadi sangat anti thd orang asing...sampai sekarang setelah dua puluh tahun bebas masih saja org2 bekas jerman timur tsb belum terintegrasi dgn baik dan masih jauh dari mampu utk bisa membawa nilai2 sosial yg selama ini dianut oleh org2 bekas jerman barat...

selain itu masalah budaya, sebagian orang bayern punya rasa superioritas yg tinggi thd org jerman dari bundesland yg lain, krn kekhususan daerah mereka (freistaat bayern), kekuatan ekonomi serta budaya mereka yg spesifik...maka tidak heran mereka dibenci oleh org2 jerman dr daerah lain...

contohnya, klub bayern muenchen kalau kita baca di mailing list yg netral pun selalu diserang oleh org jerman dr daerah lain...saya pernah lihat di sebuah acara tv nasional bgm kebablasannya org2 bayern yg pada saat itu memakai pakaian khs mereka dlm sebuah acara utk oktoberfest di muenchen dgn mengatakan auslaender is doof (org asing gobl*k)....tentu semua org ketawa mendengar hal tsb, ttp hal tsb bukanlah lelucon yg biasa disampaikan secara terbuka di jerman yg sebenarnya merupakan sebuah negara yg sangat demokratis dan sangat menjunjung nilai2 kemanusiaan dan sangat menentang rasisme...

kalau anda tinggal di kota kecil di schwaben atau di ober/niederbayern, secara umum tentu anda akan mempunyai pengalaman sosial yg berbeda jika dibandingkan anda tinggal di-kota2 besar...pengalaman tsb bisa negatif, krn misalnya org2 di kota kecil/pedesaan relatif tdk terbiasa dgn org asing, ttp bisa jg posistif, krn org2 di kota kecil/pedesaan relatif saling kenal dan ramah terhadap org lain...
>> sy tinggal di kota kecil di schwaben, hmmm... sejauh ini pengalaman sy, lebih ke arah positif, penduduk di sini cukup ramah.

penduduk2 kota besar seperti muenchen, apalagi berlin atau frankfurt ataupun hamburg, tentu sangat terbuka thd org asing...krn mereka sdh biasa berinteraksi dgn orang asing...ttp kota2 kecil atau desa2 di jerman terutama di bekas jerman timur lama dan di bayern atau di baden-wuerttemberg tentu lain lagi....malahan menurut saya org baden-wuerttemberg dgn bayern juga berbeda lagi....

selain itu ada juga yg mengatakan bahwa org asing merasa lebih nyaman tinggal di daerah/kota yg dikuasai partai2 seperti SPD, Gruenen, FDP dari pada yg dikuasai CDU/CSU, krn kebijakan partai2 yg satu lebih memihak org asing dibanding partai2 yg lain...

cerita pengalaman org2 seangkatan orangtua saya, pada waktu mereka masih muda sekitar 30 th yll...dalam perjalanan di perancis, mereka berhenti disebuah daerah pertanian dan bertanya pada sekelompok petani tua utk menanyakan arah jalan...mereka tidak mendapat jawaban, melainkan diusir pergi karena petani2 tua tsb membenci org2 yg bertanya krn berasal atau berdialek jerman.....tentu sekarang kebencian masa lama tsb sudah mulai berkurang....

kesimpulan, dari pengamatan saya, secara umum tinggal di jerman sebagai orang asing atau sebagai pekerja asing cukup nyaman dan diperlakukan cukup adil dan cukup setara dgn org jerman asli....tentu harus pandai2 berintergrasi dan memahami dan menghormati budaya mereka, seperti halnya kita tinggal di belahan lain di dunia ini...
>> sis Tila, terima kasih buat tambahan infonya, ya.
senang rasanya ada teman yg mau discuss masalah ini, thanks jg Bro Kucinggarong yg membuat threat ini.
Reply With Quote