View Single Post
Old 2nd October 2017, 08:00
#27  
freya.
Moderators
freya. is offline

Join Date: Mar 2016
Location: di atas tanah, di bawah langit...
Posts: 18,408
freya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legend

Default

Quote:
Originally Posted by shiori_kamisaki View Post
Malaysia Airlines sebelum 2 kecelakaan besar MH370 dan MH17 pun sudah terpuruk dari segi finansial dan terancam bangkrut.

Di masa jayanya tahun 2004-2005 mereka melayani rute ke USA, Argentina, Swedia, dan Afrika Selatan. Rute ke Indonesia juga banyak, seinget saya ada yang ke Padang, Makassar, Manado, Surabaya (baru buka lagi bulan Nov besok).

Tapi beberapa tahun kemudian rutenya banyak yang tutup. Eropa tinggal sisa London, Amsterdam, Paris. Setelah kecelakaan MH17, tinggal London yang masih ada.

Kalau dibandingin dengan strategi Garuda, menurut saya MAS lebih pinter. Mereka selama ini kuat untuk penerbangan dari Inggris ke Australia & NZ (transit di KL).

Garuda? Kok kayak gak kepikiran memanfaatkan penumpang transit ini. Terbang ke London cuma 2x seminggu, ke Sydney juga cuma 3x seminggu. Jamnya pun gak cocok, transit sampai 10 jam di Jakarta. Siapa yang mau?

Kesannya Garuda ini "jago kandang". Cuma kuat di domestik. Tapi untuk pasar internasional, aspek 4P marketingnya payah. Seharusnya jangan menganggap kompetitor cuma Lion dan maskapai dalam negeri lainnya. Tapi lihat MAS, lihat SQ, Emirates, Qatar, dll. Belajar dari mereka. Kerjasama dengan Skyteam, jangan jalan sendiri.
Gue cukup hepi kok sm intenational flight nya Garuda.. dan gue trmasuk pecinta direct flight.

Klo terbang daily ya mgkn kapasitas seats nya bakalan byk yg kosong trutama saat low season.

Qantas direct route syd-jkt jg gak tiap hari kok.

Qantas dan Garuda menurut gue pelayanannya sama-sama cukup ok dan harga cukup bersaing..

Nah itu, MAS justru yg stau gue lg bermasalah..
Reply With Quote