View Single Post
Old 2nd October 2017, 14:10
#29  
adama
Groupie Member
adama is offline

adama's Avatar

Join Date: Dec 2008
Location: Planet Keron
Posts: 32,179
adama Super Legendadama Super Legendadama Super Legendadama Super Legendadama Super Legendadama Super Legendadama Super Legendadama Super Legendadama Super Legendadama Super Legendadama Super Legend

Default

Quote:
Originally Posted by shiori_kamisaki View Post
Kemaren sih katanya karena ada trouble pesawatnya, jadi diganti dengan pesawat baru. Memang pada saat itu Boeing 777-300ER punya mereka lagi banyak dipake buat membawa jamaah haji.


Saya gak tau apakah GA sulit diajak kerjasama, atau memang sejak awal GA gak kepikiran mau mengajak kerjasama maskapai lain dalam Skyteam.

Setau saya ya, yang umum berlaku adalah perusahaan kecil minta tolong ke perusahaan2 besar. Bukan sebaliknya. GA di Skyteam ya jelas kalah kalau dibanding Delta, KLM - Air France, Korean Air, China Southern. Jadi harusnya GA lah yang minta kerjasama dengan mereka.

Coba main2 ke sini: http://www.skyscrapercity.com/showth...06098&page=629, ubek2 page ke belakangnya, biar ngerti bagaimana "payah"-nya Garuda terkait sistem.



Ini bukan cuma soal pelayanan, tapi soal 4P dalam marketing secara keseluruhan.

Maksud saya gini, kenapa GA harus terbang tiap hari?

Pasar penerbangan dari Inggris ke Australia dan sebaliknya itu gak pernah mati. Nah, Malaysia Airlines masih jeli dalam membaca pasar rute ini, makanya rute ke London gak mereka tutup.

Pemain utama di rute ini yang saya tahu: Emirates, Etihad, Qatar Airways, Singapore Airlines, Malaysia Airlines, Thai Airways, Qantas (direct flight Sydney-London & Melbourne-London via Dubai), British Airways (direct flight Sydney-London via Singapore).

Kenapa Garuda gak berani memanfaatkan pasar ini?

Kalau mau mengambil kue di rute ini ya harus terbang tiap hari, dan yang pasti jam transit di Jakarta-nya gak boleh lama-lama. Paling mentok 3-4 jam lah.

Seat kosong? Nah itu. GA mikir dong, gimana cara promosi yang bagus, jadi banyak yang beli tiketnya.

Salah satunya adalah manfaatkan codesharing seoptimal mungkin dengan anggota Skyteam. Penumpang2 yang sebelumnya naik maskapai lain, misalnya dari USA ke Amsterdam atau London, kemudian diangkut naik Garuda ke Indonesia. Bisa juga sebaliknya.

Jadi GA gak perlu lah buka rute ke Los Angeles. Di Tokyo kan sudah ada Delta. Di Seoul sudah ada Korean Air. Lebih baik bawa saja penumpang ke Tokyo / Seoul, lalu mereka bisa lanjut naik maskapai lain sesama Skyteam.

Itu satu. Masih banyak lagi cara yang lain. Selama ini GA di luar negeri promosinya payah. Mosok cuma memanfaatkan imej sebagai "the airline of Indonesia"?
Sorry kalau OOT, gimana dengan Asiana Airlines ?. Korean Air sih udah pernah, kebetulan sekarang malah dapat Asiana.

Bagus enggak ?

Reply With Quote