View Single Post
Old 23rd September 2018, 22:56
#9  
djuragan_luwak
Addict Member
djuragan_luwak is offline

djuragan_luwak's Avatar

Join Date: Mar 2017
Posts: 843
djuragan_luwak has become a superstardjuragan_luwak has become a superstardjuragan_luwak has become a superstardjuragan_luwak has become a superstardjuragan_luwak has become a superstardjuragan_luwak has become a superstardjuragan_luwak has become a superstar

Default

Quote:
Originally Posted by im.nayeon.747 View Post
Ritual "sholat" yang dilakukan umat Islam memang tidak ada dalam ajaran Kristen. Kalo ada Kristen yang melakukannya sama persis dengan umat Islam, seperti Kristen-nya Bambang Noorsena ini, itu cuma gotak-gatik-gatuk. Cocokmologi.

Tapi memang, Gereja Katolik punya tradisi doa pagi, doa siang, doa malam. Di dalamnya ada pengucapan doa-doa, pembacaan Kitab Suci dan pujian Mazmur.

Ini bukan kewajiban, tapi tradisi yang baik. Tapi ini diwajibkan dalam lingkungan para imam, biarawan-biarawati, dan pelajar2 seminari. Pagi2 buta mereka sudah bangun untuk berdoa. Siang, sore juga sama. Umat awam Katolik di Indonesia biasanya merasakan tradisi ini ketika berkunjung ke pertapaan Rawaseneng, Gedono, atau Jaranguda (Tanah Karo).

Itulah yang disebut dengan "laudes", "hora tertia", "hora sextia" seperti disebut dalam post #2.

Tentang gerakan2 yang mirip solat, Gereja-Gereja Katolik Ritus Timur (Maronit, Kaldea, Syria, dll) saya dengar2 sih ada juga ritual seperti ini. Tapi saya gak tau persisnya, karena ritus timur ini tidak ada di Indonesia, jadi saya gak tau banyak.

Dan memang betul, ini akarnya dari tradisi Yahudi.

Mengenai bahasa, memang bahasa Syria, bahasa Ibrani, dan bahasa Arab itu serumpun. Makanya kata-katanya banyak yang mirip.

Tuhan Yesus diyakini berbicara dalam bahasa Aram, salah satu rumpun bahasa Syria.

Tapi, nah ini, kita tidak perlu menghiraukan harus beribadah atau membaca Kitab Suci dalam bahasa apa. Karena agama Katolik bukan agama buku, tapi agama berdasarkan Firman Yang Hidup, yaitu Yesus sendiri. Maka bahasa dan kata-kata tidak penting, yang penting inti pesan yang mau disampaikan.
Di pihak lain, berpusat di Alexandria dan Antakia di bawah pimpinan Bapa Disqures (444-454 Masehi). Kelompok ini berpegang kuat pada sifat tunggal bagi al-Masih. Mereka tidak setuju dengan aliran Kristen yang mengakui sifat Tuhan sekaligus manusia. Kelompok inilah yang kemudian dikenal dengan kelompok ortodoks. Nama 'ortodoks' dipakai karena berarti: menganut ajaran agama yang dianggap benar, yang asli. Karena itu, penganut ortodoks mencoba untuk hidup secara lurus, sesuai dengan tuntutan awal dari kelahiran agamanya.

berrarti ritual awal kristen mirip dg ritual orang islam dong


wkwkwkwk

Last edited by djuragan_luwak; 23rd September 2018 at 22:59..
Reply With Quote