View Single Post
Old 22nd February 2019, 11:42
#49  
freya.
Moderators
freya. is offline

Join Date: Mar 2016
Location: di atas tanah, di bawah langit...
Posts: 18,963
freya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legend

Default

Quote:
Originally Posted by adama View Post
Niru negara eropa sahaja, tilang tidak ada denda tapi diganti dengan peringatan beberapa kali sampe surat izin mengemudi dicabut dan izin mengemudi dipersulit dapatnya lagi, berani mengemudi tak punya izin hukumannya penjara.

Kalau tidak salah Finlandia yang menerapkan hukum diatas, dapat SIM itu sangat sulit, saking sulitnya warga mungkin hanya punya 1x kesempatan dapat seumur hidupnya. Warga yang cukup umur boleh ikut ujian dapat SIM, tapi driver pemula hanya boleh pegang SIM "percobaan" setelah lolos ujian. Sekali sahaja melanggar peraturan, SIM percobaannya gugur dan harus ngulang lagi proses dari awal, hal ini untuk melatih driver pemula supaya lebih berhati-hati dan disiplin bawa kendaraan.

Ketika pegang SIM penuh warga melakukan pelanggaran dia hanya dapat peringatan enggak ada denda, namun jika dia melakukan pelanggaran lagi sampe batas yang ditentukan tak perduli pelanggarannya berbeda-beda, SIM langsung dicabut dan harus mengulang lagi proses dapatinnya kek driver pemula, untuk pelanggaran berat bahkan bisa dicabut permanen alias di banned kagak boleh mengemudi lagi.

Di Indonesia agak sulit diterapkan bukan karena warganya, melainkan karena SIM itu "lahan basah".

Ngunu wae
Saya teringat pada salah satu negara yang pernah membuat saya tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang negara tersebut, yaitu Bhutan, sebuah destinasi wisata yang eksotis dan eksklusif.

Ternyata, disana tidak ada lampu merah. Tidak ada satu pun lampu merah. Dari apa yang saya baca, dulu pernah dipasang namun kemudian dicabut / dibongkar kembali karena protes dari rakyat. Sebagai ganti lampu lalu lintas, lalu lintas diatur oleh polisi lalu lintas.


Quote:
Dengan hanya 75.000 mobil untuk total populasi 750.000 - di negara seukuran Swiss - jalan biasanya cukup kosong. Juga tidak banyak sinyal lalu lintas.

Di ibukota Thimphu dulunya terdapat lampu lalu lintas satu-satunya di Bhutan - namun hanya untuk 24 jam. Lampu lalu lintas itu segera dibongkar untuk digantikan oleh seorang polisi yang sekarang terkenal yang mengatur lalu lintas dengan gerakan tangan flamboyan, bersarung tangan putih. Ia berdiri di tengah-tengah apa yang merupakan salah satu jalan tersibuk di kota -bukan dalam pengertian jalanan sibuk atau dilanda kemacetan yang Anda tahu.

Mengutip sumber
Saya kurang tahu persisnya, tapi sepertinya Bhutan bisa disebut sebagai negara yang penduduknya tetap disiplin dalam berkendara meski minim peraturan dan pengawasan. (cmiiw)
Reply With Quote