View Single Post
Old 22nd February 2019, 11:50
#50  
freya.
Moderators
freya. is offline

Join Date: Mar 2016
Location: di atas tanah, di bawah langit...
Posts: 18,971
freya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legend

Default

Quote:
Originally Posted by adama View Post
Mungkin efek jeranya berbeda-beda, sekarang kepolisian RI memperkenalkan sistem denda baru. Selain denda minimal yang sudah ditentukan, sekarang ada yang namanya denda maksimal. Denda maksimal dikenakan apabila pelanggar lalu lintas tidak mau mengikuti sidang tipiring dan dianggap sudah mengaku bersalah jadi tinggal bayar dendanya aja ke negara via bank yang ditunjuk. Bukti setoran bank itu yang ditukar nanti dengan dokumen yang disita polisi, misal tak punya SIM yang ditahan STNK and vice versa. Tiap kota besaran denda maksimal berbeda-beda karena Pemda ikut menentukan, mungkin denda yang masuk dianggap PNBP dan masuk kas daerah (PAD).

Sistem baru ini yang saya kira amat tidak mendidik, tarolah orang kaya ditilang polisi karena kagak bawa SIM. Dia pasti tak mau repot karena punya duit, dengan bayar denda maksimal dia tak perlu ikut sidang dan belum tentu dia kapok bawa kendaraan tak punya SIM. Sebaliknya misal driver online yang kena tilang sama kagak bisa nunjukin SIM, dia walau ikut sidang bayar denda minimal bisa kapok karena pendapatan dia sehari kagak nyampe buat bayar denda minimal, kedepannya akan lebih berhati-hati.

Jika bayar disesuaikan dengan tingkat pendapatannya, tentu kerugian finansial yang didapat akan lebih mengena pada tiap pelanggar.

JMO
Menurut saya, ini masalah pilihan kenyamanan/kemudahan saja, Pak. Dan karena si pelanggar dianggap sudah mengetahui dan mengakui kesalahannya (minor offence) maka tidak perlu lagi disidang. Dengan adanya pilihan denda maksimal, dapat mengurangi volume kasus persidangan lalu lintas..
Reply With Quote