View Single Post
Old 7th December 2018, 06:58
#8  
adama
Groupie Member
adama is offline

adama's Avatar

Join Date: Dec 2008
Location: Planet Keron
Posts: 32,179
adama Super Legendadama Super Legendadama Super Legendadama Super Legendadama Super Legendadama Super Legendadama Super Legendadama Super Legendadama Super Legendadama Super Legendadama Super Legend

Default

Quote:
Originally Posted by buFFalo View Post
Bentar2 ini bank BUMN atau BI nya Prabowo.

Gegara wowo semua hepi
Bank BUMN jauh lebih ngeri kewajiban bunganya :

TEMPO.CO, Jakarta - Hingga akhir tahun 2017, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mempunyai kewajiban membayar bunga atas dana pihak ketiga yang tersimpan ataupun pinjaman-pinjaman sebesar Rp 2.500 triliun atau Rp 2,5 kuadriliun, yang didominasi oleh kewajiban jangka pendek.


Dalam paparan Komisi VI DPR beberapa waktu lalu, Deputi Jasa Usaha Keuangan, Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo menyampaikan total kewajiban Himbara sebesar Rp 2.458,46 triliun pada 2017.

Sebanyak Rp 2.309 triliun atau 94 persen kewajiban tersebut berjangka waktu pendek, dan sisanya, sebanyak 6 persen atau senilai Rp 149 triliun, bertenor panjang.

Dilihat dari banknya, nilai kewajiban terbesar berasal dari BRI senilai Rp 880,82 triliun, disusul Bank Mandiri dengan total Rp 771,51 triliun. Adapun BNI dan BTN masing-masing memiliki total kewajiban sebesar Rp 577,81 triliun dan Rp 228,32 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menuturkan jumlah kewajiban tersebut merupakan total pendanaan perseroan sepanjang tahun lalu.

Simak: Inilah 23 BUMN Penyumbang Kerugian Terbesar Hingga Kuartal III 2017

“Itu maksudnya Dana Pihak Ketiga (DPK) dari masyarakat, seperti giro, tabungan, deposito, serta ada pinjaman-pinjaman jangka panjang dan pendek,” katanya pada Senin, 5 Februari 2018.

Sayangnya, Kartika Wirjoatmodjo tidak memerinci berapa porsi antara dana jangka panjang dan pendek yang dimiliki perseroan.
----------

Masih ngelak juga kagak mau disebut hutang.

Reply With Quote