View Single Post
Old 9th February 2009, 11:24
#18  
nando_gnd
Addict Member
nando_gnd is offline

nando_gnd's Avatar

Join Date: Jun 2008
Posts: 589
nando_gnd is a loser in training

Default

Kekuatan kedua yang dilihatnya ialah pemuda yang dinilainya sebagai tombak revolusi. baginya, di sinilah terletak kekuatan revolusi yang sebenarnya, dan oleh karena itu ia menaruh perhatian yang sangat besar kepada mereka. Dia berusaha mengidentifikasikan dirinya dengan semangat revolusioner pemuda, melalui mana dia melambungkan harapan bahwa
merekalah yang akan berhasil merealisir revolusi yang dicita-citakannya. Pengontrasan yang tajam antara golongan tua (Sukarno-Hatta) yang dinilainya oportunis dengan pemuda revolusioner berasal dari cara berfikir Tan Malaka yang dialektis. Akan tetapi, ia rupanya kurang memahami realita sebenarnya dari masyarakat Indonesia pada waktu itu.
Sukarno-Hatta, terutama Sukarno (apakah itu sebagai akibat dari pengaruh sisa-sisa kebudayaan Hindu-Jawa dalam masyarakat ataukah tidak) sudah lama mempunyai kekuatan kharisma politik yang menjalar jauh ke dalam masyarakat. Dwitunggal itu telah berhasil menjadikan diri mereka sebagai simbol persatuan dan perjuangan nasional. Cara berfikir Tan
Malaka yang amat dialektis ternyata tidak begitu tepat, kalaulah tidak bisa dibilang salah total. Melalui ini barangkali dapat dimengerti sebagian dari penyebab mengapa riwayat Tan Malaka dalam revolusi Indonesia berakhir secara tragis.

Beberapa minggu menjelang proklamasi, Tan Malaka masih memakai nama samaran Ilyas Husein, mulai mengadakan kontak dengan sejumlah kecil pemuda revolusioner. Akan tetapi, ia tidak hadir sewaktu peristiwa bersejarah, proklamasi, terjadi, dan kemudian disesalinya. Ia baru muncul dengan di arena politik, langsung dengan nama aslinya, beberapa hari kemudian di rumah Achmad Subardjo yang selanjutnya memperkenalkannya dengan elit politik Jakarta yang lain pada hari-hari berikutnya.

Sewaktu dia sempat berbicara dengan Soekarno, yang sudah menjadi presiden, Tan Malaka berhasil mengemukakan ide-ide tentang revolusi, antara lain mengenai bagaimana revolusi harus dilanjutkan kalau seandainya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (mati atau ditangkap) atas diri Sukarno dan Hatta. dimana hal inilah nantinya yang menyebabkan kematiannya yang tragis....

I believe religion is individual property, like GENITALS.. FOR ME SECULARISM is the answers to keep the holiness and sacredness of a religion

Last edited by nando_gnd; 9th February 2009 at 11:29..
Reply With Quote