View Single Post
Old 1st May 2018, 13:50
#4  
eko.brawijayadi
Addict Member
eko.brawijayadi is offline

Join Date: Mar 2018
Posts: 952
eko.brawijayadi is a new comer

Default

Quote:
Originally Posted by PokokePaket View Post

My story of Islam
WARNING: Video 21 menit, bisa mengakibatkan ketuaan pada Kids zaman Now

Ini kisah Sacha dari Islam "ekstrem" (aka Text book) yg ber-niqab hingga akhirnya melepas hijab

Menurut gw, apa yg dilakukan Sacha sebagai org yg ingin mendalami "sesuatu" sudah benar, yaitu belajar langsung dari sumbernya

Tapi anehnya dia malah ketakutan sendiri. karena kata (dia) "Kalau udah mengetahui sesuatu itu dilarang, dan masih melakukannya, maka akan kena hukumannya"


Di kolom komentar banyak yg mengatakan : hal ini terjadi karena Sacha tidak mendalami tauhid terlebih dahulu
(PS: Tauhid boleh diartikan sebagai suatu keyakinan yang mutlak terhadap Allah s.w.t. tanpa disekutukan dengan yang lain.)

Tapi bukankah proses yang benar adalah :
Tidak percaya >> Dipelajari >> outputnya

Dan bukannya
Tidak percaya >> Langsung percaya >> baru dipelajari

Bagi gw, proses yg kedua lebih mirip percaya buta


Dan singkatnya, saat ini Sacha menganggap dirinya Islam KTP, tapi setidaknya hidup dia bisa lebih tenang
iman itu rank-nya sangat lebar dari iman yang seberat biji sawi atau bahkan lebih kecil dari itu sampai seberat gunung uhud atau bahkan lebih, mis. seberat Arsy-Nya .....demikian juga amal sholeh itu amat luas cakupannya dari sekedar menyingkirkan duri di jalan, memberi minum anjing yang kehausan, dll sampai yang diwajibkan dalam agama (Islam), sehingga pilihan untuk beramal sholeh itu amat luas sekali......justru kita dilarang memberat-beratkan diri dalam beragama (Islam), dianjurkan mengerjakan yang tidak memberatkan bagi kita....dan Alloh subhanahu wa ta'ala lebih suka kepada amal yang dikerjakan secara ajek atau istiqomah meskipun sedikit.....intinya jangan menghalalkan yang di haromkan Alloh subhanahu wa ta'ala dan Utusan-Nya, meskipun kita mengerjakan yang harom itu dan kita berdosa karena itu....dan jangan mengharomkan apa yang dihalalkan Alloh subhanahu wa ta'ala dan Utusan-Nya, meskipun kita tidak mengerjakan yang halal itu dan kita bisa berdosa karena itu.....kita manusia tidak akan luput dari dosa dan Alloh subhanahu wa ta'ala dan Utusan-Nya telah memberikan solusi untuk itu dengan cara selalu beristighfar, mohon ampun, dan bertobat......jangan sampai iman itu hilang dari diri kita dengan mengingkari Alloh subhanahu wa ta'ala dan utusan-Nya....

jadi no problem dengan apa yang dikerjakan sacha asal saja tetep menjaga iman kepada Alloh subhanahu wa ta'ala

dan proses yang benar itu....belajar---> percaya/iman----> amal sholeh
Reply With Quote