View Single Post
Old 2nd May 2018, 10:01
#16  
im.nayeon.747
Banned
im.nayeon.747 is offline

Join Date: May 2018
Location: TWICE
Posts: 751
im.nayeon.747 is a legendim.nayeon.747 is a legendim.nayeon.747 is a legendim.nayeon.747 is a legendim.nayeon.747 is a legendim.nayeon.747 is a legendim.nayeon.747 is a legendim.nayeon.747 is a legendim.nayeon.747 is a legendim.nayeon.747 is a legend

Default

Quote:
Originally Posted by PokokePaket View Post
Tapi bukankah proses yang benar adalah :
Tidak percaya >> Dipelajari >> outputnya

Dan bukannya
Tidak percaya >> Langsung percaya >> baru dipelajari

Bagi gw, proses yg kedua lebih mirip percaya buta
Kalau dalam agama Katolik, sebelum menjadi Katolik orang2 yang tertarik dengan agama Katolik harus mengikuti kelas katekumen selama 1 tahun.

Kenapa? Supaya dia tahu apa yang harus dia percayai.

Dengan demikian, pada saat dia dibaptis, dia tahu fondasi keimanan Gereja Katolik.

Nah, selanjutnya apakah masih harus belajar? Harus! Karena Gereja Katolik punya kekayaan iman yang luar biasa, mulai dari perkataan Yesus dalam Injil hingga perkataan ribuan Santo/Santa selama lebih dari 2.000 tahun, begitu juga keputusan2 konsili, ensiklik, dsb.

Jadi prosesnya tidak segampang yang anda jabarkan.

Di tahap awal atau tahap katekumen ya, mungkin seperti nomor 1:
Tidak percaya --> Dipelajari --> Percaya
Karena bagaimana dia bisa percaya kalau dia tidak tahu apa yang dia percayai?

Tapi setelah itu ada yang memang harus seperti nomor 2:
Tidak percaya --> Langsung Percaya --> Pelajari
Karena tidak semua hal di dunia ini bisa dilihat secara logika, tetapi juga butuh "iman" yang merupakan "rahmat yang membantu" yang diberikan Tuhan.

Seperti ada yang mengatakan:

"Credo ut intellegam, intellego ut credam" (I believe so that I may understand, I think so that I may believe)

"Fides quaerens intellectum" (Faith seeking understanding)
Reply With Quote