View Single Post
Old 14th December 2018, 00:12
#1  
bungjaka
Addict Member
bungjaka is offline

Join Date: Mar 2011
Posts: 714
bungjaka is a new comer

Default BELA NEGARA - MENINGKATKAN PEMAHAMAN IDEOLOGI BANGSA

Beberapa hari lalu menteri pertahana Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu hadir dalam kuliah umum dengan tema “Bela Negara” yang dihadiri kurang lebih 500 peserta dari mahasiswa/i aktif UPN “Veteran” Jakarta yang dilaksanakan di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika. Semakin hari, bela negara terus bergemuruh. Bahkan kalimat ini menjadi trend di beberapa kalangan. Anak muda saling bertanya, apakah sudah ikut bela negara atau belum ?

Saat kehadirannya di kampus UPN Veteran Jakarta, Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu mengajak seluruh mahasiswa/i UPN “Veteran” Jakarta yang hadir pada kuliah umum tersebut untuk lebih meningkatkan penanaman Pancasila sebagai ideologi bangsa kita dalam diri generasi muda sekarang ini. Karena menurut beliau, sejak masa reformasi Pancasila itu luntur, maka dari itu banyak paham-paham yang masuk dan sangat bertentangan dengan negara kita.

Beliau juga berpesan kepada mahasiswa-mahasiswi UPN “Veteran” Jakarta agar bisa menjadi pemimpin bukan menjadi biang masalah, beliau mengatakan “pandailah merasa, jangan merasa pandai yang memiliki arti bahwa jika kita pandai merasa kita akan menjadi pemimpin yang mengerti akan rakyatnya, tetapi jika kita merasa pandai kita hanya akan menjadi orang yang sombong. Kita sebagai generasi muda harus menjadi orang baik yang rendah hati” Ucapnya.

Seperti di ketahui, Presiden Joko Widodo sudah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Aksi Nasional Bela Negara Tahun 2018-2019. Mengutip situs resmi Sekretariat Kabinet, Inpres ini bertujuan agar upaya bela negara lebih terstruktur, sistematis, masif, dan terstandardisasi. Inpres ini ditujukan kepada: 1. Para menteri Kabinet Kerja; 2. Sekretaris Kabinet; 3. Jaksa Agung; 4. Panglima Tentara Nasional Indonesia; 5. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia; 6. Kepala Badan Intelijen Negara; 7. Para Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Kementerian; 8. Para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara; 9. Para Gubernur; dan 10. Para Bupati/Wali Kota.

Jokowi menginstruksikan para pejabat ini untuk melaksanakan Rencana Aksi Nasional Bela Negara Tahun 2018-2019 yang terdiri tiga tahap, yaitu sosialisasi, internalisasi nilai dasar bela negara, dan tahap aksi gerakan.
Bahkan Kepada para menteri koordinator, Jokowi meminta agar memfasilitasi Sekjen Wantannas saat mengkoordinasi kementerian dan lembaga, serta mengevaluasi pelaksanaan aksi nasional bela negara. Sementara itu, kepada Menteri Dalam Negeri, Jokowi menginstruksikan agar mengkoordinir pemerintah daerah dalam pelaksanaan aksi bela negara.
Berdasarkan Inpres tersebut, Rencana Aksi Nasional Bela Negara Tahun 2018-2019 dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari pos anggaran kementerian dan lembaga, APBD, dan sumber lain yang tidak mengikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pelaksanaan Aksi Nasional Bela negara tahun 2018-2019, menurut Inpres ini, dapat mengikutsertakan peran masyarakat dan pelaku usaha sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Mari terus gaungkan bela negara, untuk Indonesia Maju !!
Reply With Quote