View Single Post
Old 16th February 2019, 18:09
#2  
goeloengkoming
Banned
goeloengkoming is offline

Join Date: Jan 2017
Posts: 10,509
goeloengkoming is a legendgoeloengkoming is a legendgoeloengkoming is a legendgoeloengkoming is a legendgoeloengkoming is a legendgoeloengkoming is a legendgoeloengkoming is a legendgoeloengkoming is a legendgoeloengkoming is a legendgoeloengkoming is a legend

Default

Quote:
Originally Posted by adama View Post
Jakarta - Bos BukaLapak Achmad Zaky beberapa hari lalu mencuit pernyataan terkait anggaran riset di Indonesia. Dia menyebut di Indonesia anggaran riset masih kalah jauh dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

"Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD) 1. US 511B 2. China 451B 3. Jepang 165B 4. Jerman 118B 5. Korea 91B 11. Taiwan 33B 14. Australia 23B 24. Malaysia 10B 25. Spore 10B 43. Indonesia 2B. Mudah2an presiden baru bisa naikin," tulis Zaky di cuitannya. Cuitan tersebut kini telah dihapus.

Zaky akhirnya dipanggil oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk klarifikasi tentang cuitan tersebut. Kemudian menanggapi hal tersebut, Jokowi mengatakan pemerintah telah menganggarkan dana untuk pengembangan dan riset sebesar Rp 26 triliun.


"Supaya kita semuanya tahu bahwa dana pengembangan dan riset ini kita sudah Rp 26 triliun," kata Jokowi di Istana, Sabtu (16/2/2019).

Jokowi pun menilai jumlah dana yang dianggarkan tersebut sudah cukup besar.

"Jadi sudah gede sebetulnya anggarannya. Meskipun ke depan kita ingin mengembangkan," jelasnya.

"(Agar) tembakannya tepat, sehingga inovasi negara ini bisa muncul. Sekarang sudah tersebar di Kementerian dan Lembaga. Jadi sudah gede sebetulnya anggaran (riset), meskipun ke depannya kita ingin mengembangkan lagi," jelas dia.

Dalam cuitan tersebut, pria yang akrab disapa Zaky ini menyebutkan bahwa anggaran R&D Indonesia masih kalah jauh dibanding negara lain di Asia. Zaky pun menyebutkan bahwa dengan anggaran sebesar itu, industri 4.0 hanya omong kosong belaka.

Dalam cuitan yang dihapus oleh Zaky, anggaran R&D Indonesia pada tahun 2016 disebutkan US$ 2 miliar atau setara Rp 28 triliun.
----------


Yaelah pak...gedean cuitan si zaki yang dituding cebong bohong/data lama sebesar 28 trilyun.

Turun dong pak ?.

Lah itu data lama.

Ini data baru :




Quote:
Originally Posted by tom.hardi View Post
Data terbaru :






Selain sumber angka, hal yang menjadi sorotan adalah masalah kenaikan anggaran riset. Salah satu pengguna Twitter yang menyanggah cuitan Zaky menyertakan gambar yang menunjukkan Indonesia ada di posisi 28, bukan lagi 43. Dari penelusuran tim riset Tirto, referensi yang digunakan untuk menyanggah berasal dari R&D Magazine periode Winter 2018.

Dalam majalah tersebut, dituliskan bahwa pada 2017, pengeluaran R&D Indonesia sebesar 9,88 miliar dolar AS dan diperkirakan meningkat menjadi 10,40 miliar dolar AS pada 2018. Dalam terbitan Winter 2019, majalah tersebut menyebutkan realisasi anggaran R&D Indonesia tahun 2018 sebesar 10,58 miliar dolar AS dan diperkirakan akan meningkat menjadi 11,17 miliar dolar AS pada 2019.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa anggaran riset di Indonesia memang mengalami peningkatan, meski memang tidak sebesar negara lain.


https://tirto.id/kontroversi-twit-bo...-faktanya-dg78

==============

Indonesia masih dibawah Malaysia dan Singapura.


Melihat potensi pasar berdasarkan jumlah penduduk, seharusnya pemerintah lebih memberikan perhatian yg khusus.


Masak sih kalah dengan Singapura dan Malaysia?


Sesungguhnya Zaky tidak salah secara prinsip.

Dia hanya salah tidak sebut tahun datanya saja.
Reply With Quote