View Single Post
Old 27th February 2009, 20:59
#1  
cleopatra
Guest

Posts: n/a

Angry (Share) Hati-Hati Naik Koperasi Taksi!!

Detikers, pengalaman ini baru aja fresh from the oven..dialami sepupuku (cewek) hari ini, 27 Februari 2009.

Berikut kronologisnya:

Sepupuku baru aja mampir ke kantor temannya di area Jalan Proklamasi, karena ada keperluan sejenak. Nah, kebetulan dia gak bawa mobil hari ini, dan minta tolong kepada sekuriti kantor tersebut untuk memanggilkan taksi Blue Bird. Berhubung jam sudah menjelang sore, (jam pulang kantor), maka pak sekuriti memanggilkan taksi Koperasi (warna hijau-orange) untuk sepupuku ini. –Maaf tidak ada foto, karena yang bersangkutan udah keburu panik dan nggak terpikir mau motret taksi tersebut--.

Sepupuku sempat urung, karena sudah banyak mendengar kisah tentang reputasi buruk taksi ini, namun karena sudah terlanjur dipanggilkan pak satpam, dan taksi tersebut sudah nongkrong di pelataran kantor temannya (masuk ke dalam), maka sepupuku merasa nggak enak pada si pak sekuriti. Kemudian si bapak bilang “Taksi ini adanya, Non..nggak papa kan? Aman kok, gak usah takut”.

Setelah memberikan tips pada si sekuriti, sepupuku langsung naik taksi Koperasi yang gak ada nomor lambung, nggak ada identitas pengemudi dan plat nomor kendaraannya juga sangat pudar. Di dalam taksi, udaranya sangat pengap dan panas (AC tidak jalan), dan pengemudi berusia sangat muda, seperti anak 15 tahun (terlihat sangat lugu), duduknya juga dialasi bantal supaya bisa menjangkau kemudi.

Sepupuku kemudian memberi tahu tujuan “Plaza Semanggi ya,”. Pengemudi kemudian mengarahkan kendaraan ke wilayah Manggarai. Dari Manggarai, pengemudi mengusulkan “Bagaimana kalau lewat Pancoran saja, karena Sudirman sangat macet.” Sepupuku mengiyakan, karena masih berpikir positif, mungkin si pengemudi memang mengetahui jalur alternatif yang lebih baik.

Berhubung udara di taksi sangat pengap, oksigen juga sedikit (bahaya banget kan!!) sepupuku merasa pening & mengantuk (ini sangat berbahaya!! Disebabkan Freon AC tidak berfungsi sehingga kadar racun dalam udara terhirup, dan mengakibatkan kantuk serta pusing—) sementara kondisi lalu lintas sangat macet.

Akibat tertidur sejenak, saat terbangun, sepupuku sudah berada tepat di depan gedung MPR. Tujuan utama yaitu Plaza Semanggi bahkan sudah terlewati. Aku sempat marah pada sepupuku mendengar keteledoran ini (karena sangat membahayakan), tapi dia mengatakan sempat tertidur karena rasa kantuk dan pusing tak terhindarkan akibat kondisi dalam taksi yang pengap dan panas. (Apakah ini disengaja? Atau ada kemungkinan ilmu gendam mulai beraksi?) Saat melihat argo, angka sudah mencapai Rp 67.500 dan sepupuku mulai panik dan bertanya pada pengemudi, kenapa melewati Semanggi?
Bukankah sudah dikatakan, tujuan adalah Plaza Semanggi? Pengemudi kemudian menjawab singkat “Nggak tahu jalan, Mbak”. Sepupuku bilang dengan kesal “Saya sudah 1 jam lebih di sini mutar-mutar saja nggak sampai Semanggi, saya turun di sini saja. Kalo nggak tahu jalan, ngomong dari awal dong, bang!! Argo juga sudah terlalu mahal, saya nggak ada uang segitu.”
Pengemudi cuma mengulang-ulang jawaban "Maap, gak tau jalan"

Akhirnya sepupuku membayar 50 ribu saja dan langsung turun, kemudian naik taksi Blue Bird yang kebetulan berada di dekat area Gedung MPR. Pengemudi Blue Bird menyarankan sebaiknya tidak lagi menumpang Koperasi Taksi, karena begitulah modus operansi mereka, yaitu membuat penumpang terjebak macet atau rute tak jelas. Seharusnya dari awal pengemudi mengatakan pada penumpang kalau tidak tahu jalan, jadi kejadian seperti ini bisa dihindari.

Pengemudi Blue Bird mengatakan, kalau kondisi taksi sangat pengap dan AC tak menyala, hanya Freon saja, adalah sangat berbahaya karena mengandung racun yang membuat kita mengantuk dan pusing (karbon monoksida). Pantas setelah bangun tidur, sepupuku merasa ling lung dan tak bisa focus, ini karena otak kekurangan oksigen!! Mungkinkah kondisi ini disengaja???
Bagi sepupuku, ini merupakan pelajaran berharga. Tidak ada lagi minta dipanggilkan taksi pada sekuriti, dan kalaupun dipanggilkan taksi yang tidak aman seperti Koperasi Taksi ini, maka harus ditolak, karena keselamatan kita lebih penting.

Demikian sharing dariku mengenai Koperasi Taksi, berikut tips buat Detikers, khususnya bagi cewek-cewek pengguna taksi :

1. Kalau terpaksa harus naik taksi, usahakan hanya naik taksi yang terpercaya
2. Kalau meminta bantuan sekuriti/pihak lain untuk memanggilkan taksi, tekankan jenis taksi yang diinginkan, kalau taksi yang dipanggilkan berbeda, harus bersikeras menolak, meski taksi sudah nunggu di lobby kantor/pelataran. Keselamatan lebih penting!!!
3. Jika terpaksa naik taksi yang nggak jelas, dan mendapati gejala akan diputar-putar jalannya, lalu kondisi mobil yang sangat pengap & membuat ngantuk, berhati-hatilah!! Usahakan segera turun mumpung argonya masih baru jalan. Lalu cari taksi yang lebih baik. Ini sangat penting!!

Kuharap sharing pengalaman sepupuku ini bermanfaat bagi Detikers semuanya, supaya kita makin waspada dalam memilih sarana transportasi ketika bepergian.

Ditunggu ijo-ijonya ya…

Miss Cleo
Reply With Quote