View Single Post
Old 21st December 2018, 15:35
#72  
yoo.jeongyeon.380
Mania Member
yoo.jeongyeon.380 is online now

yoo.jeongyeon.380's Avatar

Join Date: Nov 2018
Location: TWICE - JYP Entertainment - Korea
Posts: 1,423
yoo.jeongyeon.380 Super Legendyoo.jeongyeon.380 Super Legendyoo.jeongyeon.380 Super Legendyoo.jeongyeon.380 Super Legendyoo.jeongyeon.380 Super Legendyoo.jeongyeon.380 Super Legendyoo.jeongyeon.380 Super Legendyoo.jeongyeon.380 Super Legendyoo.jeongyeon.380 Super Legendyoo.jeongyeon.380 Super Legendyoo.jeongyeon.380 Super Legend

Default

Quote:
Originally Posted by silver.buffalo View Post
menurut saya, penafsiran Haydock terlalu mengada-ada. Rabbi-rabbi Yahudi tentu akan marah kalau mengetahui bahwa ayat-ayat PL diperkosa dan ditafsirkan seenaknya oleh orang-orang Katolik.

Isaiah 2 jelas-jelas menyebutkan Jerusalam: Instruction will proceed from Zion, and the word of the Lord from Jerusalem.

Kok Haydock bisa seenaknya menafsirkan Jerusalem menjadi Gereja Katolik (Roma). Sungguh penafsiran yang tidak masuk di akal saya.
Jerusalem ya Jerusalem, bukan Gereja Katolik (Roma).
Kalaupun ayat tsb mau dipaksakan dengan Gereja, maka seharusnya Gereja-nya adalah Gereja Jerusalem, yaitu Gereja-nya Yakobus. Tapi ini pun tidak sesuai dengan fakta, karena pada masa Yakobus pun tidak ada ceritanya bahwa orang-orang dari seluruh penjuru dunia datang ke Jerusalem untuk meminta pengajaran dari orang-orang Yahudi.
Dengan kata lain, nubuat ini belum terjadi.

Karena dalam kitab Taurat ada tertulis bahwa hukumnya berlaku untuk selamanya. Siapakah yang lebih berhak menafsirkan Taurat: apakah rabbi-rabbi Yahudi yang menerima ajaran Taurat secara turun temurun, ataukah orang Katolik?
Adapun maksud dari Yesus menggenapi Taurat, bukan berarti Yesus membatalkan Hukum Taurat, melainkan Yesus menyampaikan ajaran-ajaran yang belum tertulis di Taurat, seperti misalnya mengasihi musuhmu, tidak bercerai kecuali karena alasan perzinahan dsb.
Yesus disalib sampai mati pun karena kemarahan imam-imam Yahudi.

Padahal Yesus dan Para Rasul juga keturunan Yahudi.

Dan jangan lupa, para imam Yahudi ini berkumpul dalam sebuah konsili (konsili Jamnia) di abad pertama, pada konsili ini mereka menegaskan bahwa Yesus bukan Tuhan. Dan satu lagi, merekalah yang "memangkas" atau mengurangi kitab2 Perjanjian Lama, membuang kitab2 seperti Tobit, Yudit, Kebijaksanaan Salomo, dll yang masih dipelihara justru oleh Gereja Katolik hingga sekarang.

*Sejak itu lahirlah agama Yahudi (Judaism). Maka kalau ada yang mengklaim bahwa agama Yahudi sudah ada sejak zaman Abraham dan Musa, itu salah. Agama Yahudi baru ada setelah konsili Jamnia.

Bagaimana saya bisa percaya bahwa mereka memelihara hukum Taurat kalo ternyata kitab2 nabi mereka pun mereka pangkas?

Kedatangan Yesus memang untuk menggenapi hukum Taurat, bukan menghapusnya, tetapi memberikan perlakuan terhadap hukum tersebut secara berbeda. Sesuai dengan nubuat Nabi Yeremia bahwa Dia akan mengadakan Perjanjian Baru. Perjanjian Baru tidak ada gunanya kalau kita masih harus tunduk 100% pada hukum Taurat.

Quote:
Originally Posted by silver.buffalo View Post
Bukan hanya saya seorang yang melihat perbedaan ajaran antara Yakobus dengan Paulus. Sebagian scholars-pun juga melihatnya demikian.
Bahkan golongan ebionites pun menolak ajaran Paulus, tetapi menerima ajaran Yakobus.
Saya meragukan keberadaan golongan Ebionites ini jika tidak ada kesaksian2 yang akurat, apalagi anda mengatakan bahwa golongan ini sudah punah.

Saya lebih percaya pada keberadaan Gereja Ortodoks Yunani Yerusalem yang masih eksis sampai sekarang, masih ada patriark-nya. Mereka lah yang mengklaim suksesi apostolik tak terputus dari St Yakobus. Jadi kalau mau tau praktek ajaran St Yakobus, carilah ke gereja ini. Atau ya Gereja Katolik tentunya karena gereja ini masih bergabung dengan Gereja Katolik sampai Skisma Besar.

Yang pasti, St Yakobus dan St Paulus sama-sama menerima perutusan dari Tuhan. Jika perutusannya sama, bagaimana bisa ajarannya bertentangan? Toh mereka juga pernah bersidang sama-sama dalam konsili Yerusalem.

Reply With Quote