View Single Post
Old 24th May 2019, 22:12
#1  
rembulan_emas
Mania Member
rembulan_emas is offline

rembulan_emas's Avatar

Join Date: Dec 2016
Posts: 2,414
rembulan_emas is a legendrembulan_emas is a legendrembulan_emas is a legendrembulan_emas is a legendrembulan_emas is a legendrembulan_emas is a legendrembulan_emas is a legendrembulan_emas is a legendrembulan_emas is a legendrembulan_emas is a legendrembulan_emas is a legend

Default Menelaah : Revolusi, Reformasi, People Power & Makar

Ada menarik dari perilaku menkopolkam membuat semacam lembaga hukum untuk menjerat tokoh-tokoh kritis oposisi. Jeratan hukum dengan label “Makar” yang dasar dan alasan bukti yang tidak akurat, hanya ucapan langsung dijerat makar.
Quote:
Wiranto Jawab Kontroversi Penerapan Pasal Makar
Penerapan pasal makar menuai kontroversi. Pasal makar ini kerap dianggap sebagai alat untuk menjerat sejumlah tokoh. Namun Menko Polhukam Wiranto angkat bicara soal kontroversi yang berkembang itu.
Wiranto menjelaskan pasal makar semestinya memang digunakan untuk menindak perencana tindakan makar. Sebab, menurutnya, jika makar sudah terjadi, pasal makar tak bisa digunakan karena negara sudah telanjur bubar.
"Makar itu kalau perencanaan, persiapan untuk perencanaan, sudah dilaksanakan, baru bisa ditangkap. Kalau sudah terjadi, negara bubar, yang nangkep sopo? Yang ngadili siapa? Yang nuntut siapa?" kata Wiranto dalam sambutan di acara rapat koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik, yang diadakan Kemendagri di Hotel Paragon, Kamis
Menarik untuk dicermati 4 kata yang jadi Booming :
- Revolusi
- Reformasi
- Power People
- Makar
Revolusi ini sering dikumandangkan Bung Karno guna membangun negeri dengan perubahan drastis.
Reformasi adalah perubahan dengan kekuatan rakyat yang terjadi pada tahun 1998 yang dimotori oleh para mahasiswa dan tokoh-tokoh politik.
Power people adalah pengerahan massa untuk tujuan tertentu.
Makar bentuk perlawanan pada pemerintah yang sah.

Kalau mau melek Reformasi 1998 yang disitu ada Fadli Zon, Pius Lustrilanang, Amien Rais, Budiman Sujatmiko, Andi Arif, Fahri Hamzah, dll adalah bentuk “People Power” untuk menurunkan pemerintahan yang sah.
Kenapa Reformasi 1998 tidak dikatakan “People Power “ ?
Kenapa Reformasi 1998 tidak dituduh “Makar “ ?

Kalau bijak dan mau melek “People Power” 22 Mei adalah bentuk “Reformasi” ...
Kalau 22 Mei dikatakan makar maka 1998 juga bentuk makar.

Oke gaess cerdas Dikit.
Power People di Indonesia itu sudah ada sejak orla.
Demonstrasi 1965 dengan TRITURA bentuk “People Power” lengserkan Soekarno.
Demontrasi 1998 dengan REFORMASI bentuk “ People Power” lengserkan Soeharto.
Kalau tak ada Power People 1998 ga ada namanya Presiden Gusdur, Megawati, SBY dan Jokowi, presiden-presiden ini hasil “People Power” ...

NB : orang-orang yang duduk dipemerintahan Jokowi tahun 1998 juga lakukan hal sama seperti 22 Mei kemarin

Gtu gaess woooke

Ketika rembulan emas tenggelam di cakrawala angin mati dan laut pun terdiam. Hening di sekeliling bumi sunyi, sepi, mencekam menunggu keputusan sakral, arif, dan bijaksana
Reply With Quote