View Single Post
Old 17th April 2008, 11:16
#20  
jews
Groupie Member
jews is offline

jews's Avatar

Join Date: Mar 2008
Location: :) :) :) :) :)
Posts: 22,224
jews Super Legendjews Super Legendjews Super Legendjews Super Legendjews Super Legendjews Super Legendjews Super Legendjews Super Legendjews Super Legendjews Super Legendjews Super Legend

Default

Quote:
Originally Posted by M. Van Basten View Post

Berhubung Airlangga juga putra sulung raja Bali, maka ia pun berniat menempatkan salah satu putrnya di pulau itu.Mpu Bharada dikirim ke Bali menyampaikan maksud tersebut. Dalam perjalanan menyeberang laut, Mpu Bharada cukup dengan menumpang sehelai daun. Sesampainya di Bali permintaan Airlangga yang disampaikan Mpu Bharada ditolak oleh Mpu Kuturan, yang berniat mengangkat cucunya sebagai raja Bali. Raja Bali saat itu adalah Anak Wungsu, adik ketiga Airlangga sendiri.

Pada akhir November 1042, Airlangga terpaksa membagi kerajaannya menjadi dua, yaitu bagian barat bernama Kadiri beribu kota di Daha, diserahkan kepada Sri Samarawijaya, serta bagian timur bernama Janggala beribu kota di Kahuripan, diserahkan kepada Mapanji Garasakan.

Dalam Negarakertagama, pembagian wilayah ini dilakukan oleh Mpu Bharadah, tokoh sakti yang juga menjadi guru Airlangga. Empu Bharada menyanggupinya dan melaksanakan titah tersebut dengan cara menuangkan air kendi dari ketinggian. Air tersebut konon berubah menjadi sungai yang memisahkan Kerajaan Panjalu dan Kerajaan Jenggala.
.
bro,,yg tak tebalin,itu apa bener terjadi Ya?????susah dicerna di zaman sekarang ini???

Reply With Quote